Lompat ke isi

Keledai-liar Mongolia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Keledai-liar Mongolia (Equus hemionus hemionus), juga dikenal sebagai khulan Mongolia, adalah subspesies utama dari onager (keledai liar asia). Hewan ini ditemukan di selatan Mongolia dan utara Tiongkok. Dahulu, keledai liar mongolia juga hidup di timur Kazakhstan dan selatan Siberia, tetapi kini telah punah di wilayah-wilayah tersebut akibat perburuan.[1] Menurut data tahun 2015, keledai liar Mongolia tercatat oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam sebagai "Hampir Terancam Punah".[2] Perkiraan populasi saat ini adalah sekitar 42.000 ekor di Mongolia dan sekitar 5.000 ekor di utara Tiongkok.[3]

Taksonomi dan etimologi

[sunting | sunting sumber]

Keledai liar Mongolia identik dengan Khulan Gobi (Equus hemionus luteus),[2] yang juga dikenal dengan nama lain seperti chigetai, dziggetai, atau hanya khulan. Dalam bahasa Mongolia, hewan ini disebut Хулан.[4] Istilah khulan memiliki akar kata yang sama dengan kata kulan dalam bahasa Turkmenistan.

Habitat dan populasi

[sunting | sunting sumber]

Keledai-liar Mongolia kini sebagian besar hidup terbatas di wilayah padang rumput kering (stepa gurun), semi-gurun, dan gurun di kawasan Gurun Gobi. Meskipun merupakan subspesies dengna penyebaran paling luas, keledai liar Mongolia telah kehilangan sekitar 50% dari wilayah persebaran alaminya di Mongolia dalam 70 tahun terakhir.

Pada abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-19, wilayah persebaran keledai liar Asia di Asia Timur mencakup sebagian besar wilayah Mongolia, serta Siberia, Manchuria, bagian barat Mongolia dalam, dan bagian utara Xianjiang. Namun, wilayah persebarannya menyusut drastis pada tahun 1990-an. Survei antara 1994-1997 memperkirakan populasinya berkisar antra 33.000 hingga 63.000 ekor, dengan sebaran yang mencakup seluruh wilayah selatan Mongolia.[5] Pada tahun 2003, survei baru menemukan sekitar 20.000 ekor yang hidup di area seluas 177.563 km2 (68.557 mil persegi) di selatan Mongolia.[6] Populasi tersebut kemudian menurun lagi menjadi sekitar 14.000 ekor pada tahun 2009. Namun, perkiraan populasi di Mongolia perlu dianggap hati-hati, karena metode survei yang digunakan belum terbukti akurat atau konsisten.[7]

Biologi dan perilaku

[sunting | sunting sumber]

Keledai liar Mongolia adalah mamalia herbivora (pemakan tumbuhan). Mereka memakan rumput, tanaman herbal, dan berbagai jenis vegetasi. Di habitat yang lebih kering, mereka juga memakan semak dan dedaunan pohon. Selama musim semi dan musim panas di Mongolia, tanaman berdaging air (sukulen) dari keluarga Zygophyllaceae menjadi bagian penting dari pola makan keledai liar Mongolia.

Keledai liar Mongolia juga dikenal memiliki kebiasaan menggali lubang di dasar sungai kering atau di sekitar sumber air untk mendapatkan air bawah tanah, terutama saat musim panas yang panas di Gurun Gobi ketika air permukaan sulit ditemukan. Lubang-lubang air yang digali oleh khulan ini tidak hanya dimanfaatkan oleh mereka sendiri, tetapi juga oleh spesies lain (liar maupun ternak), bahkan oleh manusia, untuk mendapatkan air minum.[8]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Clark, B. and Duncan, P. (1992). "Asian Wild Asses - Hemiones and Kiangs (E. hemionus Pallas and E. kiang Moorcroft)", hal. 17–21. In: P. Duncan (ed.) Zebras, Asses, and Horses: An Action Plan for the Conservation of Wild Equids. Gland, Switzerland: IUCN/SSC Equid Specialist Group.
  2. 1 2 Kacnsky, P.; Lkhagvasuren, B.; Pereladova, O.; Hemami, M.; Bouskila, A. (2020). "Equus hemionus ssp. hemionus". IUCN Red List of Threatened Species. 2020 e.T7952A176245867. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T7952A176245867.en. Diakses kembali pada 11 November 2021.
  3. IUCN (2015). "Equus hemionus: Kaczensky, P., Lkhagvasuren, B., Pereladova, O., Hemami, M. & Bouskila, A." IUCN Red List of Threatened Species. doi:10.2305/iucn.uk.2015-4.rlts.t7951a45171204.en.
  4. Ian Lauder Mason (2002). Porter, Valerie (ed.). Mason's World Dictionary of Livestock Breeds, Types, and Varieties (5th ed.). Wallingford: CABI. ISBN 978-0-85199-430-7.
  5. Richard P. Reading; Henry M. Mix; Badamjaviin Lhagvasuren; Claudia Feh; David P. Kane; S. Dulamtseren & Sumyain Enkhbold (2001). "Status and distribution of khulan (Equus hemionus) in Mongolia". Journal of Zoology. 254 (3): 381–389. doi:10.1017/S0952836901000887.
  6. Mongolian Ministry of Nature and Environment. 2003. Status and distribution of the khulan in Mongolia in 2003. Unpublished report, Mongolian Ministry of Nature and Environment, Ulaanbaatar, Mongolia
  7. Kaczensky P. and C. Walzer. 2002a, 2002b, 2003a, 2003b. Przewalski horses, wolves and khulans in Mongolia. Bi-annual progress reports. available from: www.takhi.org
  8. Anne-Camille SOURIS & Association Goviin Khulan. Diarsipkan 2013-07-23 di archive.today