Kelapa hibrida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Kelapa Hibrida adalah hasil persilangan untuk mendapatkan varietas unggul yaitu dari varietas kelapa dalamdan kelapa genjah sehingga menghasilkan sifat-sifat yang baik dari kedua jenis kelapa asal.[1]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Paleojavanicus (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas: Arecida

Arfan : Sandriya

Ordo: Arecales

Famili: Arecaceae(suku pinang-pinangan)

Genus: Cocos

Spesies: Cocos nucifera L.[2]

Syarat Pertumbuhan[sunting | sunting sumber]

  • Tanah yang ideal untuk penanaman kelapa adalah tanah berpasir , berabu gunung, dan tanah berliat. dengan pH tanah 5,2 hingga 8 dan mempunyai struktur remah sehingga perakaran dapat berkembang dengan baik.
  • Sinar matahari banyak minimal 120 jam perbulan, jika kurang dari itu produksi buah akan rendah.
  • Suhu yang paling cocok adalah 27 °C dengan variasi rata-rata 5-8 º C, suhu kurang dari 20º C tanaman kurang produktif.
  • Curah hujan yang baik 1300-2300 mm/th. Kekeringan panjang menyebabkan produksi berkurang 50% , sedangkan kelembapan tinggi menyebabkan serangan penyakit jamur.
  • Angin yang terlalu kencang terkadang merugikan tanaman yang terlalu tinggi terutama varietas dalam.[3]

Langkah-langkah menanam[sunting | sunting sumber]

Budidaya kelapa hibrida juga harus memperhatikan tekstur tanah, apabila tanah keras maka lubang yang di butuhkan juga harus berukuran besar dan apabila tanah ringan maka ukuran lubang yang di butuhkan juga relatife kecil. Sebelum menanam bibit maka dalam waktu 2 - 4 minggu, lubang tanah haruslah di beri campuran tanah gembur sebelumnya dan di beri pupuk organik sebanyak 25 kg. Kemudian bibit dapat di tanam dengan kedalaman sekitar 10 cm.

Berikutnya yang harus di lakukan pada budidaya kelapa hibrida yaitu pemeliharaan tanaman. Salah satu pengganggu yang dapat merusak tanaman adalah gulma terlebih pada tanaman pohon kelapa hibrida ini. Untuk itu pemeliharaan tanaman dengan cara membasmi gulma sangat di perlukan dalam waktu 2 bulan sekali dengan menggunakan ukuran radius 1 meter untuk tanaman pohon kelapa yang masih muda dan ukuran radius 2 meter untuk tanaman pohon kelapa yang sudah berusia dewasa.

Pemupukan juga merupakan hal yang penting pada budidaya kelapa hibrida. Untuk pemeliharaan tanaman pohon kelapa ini hanya membutuhkan 2 kali pemupukan pada setiap tahunnya yaitu pada awal tanam dan pada akhir musim hujan saja. Untuk pupuk TSP di takar dalam jumlah 100 - 400 gr, Urea sebanyak 600 gr - 1 kg. Pupuk di berikan secara melingkar dengan menggunakan ukuran radius. Setelah semua tahap sudah selesai maka tinggal menunggu sampai tanaman pohon kelapa menghasilkan buah terbaiknya.[4]

Kelebihan[sunting | sunting sumber]

Kelebihan Kelapa Hibrida tersebut yaitu cepat berbuah, dibandingkan dengan kelapa dalam yang berbuah pada umur 4 sampai 1 tahun, buahnya cukup besar (hampir menyamaikelapa dalam), produksi tinggi dan masih dapat berproduksi dengan baik sampai dengan 450 m dpl.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kelapa hibrida persilangan antara kelapa genjah dan kelapa dalam". tanibuah.blogspot.co.id. Diakses tanggal 2016-10-12. 
  2. ^ "Komoditas Spesifik Lokal Dinas Perkebunan Jawa Barat". disbun.jabarprov.go.id. Diakses tanggal 2016-10-12. 
  3. ^ "Komoditas Spesifik Lokal Dinas Perkebunan Jawa Barat". disbun.jabarprov.go.id. Diakses tanggal 2016-10-12. 
  4. ^ budidayaman. "Cara Tepat Untuk Membudidayakan Kelapa Hibrida". ayselalver.blogspot.co.id. Diakses tanggal 2016-10-12. 
  5. ^ "Mengenal Kelapa Hibrida Indonesia". pertaniandanpeternakanku.blogspot.co.id. Diakses tanggal 2016-10-12.