Kekhanan Uighur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kekaisaran Uyghur)
Jump to navigation Jump to search
Kekhanan Uighur
Kekhaganan
744–840[1]


Bendera

Ibu kota Ordu Baliq
Bahasa Bahasa Uighur Kuno
Agama Maniisme
Bentuk pemerintahan Monarki
Khagan Uyghur
 -  744–747 Qutlugh Bilge Köl
 -  841–847 Öge Khan
Sejarah
 -  Didirikan 744
 -  Dibubarkan 840[1]
Luas
 -  800[2][3] 3.000.000 km² (1.158.306 mil²)
Pendahulu
Pengganti
Kekhaganan Turkik Kedua
Turgesh
Kekhanan Kara-Khanid
Yenisei Kirghiz
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Xinjiang
Museum für Indische Kunst Dahlem Berlin Mai 2006 063.jpg

Kekhanan Uighur atau Kekhaganan Uighur (disebut juga Kekaisaran Uighur atau Negeri Toquz Oghuz) (bahasa Mongolia: Уйгурын хаант улс, nama pada masa Dinasti Tang: Hanzi Tradisional: 回鶻; Hanzi Sederhana: 回鹘; Pinyin: Huíhú atau Hanzi Tradisional: 回紇; Hanzi Sederhana: 回纥; Pinyin: Huíhé) adalah sebuah kekhaganan (kekaisaran) Turk[4] yang berdiri selama kurang lebih seabad pada akhir abad ke-8 dan awal abad ke-9. Negeri ini merupakan konfederasi suku-suku di bawah kepemimpinan para bangsawan Orkhon Uyghur (回鶻) (di Tiongkok disebut Jiu Xing atau "Sembilan Klan").[5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 742, orang-orang Uighur, Karluk, dan Basmyl memberontak melawan Göktürk yang berkuasa pada saat itu.[6] Basmyl merebut ibukota Göktürk di Otukan dan menawan Raja Göktürk Özmish Khan pada tahun 744, sehingga Basmyl mengambil alih kekuasaan di wilayah tersebut. Namun, aliansi Uighur-Karluk melawan Basmyl dibentuk pada tahun yang sama. Koalisi ini berhasil mengalahkan Basmyl dan memenggal raja mereka. Suku-suku Basmyl dihancurkan, dan rakyatnya dijual ke orang-orang Tiongkok atau dibagikan oleh para pemenang. Pemimpin Uighur menjadi khagan di Mongolia dan penguasa Karluk menjadi yabgu. Namun, kurang dari setahun kemudian, permusuhan antara Uighur dan Karluk memaksa Karluk untuk bermigrasi ke wilayah Turgesh di barat.[7]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ History of Central Asia
  2. ^ Turchin, Peter; Adams, Jonathan M.; Hall, Thomas D (December 2006). "East-West Orientation of Historical Empires" (PDF). Journal of world-systems research. 12 (2): 219–229. Diakses tanggal 9 January 2012. 
  3. ^ Rein Taagepera (September 1997). "Expansion and Contraction Patterns of Large Polities: Context for Russia". International Studies Quarterly 41 (3): 475–504.
  4. ^ China's last Nomads: the history and culture of China's Kazaks Linda Benson, Ingvar Svanberg Edition illustrated, M.E. Sharpe, 1998, ISBN 1-56324-782-8, ISBN 978-1-56324-782-8. p.16-19
  5. ^ Bughra, Imin (1983). The history of East Turkestan. First publication Kabul, Second proper publication Istanbul: Istanbul publications. hlm. 50–51. 
  6. ^ MacKerras, Colin (1990), "Chapter 12 - The Uighurs", dalam Sinor, Denis, The Cambridge History of Early Inner Asia, Cambridge University Press, hlm. 317–342, ISBN 0 521 24304 1 
  7. ^ Golden, Peter. B. (1990), "Chapter 13 - The Karakhanids and Early Islam", dalam Sinor, Denis, The Cambridge History of Early Inner Asia, Cambridge University Press, hlm. 349, ISBN 0 521 24304 1 

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]