Lompat ke isi

Keimutan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
"Manusia merasakan respon kasih sayang dari hewan-hewan yang masih muda: memiliki mata besar, tengkorak menonjol, dagu mundur (kolom kiri). Hewan bermata kecil, dan moncong panjang (kolom kanan) tidak menimbulkan respons yang sama." —Konrad Lorenz[1]

Keimutan adalah istilah subjektif untuk menunjuk jenis kemenarikan fisik yang umumnya berhubungan dengan kemudaan dan penampilan. Istilah ini juga dikenal dalam ilmu etologi, yang pertama kali diperkenalkan oleh Konrad Lorenz.[2] Ia mengajukan konsep tentang skema bayi (Kindchenschema), serangkaian tampilan badan yang membuat suatu makhluk tampak imut sehingga lainnya memiliki dorongan untuk merawatnya.[3] Kata imut dapat digunakan untuk menunjuk manusia atau benda-benda yang dianggap menarik.[4]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. Gould, S.J. (1980)."A Biological Homage to Mickey Mouse", in The Panda's Thumb: More Reflections in Natural History. W.W. Norton & Company.
  2. Lorenz, Konrad. Studies in Animal and Human Behavior. Cambridge, MA: Harvard Univ Press; 1971
  3. Glocker ML, Langleben DD, Ruparel K, Loughead JW, Valdez JN, Griffin MD, Sachser N, Gur RC. "Baby schema modulates the brain reward system in nulliparous women." Diarsipkan 2021-11-20 di Wayback Machine. Proceedings of the National Academy of Sciences – U.S.A 2009 June 2;106(22):9115–9119.
  4. "cute, adj." Diarsipkan 2013-02-16 di Wayback Machine.. OED Online. March 2012. Oxford University Press. (accessed April 29, 2012).