Lompat ke isi

Kediktatoran sipil-militer di Uruguay

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Republik Oriental Uruguay

República Oriental del Uruguay
1973–1985
Bendera Uruguay
Flag
Semboyan: "Libertad o Muerte" (Spanyol)
"Merdeka atau Mati"
Lagu kebangsaan: Himno Nacional de Uruguay
"Lagu Kebangsaan Uruguay"
Lokasi Uruguay
Ibu kotaMontevideo
Bahasa yang umum digunakanSpanyol
PemerintahanKesatuan Republik Presidensial di bawah sebuah Korporasi Kediktatoran militer Otoriter
Presiden 
 19731976
Juan María Bordaberry
 1976
Alberto Demicheli
 19761981
Aparicio Méndez
 19811985
Gregorio Álvarez
 1985
Rafael Addiego
Era SejarahPerang Dingin
Juni 27, 1973
 Pemilihan
25 November 1984
1 Maret, 1985
IPM (1980)0,658[1]
sedang
Mata uangPeso (1973−1975)
Nuevo peso (1975−1985)
Kode ISO 3166UY
Didahului oleh
Digantikan oleh
Uruguay
Uruguay
Sunting kotak info
Sunting kotak info Lihat Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Kediktatoran Sipil-Militer Uruguay adalah periode pemerintahan otoriter di Uruguay dari 1973 hingga 1985, di mana kekuasaan politik dipegang secara dominan oleh militer dengan dukungan unsur sipil.[2] Rezim ini muncul akibat krisis politik, meningkatnya aksi kekerasan, dan ketidakmampuan pemerintah sipil mengendalikan negara. Pemerintahan ini dikenal dengan represi politik, pelanggaran hak asasi manusia, dan sensor media.[3]

Latar Belakang

[sunting | sunting sumber]

Pada awal 1970-an, Uruguay menghadapi krisis ekonomi dan ketegangan politik. Kelompok bersenjata sayap kiri, seperti Tupamaros, melakukan aksi kekerasan terhadap pejabat dan institusi keuangan, sementara pemerintah sipil gagal mengendalikan situasi.[4] Militer memperoleh pengaruh besar dan akhirnya mendukung kudeta.

Kudeta 1973

[sunting | sunting sumber]

Pada 27 Juni 1973, Presiden Juan María Bordaberry dengan dukungan militer membubarkan parlemen dan mengambil alih kekuasaan eksekutif secara langsung.[5] Bordaberry tetap menjadi presiden secara formal, tetapi kekuasaan sesungguhnya berada di tangan militer.

Pemerintahan dan Kebijakan

[sunting | sunting sumber]
  • Penekanan terhadap oposisi politik melalui penahanan, penyiksaan, dan penghilangan paksa.[6]
  • Sensor media dan pembatasan kebebasan pers.
  • Dominasi militer dalam pemerintahan, meskipun beberapa pejabat sipil mendukung rezim.
  • Kebijakan ekonomi konservatif dan neoliberalisme awal untuk menstabilkan negara.

Represi dan Pelanggaran HAM

[sunting | sunting sumber]

Ribuan warga Uruguay ditahan sewenang-wenang, banyak menjadi korban torture dan desapariciones.[7] Kasus ini kemudian menjadi fokus investigasi hak asasi manusia setelah transisi ke demokrasi.

Akhir Kediktatoran

[sunting | sunting sumber]

Pada awal 1980-an, tekanan dari masyarakat sipil, krisis ekonomi, dan tekanan internasional memaksa rezim melakukan transisi.[8] Pemilu demokratis diselenggarakan pada 1984, dan Julio María Sanguinetti menjadi presiden pada 1 Maret 1985.

  • Tupamaros adalah kelompok pemberontak sayap kiri di Uruguay pada 1960–1970an.
  • Desapariciones merujuk pada penghilangan paksa politik yang terjadi selama kediktatoran.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Human Development Report 2014" (PDF). hdr.undp.org.
  2. Finch, Michael (1988). Uruguay: A Modern History. University Press.
  3. Rock, David (2010). Authoritarian Regimes in Latin America. Cambridge University Press.
  4. Comisión Nacional de Verdad y Justicia (1985). Informe sobre la represión y desapariciones.
  5. Finch, 1988.
  6. Rock, 2010.
  7. Comisión Nacional de Verdad y Justicia, 1985.
  8. Finch, 1988.
  • Finch, Michael (1988). Uruguay: A Modern History. University Press.
  • Rock, David (2010). Authoritarian Regimes in Latin America. Cambridge University Press.
  • Comisión Nacional de Verdad y Justicia (1985). Informe sobre la represión y desapariciones.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]