Kecelakaan dan insiden nuklir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Setelah bencana nuklir Fukushima, Jepang 2011, pemerintah menutup sekitar 54 pembangkit listrik tenaga nuklir milik negara. Pada 2013, situs Fukushima tetap radioaktif, dengan sekitar 160.000 pengungsi yang masih tinggal di pengungsian sementara. Meskipun tidak ada yang meninggal atau diperkirakan meninggal akibat efek radiasi, pekerjaan pembersihan yang sulit akan memakan waktu lebih dari 40, dan akan menelan biaya puluhan miliar dolar.[1][2]
Jalur kontaminasi radioaktif dari udara ke manusia
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kashiwazaki-Kariwa, adalah pembangkit listrik tenaga jepang yang memiliki 7 unit reaktor, ini adalh stasiun tenaga nuklir tunggal terbesar di dunia, pembangkit listrik ditutup selama 21 bulan semenjak gempa bumi tahun 2007.[3][4]

Kecelakaan nuklir dan radiasi didefinisikan oleh Badan Energi Atom Internasional sebagai "peristiwa yang telah menyebabkan konsekuensi yang signifikan bagi manusia". Contohnya adalah efek mematikan bagi beberapa makhluk hidup.[5] Contoh "utama" dari kecelakaan nuklir adalah yang dimana inti reaktor rusak dan melepaskan sejumlah besar isotop radioaktif, seperti di yang terjadi di Chernobyl pada tahun 1986.[6]

Dampak kecelakaan nuklir telah menjadi topik perdebatan. Perdebatan ini dimulai sejak reaktor nuklir pertama dibangun pada tahun 1954, dan telah menjadi faktor utama dalam keprihatinan publik tentang fasilitas nuklir.[7] Langkah-langkah teknis untuk mengurangi risiko kecelakaan atau untuk meminimalkan jumlah radioaktivitas yang dilepaskan ke lingkungan telah diadopsi, namun kesalahan manusia tetap ada, dan "ada banyak kecelakaan dengan dampak yang bervariasi serta nyaris terjadi kecelakaan dan insiden".[7] Pada 2014, ada lebih dari 100 kecelakaan nuklir serius dan insiden dari penggunaan tenaga nuklir. Lima puluh tujuh kecelakaan atau insiden parah telah terjadi sejak bencana Chernobyl, dan sekitar 60% dari semua kecelakaan atau insiden terkait nuklir telah terjadi di AS.[8] Kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir yang serius termasuk bencana nuklir Fukushima Daiichi (2011), bencana Chernobyl (1986), kecelakaan Three Mile Island (1979), dan kecelakaan SL-1 (1961).[9] Kecelakaan tenaga nuklir dapat melibatkan hilangnya nyawa dan masih banyak lagi.[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Glossary". Environmental Contamination from the Fukushima Nuclear Disaster: 335–350. 2019-08-15. doi:10.1017/9781108574273.017. 
  2. ^ "CBS News/New York Times/Tokyo Broadcasting System Japan Poll and Call-Back, June 1993". ICPSR Data Holdings. 1994-10-19. Diakses tanggal 2020-05-04. 
  3. ^ Kienle, Paul (1993-01). "Nuclear physics in a changing world". Nuclear Physics News. 3 (2): 4–4. doi:10.1080/10506899308210200. ISSN 1061-9127. 
  4. ^ "Nuclear Power Plant Operating Experience". 2013-12-31. doi:10.1787/9789264991934-en. 
  5. ^ Faulkner, K (2001-03). "The Radiological Accident in Lilo. International Atomic Energy Agency, pp. 103, 2000 (IAEA, Vienna, Austria), £20 ISBN 92‐0‐101300‐0The Radiological Accident in Istanbul. International Atomic Energy Agency, pp. 75, 2000 (IAEA, Vienna, Austria), £16 ISBN 92-0-101400-7The Radiological Accident in Yanango. International Atomic Energy Agency, pp. 41, 2000, (IAEA, Vienna, Austria), £11 ISBN 92-0-101500-3". The British Journal of Radiology. 74 (879): 297–297. doi:10.1259/bjr.74.879.740297. ISSN 0007-1285. 
  6. ^ I︠A︡blokov, A. V. (Alekseĭ Vladimirovich); Яблоков, А. В. (Алексей Владимирович) (2009). Chernobyl : consequences of the catastrophe for people and the environment. Nesterenko, Vasiliĭ Borisovich., Nesterenko, Alexey V., Sherman, Janette D., Нестеренко, Василий Борисович., Нестеренко, Алексе́й В., New York Academy of Sciences. Boston, Mass.: Published by Blackwell Pub. on behalf of the New York Academy of Sciences. ISBN 978-1-57331-757-3. OCLC 456185565. 
  7. ^ a b Ramana, M.V. (2009-11). "Nuclear Power: Economic, Safety, Health, and Environmental Issues of Near-Term Technologies". Annual Review of Environment and Resources. 34 (1): 127–152. doi:10.1146/annurev.environ.033108.092057. ISSN 1543-5938. 
  8. ^ Sovacool, Benjamin K. (2010-08). "A Critical Evaluation of Nuclear Power and Renewable Electricity in Asia". Journal of Contemporary Asia (dalam bahasa Inggris). 40 (3): 369–400. doi:10.1080/00472331003798350. ISSN 0047-2336. 
  9. ^ Clements, Bruce W. (2009). Disasters and Public Health. Elsevier. hlm. 211–236. ISBN 978-1-85617-612-5. 
  10. ^ Gralla, Fabienne; Abson, David J.; Møller, Anders P.; Lang, Daniel J.; Vilsmaier, Ulli; Sovacool, Benjamin K.; von Wehrden, Henrik (2014-08-07). "Nuclear accidents call for transdisciplinary nuclear energy research". Sustainability Science. 10 (1): 179–183. doi:10.1007/s11625-014-0260-x. ISSN 1862-4065.