Lompat ke isi

Kebudayaan Natufian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kebudayaan Natufian
Jangkauan
geografis
Levant (sekarang bagian dari Israel, Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon)
PeriodeEpipaleolitikum
Tanggalca. 15.000 SM - ca. 9.500 SM
Didahului olehKebudayaan Kebaran
Diikuti olehKebudayaan Pre-Pottery Neolithic A

Kebudayaan Natufian adalah suatu kebudayaan arkeologi yang berkembang di wilayah Levant pada periode Epipaleolitikum akhir, sekitar tahun 15.000 hingga 9.500 SM. Budaya ini dianggap sebagai transisi penting antara masyarakat pemburu-peramu menuju masyarakat pertanian menetap, yang kemudian dikenal sebagai Revolusi Neolitik.

Ciri-ciri Utama

[sunting | sunting sumber]

Kebudayaan Natufian memperlihatkan sejumlah ciri khas yang menandai perubahan besar dalam cara hidup manusia prasejarah, antara lain:[1]

  • Kehidupan menetap atau semi menetap dalam struktur rumah bundar setengah bawah tanah.
  • Penggunaan alat batu mikrolit berbentuk bulan sabit (lunates) untuk memanen tanaman liar.
  • Konsumsi dan pengolahan serealia liar seperti gandum einkorn dan jelai.
  • Bukti awal domestikasi anjing.
  • Penguburan manusia secara ritual, kadang bersama barang kubur seperti manik-manik, kerang, dan tulang hewan.

Lokasi dan Penyebaran

[sunting | sunting sumber]

Kebudayaan ini tersebar luas di kawasan Levant, mencakup wilayah modern:[2]

Situs Penting

[sunting | sunting sumber]

Beberapa situs arkeologi penting dari kebudayaan Natufian antara lain:[1]

  • Ain Mallaha (Eynan) – salah satu permukiman permanen tertua yang pernah ditemukan.
  • El-Wad – situs gua dan teras pemukiman di Gunung Carmel, Israel.
  • Nahal Oren – memperlihatkan bukti arsitektur rumah awal dan kuburan simbolis.
  • Wadi Hammeh 27 – situs permukiman kompleks di Yordania utara.

Transisi ke Neolitik

[sunting | sunting sumber]

Periode akhir budaya Natufian bertepatan dengan perubahan iklim drastis yang dikenal sebagai Younger Dryas (sekitar 10.800–9.500 SM), yang menyebabkan penurunan ketersediaan makanan liar. Hal ini mendorong beberapa komunitas Natufian mulai membudidayakan tanaman dan memelihara hewan, yang menjadi fondasi budaya Pre-Pottery Neolithic A (PPNA). [3]

Signifikansi

[sunting | sunting sumber]

Kebudayaan Natufian merupakan salah satu budaya pertama yang:

  • Mengembangkan permukiman permanen sebelum pertanian mapan.
  • Mengembangkan kompleksitas sosial awal, termasuk struktur pemakaman dan pengelompokan rumah.
  • Mewakili fase awal dari proses neolitisasi di Timur Dekat Kuno.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Bar-Yosef, Ofer (2001). "The Natufian Culture in the Levant, Threshold to the Origins of Agriculture". Evolutionary Anthropology. 10 (5): 159–177. doi:10.1002/evan.1013.
  2. Maher, Lisa A. (2011). "Hunter-Gatherers and Early Farming Communities in the Levant". PLOS ONE. 6 (9): e25883. doi:10.1371/journal.pone.0025883. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  3. Kuijt, Ian (2000). "People and Space in Early Agricultural Villages". Journal of Anthropological Archaeology. 19 (1): 75–102. doi:10.1006/jaar.1999.0336.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]