Kebohongan patologis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kebohongan patologis
Klasifikasi dan rujukan luar
Sinonims pseudologia fantastica, mitomania
Spesialisasi Psikiatri

Kebohongan patologis (juga disebut pseudologia fantastica dan mitomania) adalah kebiasaan berbohong yang kompulsif.[1][2] Kebohongan patologis pertama kali dideskripsikan dalam dunia kedokteran pada tahun 1891 oleh Anton Delbrueck.[2] Topik ini merupakan topik yang kontroversial di bidang psikiatri,[2] tetapi kebohongan patologis telah didefinisikan sebagai "pemalsuan yang sepenuhnya tidak proporsional dengan tujuan yang jelas, mungkin bersifat ekstensif dan sangat rumit, dan muncul dalam periode bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup".[1]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Beberapa ciri khas kebohongan patologis adalah:

  • Motif internal (dan bukan eksternal) yang dapat diketahui secara klinis.[2]
  • Ceritanya cenderung mengagung-agungkan pembohongnya.[3] Contohnya mereka dapat berbohong sebagai seorang pahlawan yang gagah berani

Beberapa psikiater mencoba membedakan kebohongan patologis dari kebohongan kompulsif, sementara ada pula yang menganggapnya sama. Namun ada juga yang menampik keberadaan kebohongan patologis dan kompulsif sebagai penyakit kejiwaan; hal ini masih menjadi kontroversi.[4]

Diagnosis[sunting | sunting sumber]

Kebohongan patologis sulit didiagnosis. Psikolog dilatih untuk memahami isu yang muncul dari kebohongan patologis sebagai "penyakit". Kebohongan patologis pernah masuk ke dalam daftar Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) edisi ketiga.[5]

Ujicoba dengan menggunakan detektor kebohongan menunjukkan bahwa penderita kebohongan patologis menunjukkan kegairahan, stres dan rasa bersalah dari tipu daya mereka. Hal ini berbeda dari para psikopat yang tidak menunjukkan emosi sama sekali. Kebohongan patologis juga bersifat internal, sementara orang-orang dengan penyakit antisosial mencari keuntungan eksternal seperti uang, seks atau kekuasaan.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Dike CC, Baranoski M, Griffith EE (2005). "pseudologia lying revisited". The Journal of the American Academy of Psychiatry and the Law. 33 (3): 342–9. PMID 16186198. 
  2. ^ a b c d Dike, Charles C. (June 1, 2008). "Pathological Lying: Symptom or Disease?". 25 (7). 
  3. ^ Healy, M., & Healy, W. (2004). Pathological lying, Accusation And Swindling. Winnetka, Illinois: Kessinger Publishing.
  4. ^ "The Truth About Compulsive and Pathological Liars". Psychologia. Diakses tanggal 28 January 2017. 
  5. ^ Mayes, Rick; Horwitz, Allan V. (2005-06-01). "DSM-III and the revolution in the classification of mental illness". Journal of the History of the Behavioral Sciences. 41 (3): 249–267. doi:10.1002/jhbs.20103. ISSN 1520-6696. PMID 15981242.