Lompat ke isi

Katwangga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Katwangga berbentuk Bairawa yang ditemukan di Padukuhan Pencar, Kelurahan Sindumartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman. Koleksi Balai Pelestarian Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

Katwangga (Dewanagari: खट्वाङ्ग; ,IAST: khaṭvāṅga, खट्वाङ्ग) adalah tongkat atau gada berukir dengan bentuk tengkorak pada bagian atasnya. Senjata tersebut ditemukan dalam ikonografi Hindu Tantra dan Buddha Wajrayana di Tibet. Selain itu, senjata ini ditemukan dalam berbagai variasi―selain tongkat dengan bentuk tengkorak di pangkalnya―seperti serampang yang ditancapi tengkorak atau trisula dengan tiga tengkorak pada setiap ujungnya.[1]

Keagamaan

[sunting | sunting sumber]

Dalam agama Hindu, Dewa Siwa kadangkala digambarkan membawa katwangga, sehingga dia memperoleh julukan "Katwanggi" (khatvāṅgī). Senjata itu disebutkan dalam tulisan Bhavabhuti berjudul Mālatīmādhava, serta dalam Śivastutī karya Narayana Panditacharya.[2]

Dalam Buddhisme Tibet aliran Vajrayana, simbol trisula yang ditancapi tengkorak (khaṭvānga) konon terinspirasi dari keterkaitannya dengan tradisi Kāpālika.[3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Robert Beer (1999). The Encyclopedia of Tibetan Symbols and Motifs. Serindia Publications. hlm. 250. ISBN 9780906026489.
  2. A. V. Narasimha Murthy (2001). Hemakuta: Recent Researches in Archaeology and Museology : Shri C.T.M. Kotraiah Felicitation Volume, Volume 1. Bharatiya Kala Prakashan. hlm. 160. ISBN 9788186050484.
  3. Beer, Robert (2003). The handbook of Tibetan Buddhist symbols. Serindia Publications. hlm. 102. ISBN 1-932476-03-2. Diakses tanggal February 3, 2010.