Katolik KTP

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Katolik KTP adalah orang Katolik yang telah dibaptis namun tidak melakukan praktiknya.[1] Orang semacam itu masih diidentifikasikan sebagai orang Katolik[2] dan masih menjadi orang Katolik menurut hukum kanon.[3]

Pengajaran Katolik tentang keanggotaan dalam Gereja[sunting | sunting sumber]

Menurut kepercayaan Katolik, pembaptisan "menyegelkan orang Kristen dengan tanda spiritual yang terpisahkan dari Yesus. Tak ada dosa yang bisa menghapuskan tanda ini, bahkan dosa yang menghindarkan pembaptisan dari penyematan buah keselamatan."[4]

Bahkan bentuk pelepasan yang dikenal sebagai ekskomunikasi tak membuat seseorang menjadi eks-Katolik: orang yang diekskomunikasi adalah orang yang "hubungannya dipotong dari Gereja", dihindarkan dari penerimaan Ekaristi dan ikut serta dalam liturgi (pembacaan, pelayanan di altar, dll), namun mereka masih Katolik.[5] Mereka masih dibujuk untuk ikut serta dengan Gereja, dengan tujuan mendorong mereka bertobat dan kembali ke partisipasi aktif dalam kehidupannya.

Nama kolokuial[sunting | sunting sumber]

Beberapa Katolik KTP mengikuti Misa pada saat-saat khusus seperti Natal (Christmas) dan Paskah (Easter). Katolik KTP semacam itu secara kolokuial disebut dengan istilah-istilah seperti Katolik budaya, Katolik kapal selam (Submarine Catholics), Dua waktu (Two-Timers), Chreaster,[6][7] Katolik C&E, Katolik Poinsettia & Lily,[7] APEC (Ash Wednesday, Palm Sunday, Easter, and Christmas/Rabu Abu, Minggu Palma, Paskah, dan Natal), CEO (Christmas and Easter Only/Hanya Natal dan Paskah), Katolik CAPE (Christmas, Ash [Wednesday], Palm [Sunday], Easter/Natal, [Rabu] Abu, [Minggu] Palma, Paskah), Katolik PACE (Palm [Sunday], Ash [Wednesday], Christmas, Easter/[Minggu] Palma, [Rabu] Abu, Natal, Paskah), Katolik CASE (Christmas and Sometimes Easter/Natal dan Terkadang Paskah), CME (Christmas, Mother's Day and Easter/Natal, Hari Ibu dan Paskah), atau Katolik A&P (Ash Wednesday and Palm Sunday/Rabu Abu dan Minggu Palma).[8]

"Katolik budaya" juga merujuk kepada anggota non-relijius dari sebuah kelompok etnis Katolik, seperti orang Austria,[9] orang Belgia, orang Bayern,[10] orang Kroasia, orang Prancis, orang Prancis Kanada, orang Filipina, orang Hongaria,[11] orang Irlandia, orang Italia, orang Lithuania, orang Malta, orang Polandia,[12] orang Portugis, orang Spanyol,[13] orang Slovenia, orang Slowakia dan orang Amerika Latin.[14]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ R. John Kinkel (29 September 2008). The Story of Early Christianity. Diakses tanggal 14 June 2012. In the old days (1950s) these people would be called backsliders, apostates, lapsed Christians, and now this label has emerged: FARC, ie fallen away Roman Catholic. 
  2. ^ Patricia Barbernitz (1993). Parish Ministry for Returning Catholics. Paulist Press. Diakses tanggal 14 June 2012. "I'm Catholic" is also the statement frequently used by some other people — those whom others might have named "inactive" Catholics, "fallen-away" or "lapsed" Catholics. For many of them, the statement remains, "I'm Catholic.". 
  3. ^ Catechism of the Catholic Church - Section Two: The Seven Sacraments of the Church, THE SACRAMENT OF BAPTISM Section 1272 "Baptism seals the Christian with the indelible spiritual mark (character) of his belonging to Christ. No sin can erase this mark, even if sin prevents Baptism from bearing the fruits of salvation. Given once for all, baptism cannot be repeated." - Archived April 21, 2011, accessed online February 19, 2016
  4. ^ "The Sacrament of Baptism (§1272)". Catechism of the Catholic Church. Baptism seals the Christian with the indelible spiritual mark (character) of his belonging to Christ....Given once for all, baptism cannot be repeated. 
  5. ^ "Even those who have joined another religion, have become atheists or agnostics, or have been excommunicated remain Catholics. Excommunicates lose rights, such as the right to the sacraments, but they are still bound to the obligations of the law; their rights are restored when they are reconciled through the remission of the penalty." New Commentary on the Code of Canon Law, ed. by John P. Beal, James A. Coriden, Thomas J. Green, Paulist Press, 2000, p. 63 (commentary on canon 11).
  6. ^ "Definition of Chreaster". Unwords.com. Nanovox Productions. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-05. 
  7. ^ a b "Why I hate Easter". Heart Songs:. 2002-03-31. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-05. 
  8. ^ Beck, Edward L. C. (22 September 2010). "Will A&P Catholics Still Flock to Church?". ABC News. 
  9. ^ "Religion in Austria on CIA World Factbook". Diakses tanggal December 13, 2006. 
  10. ^ "Kirchenmitgliederzahlen am 31. Dezember 2010" (PDF). ekd.de. Diakses tanggal 2012-03-10. 
  11. ^ "Magyarország Alaptörvénye" (PDF). Parlament.hu. Hungarian Parliament. Diakses tanggal 2 August 2014. 
  12. ^ GUS, Narodowy Spis Powszechny Ludnosci 2011: 4.4. Przynależność wyznaniowa (National Survey 2011: 4.4 Membership in faith communities) p. 99/337 (PDF file, direct download 3.3 MB). ISBN 978-83-7027-521-1 Retrieved 27 December 2014.
  13. ^ Centro de Investigaciones Sociológicas (April 2013). "Barómetro abril 2013" (PDF). hlm. 33. Diakses tanggal 6 April 2013. 
  14. ^ "Christians". Pew Research Center's Religion & Public Life Project. 18 December 2012. Diakses tanggal 22 September 2015.