Kartu Identitas Penduduk Tiongkok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kartu Identitas Penduduk
居民身份证
Jumin shenfenzheng.jpg
Contoh kartu tampak belakang (atas) dan tampak depan (bawah) dari Kartu Identitas Penduduk (kartu identifikasi generasi kedua)
Penerbit Tiongkok
Jenis dokumenKartu identitas
TujuanIdentifikasi
Syarat kepemilikanRegistrasi Hukou dibutuhkan
BiayaBiaya registrasi: RMB20,
Penggantian untuk kartu yang hilang atau rusak: RMB40
Kartu Identitas Penduduk Tiongkok
Nama Tionghoa
Hanzi sederhana: 居民身份证
Hanzi tradisional: 居民身份證
Nama Uighur
Uighur: كىملىك قانۇنى
Nama Zhuang
Zhuang: Cuhminz Sonhfwnceng
Nama Tibet
Tibet: གཞུང་གི་ལག་ཁྱེར་དང་པ་སེའི།

Kartu Identitas Penduduk (Hanzi: 居民身份证; Pinyin: Jūmín Shēnfènzhèng) adalah suatu dokumen identitas resmi bagi identifikasi personal di Republik Rakyat Tiongkok. Menurut bab kedua, klausa kesepuluh dari Undang-Undang Kartu Identitas Penduduk, penduduk Tiongkok diharuskan untuk mengajukan kartu identitas penduduk dari Biro Keamanan Publik lokal, sub-biro atau kantor polisi eksekutif setempat.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Generasi pertama Kartu Identitas Penduduk

Sebelum 1984, warga negara dalam Republik Rakyat Tiongkok tidak diharuskan untuk mendapatkan atau membawa identifikasi di depan umum.[2] Pada tanggal 6 April 1984, Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kartu Identitas Sementara (中华人民共和国居民身份证试行条例), memulai proses pengenalan identifikasi pribadi secara bertahap, mengikuti jejak banyak negara maju pada saat itu. Kartu identifikasi generasi pertama adalah kartu berhalaman tunggal yang terbuat dari film poliester. Antara 1984 dan 1991, percobaan untuk sistem kartu identitas baru terjadi di Beijing, Shanghai dan Tianjin. Shan Xiurong (单秀荣), seorang pemain Opera Tiongkok dan penyanyi sopran dari Beijing, adalah orang pertama yang menerima kartu identitas generasi pertama di Tiongkok.[3]

Pada tanggal 6 September 1985, Komite Tetap ke-12 Kongres Rakyat Nasional mengesahkan Undang-Undang Kartu Identitas Penduduk Republik Rakyat Tiongkok, yang mengatur bahwa semua warga negara di atas usia 16 tahun diwajibkan mengajukan kartu identitas.[4] Pada saat itu, Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok menciptakan otoritas terpadu yang bertanggung jawab atas penerbitan dan pengelolaan kartu identitas pribadi. Dari tahun 2003, dilaporkan bahwa total 1,14 miliar kartu identitas telah dibuat di Tiongkok,[5] untuk total 960.000.000 pemegang. Namun, sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan teknik-teknik tertentu yang tersedia untuk penduduk sipil, kartu yang ada menjadi relatif lebih mudah dipalsukan, membuka ancaman meningkatnya identifikasi palsu.

Pada 1 Juni 2003, Kongres Rakyat Nasional mengesahkan Undang-Undang Kartu Identitas Penduduk yang baru,[6] yang memperluas cakupan dokumen yang dikeluarkan, dan mengizinkan para tentara yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Rakyat serta anggota Kepolisian Bersenjata Rakyat untuk mengajukan kartu identitas khusus. Individu di bawah usia 16 juga diizinkan untuk secara sukarela mengajukan kartu identitas. Undang-undang juga menetapkan penggunaan kartu generasi kedua yang lebih baru, yang dapat dibaca mesin dan lebih sulit untuk dipalsukan.

Fitur[sunting | sunting sumber]

Kartu identitas berisi informasi dasar mengenai individu tersebut, seperti berikut ini:

Sisi depan
  • Nama lengkap – hanya dalam aksara Tionghoa. Nama etnis non-Tionghoa dan nama asing diterjemahkan ke dalam bahasa Tionghoa. Kartu ID generasi pertama berisi nama tulisan tangan untuk aksara Tionghoa yang langka, sedangkan kartu generasi kedua secara eksklusif menggunakan teks cetak komputer dalam bentuk tulisan yang lebih besar dibandingkan dengan generasi pertama, dan tidak mendukung karakter yang lebih jarang.
  • Jenis kelamin – mengandung satu karakter untuk laki-laki (男) atau perempuan (女).
  • Etnis – sebagaimana terdaftar secara resmi oleh Republik Rakyat Tiongkok.
  • Tanggal lahir – tercantum dalam format Kalender Gregorian, dalam urutan YYYY年MM月DD日 Big-endian (ISO 8601).
  • Domisili – tempat tinggal permanen individu sebagaimana ditentukan oleh Undang-Undang Kartu Identitas Penduduk Republik Rakyat Tiongkok.
  • Nomor induk kependudukan
  • Foto pemegang kartu
Sisi belakang
  • Otoritas yang menerbitkan kartu (kartu generasi pertama menggunakan stempel; kartu generasi kedua hanya menampilkan teks)
  • Batas validitas dokumen (untuk individu di bawah 16 tahun: lima tahun; untuk individu berusia antara 16 dan 25 tahun: sepuluh tahun; untuk individu berusia antara 26 dan 45 tahun: dua puluh tahun; untuk individu di atas 46 tahun usia: jangka panjang)

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Sebelum membeli tiket di stasiun kereta api, individu harus memverifikasi identitas mereka dengan mengetuk Kartu Identitas Penduduk mereka pada pembaca RFID.

Kartu identitas adalah satu-satunya dokumen hukum yang dapat diterima yang digunakan untuk memperoleh izin tinggal atau SIM, membuka rekening bank, mendaftar untuk nomor ponsel, melamar pendidikan tinggi dan sekolah teknik untuk warga negara Tiongkok daratan, dan merupakan salah satu dokumen hukum yang dapat beli tiket kereta api, dan melewati pos pemeriksaan keamanan di dalam terminal domestik di bandara di daratan Tiongkok. Dokumentasi juga diperlukan untuk perkawinan, pendaftaran rumah tangga, dan kasus hukum.

Baru-baru ini, terdapat lebih banyak layanan yang memerlukan tampilan Kartu Identitas Penduduk, seperti di kafe internet dan toko-toko tertentu.[7]

Polisi diharuskan memeriksa dokumen identifikasi di mana:

  • Tersangka kriminal perlu diidentifikasi;
  • Untuk memeriksa orang-orang yang terkait dengan personel yang terlibat dalam suatu insiden;
  • Dalam terjadinya darurat keamanan yang serius, dan ada persyaratan untuk mendapatkan identitas seseorang di tempat kejadian;
  • Jika hukum mengharuskan demikian selama suatu kasus.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]