Karsinoma sel skuamosa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kanker kulit sel skuamosa
Squamous Cell Carcinoma.jpg
Karsinoma sel skuamosa
Spesialisasi Dermatologi, operasi plastik, otorhinolaringologi
Frekuensi 2.2 juta (2015)[1]
Kematian 51.900 (2015)[2]

Karsinoma sel skuamosa (bahasa Inggris: Squamous cell carcinoma, SCC atau SqCC) merupakan salah satu jenis kanker kulit selain kanker sel basal dan melanoma.[3] Kanker ini biasanya tampak seperti bengkak besar, tetapi juga dapat membentuk borok.[4] Serangan kanker ini biasanya berlangsung selama berbulan-bulan.[5] Kanker kulit sel skuamosa lebih dapat menyebar ke wilayah sekitar daripada kanker sel basal.[6]

Faktor risiko terbesar adalah paparan terhadap radiasi ultraviolet dari Matahari.[7] Faktor risiko lain adalah bekas luka dari sebelumnya, luka kronis, keratosis asitinik, kulit yang lebih terang, penyakit Bowen, terpapar arsen, fungsi sistem kekebalan yang buruk, karsinoma sel basal dari sebelumnya, dan infeksi HPV.[7][8][9] Alat untuk berjemur di dalam ruang juga menjadi sumber radiasi ultraviolet di negara-negara Barat.[9] Kanker ini berasal dari sel skuamosa di dalam kulit manusia.[10] Diagnosis biasanya didasarkan pada pemeriksaan kulit dan dikonfirmasi oleh biopsi jaringan.[7][11]

Metode efektif untuk mencegah kanker sel skuamosa adalah mengurangi radiasi ultraviolet dan penggunaan tabir surya.[12][13] Kanker ini biasanya dikeluarkan dengan melakukan operasi.[7] Operasi dapat dilakukan lewat pemotongan sederhana jika sel kankernya kecil, tetapi jika tidak operasi Mohs perlu dilakukan.[7] Pilihan lain adalah kriosurgeri dan terapi radiasi.[14] Jika penyakit telah menyebar, kemoterapi juga dapat dilakukan.[14]

Pada tahun 2015, terdapat sekitar 2,2 juta pengidap kanker sel skuamosa[1] atau sekitar 20% kasus kanker.[15] Sekitar 12% laki-laki dan 7% wanita di Amerika Serikat pernah mengidap kanker ini.[7] Prognosisnya biasanya baik, tetapi jika menyebar, tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun berkisar pada angka 34%.[5][12] Pada tahun 2015, penyakit ini mengakibatkan 51.900 kematian di seluruh dunia.[2] Mereka yang didiagnosis biasanya berumur 66 tahun.[5] Setelah berhasil ditangani, terdapat kemungkinan besar bahwa kanker ini akan kembali muncul pada pengidapnya.[7]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b GBD 2015 Disease and Injury Incidence and Prevalence, Collaborators. (8 October 2016). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6. PMC 5055577alt=Dapat diakses gratis. PMID 27733282. 
  2. ^ a b GBD 2015 Mortality and Causes of Death, Collaborators. (8 October 2016). "Global, regional, and national life expectancy, all-cause mortality, and cause-specific mortality for 249 causes of death, 1980-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1459–1544. doi:10.1016/s0140-6736(16)31012-1. PMC 5388903alt=Dapat diakses gratis. PMID 27733281. 
  3. ^ "Skin Cancer Treatment (PDQ®)". NCI. 2013-10-25. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 July 2014. Diakses tanggal 30 June 2014. 
  4. ^ Lynne M Dunphy (2011). Primary Care: The Art and Science of Advanced Practice Nursing. F.A. Davis. hlm. 242. ISBN 9780803626478. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-05-20. 
  5. ^ a b c Ferri, Fred F. (2016). Ferri's Clinical Advisor 2017 E-Book: 5 Books in 1 (dalam bahasa Inggris). Elsevier Health Sciences. hlm. 1199. ISBN 9780323448383. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 August 2017. Diakses tanggal 2 July 2017. 
  6. ^ Cakir, BÖ; Adamson, P; Cingi, C (November 2012). "Epidemiology and economic burden of nonmelanoma skin cancer". Facial plastic surgery clinics of North America. 20 (4): 419–22. doi:10.1016/j.fsc.2012.07.004. PMID 23084294. 
  7. ^ a b c d e f g Gandhi, SA; Kampp, J (November 2015). "Skin Cancer Epidemiology, Detection, and Management". The Medical clinics of North America. 99 (6): 1323–35. PMID 26476255. 
  8. ^ Opel, Sophia (2016). Textbook of Plastic and Reconstructive Surgery (edisi ke-1). UCL Press. hlm. 65. ISBN 9781910634394. 
  9. ^ a b Gallagher, RP; Lee, TK; Bajdik, CD; Borugian, M (2010). "Ultraviolet radiation". Chronic diseases in Canada. 29 Suppl 1: 51–68. PMID 21199599. 
  10. ^ "NCI Dictionary of Cancer Terms". National Cancer Institute. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 November 2016. Diakses tanggal 9 November 2016. 
  11. ^ "Skin Cancer Treatment". National Cancer Institute (dalam bahasa Inggris). 21 June 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 July 2017. Diakses tanggal 2 July 2017. 
  12. ^ a b World Cancer Report 2014. World Health Organization. 2014. hlm. Chapter 5.14. ISBN 9283204298. 
  13. ^ Jou, PC; Feldman, RJ; Tomecki, KJ (June 2012). "UV protection and sunscreens: what to tell patients". Cleveland Clinic journal of medicine. 79 (6): 427–36. doi:10.3949/ccjm.79a.11110. PMID 22660875. 
  14. ^ a b "Skin Cancer Treatment". National Cancer Institute (dalam bahasa Inggris). 21 June 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 July 2017. Diakses tanggal 2 July 2017. 
  15. ^ Stratigos, A; Garbe, C; Lebbe, C; Malvehy, J; del Marmol, V; Pehamberger, H; Peris, K; Becker, JC; Zalaudek, I; Saiag, P; Middleton, MR; Bastholt, L; Testori, A; Grob, JJ; European Dermatology Forum, (EDF).; European Association of Dermato-Oncology, (EADO).; European Organization for Research and Treatment of Cancer, (EORTC). (September 2015). "Diagnosis and treatment of invasive squamous cell carcinoma of the skin: European consensus-based interdisciplinary guideline". European Journal of Cancer. 51 (14): 1989–2007. PMID 26219687. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]