Karier Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ir.
Basuki Tjahaja Purnama
M.M.
Ahok saat pemberian penghargaan oleh Bappenas
Gubernur DKI Jakarta ke-17
Petahana
Mulai menjabat
16 Oktober 2014
(Pelaksana Tugas hingga 19 November 2014)
Presiden Joko Widodo
Wakil Djarot Saiful Hidayat
Didahului oleh Joko Widodo
Informasi pribadi
Lahir 29 Juni 1966 (umur 51)
Bendera Indonesia Manggar, Belitung Timur, Indonesia
Kebangsaan  Indonesia
Partai politik Aynkyj1CUAI2jb0.jpg PPIB (2004–08)
Logo GOLKAR.jpg P. Golkar (2008–12)
Gerindra.jpg P. Gerindra (2012–14)
Suami/istri Veronica Tan
Anak Nicholas Sean (l. 1998)
Nathania (l. 2001)
Daud Albeenner (l. 2006)
Alma mater Universitas Trisakti
STIE Prasetiya Mulya
Pekerjaan Insinyur
Politikus
Agama Kristen Protestan
Tanda tangan
Media sosial
Situs web ahok.org

Karier Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta adalah artikel yang berisi daftar kebijakan, kinerja, prestasi, dan kontroversi yang diraih oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau dikenal dengan sebutan Ahok, selama masa pemerintahannya.

Reformasi anggaran[sunting | sunting sumber]

Penerapan e-budgeting[sunting | sunting sumber]

Mulai tahun anggaran 2015, atau setelah dilantik menjadi Gubernur baru menggantikan Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama mengajukan e budgeting sebagai solusi untuk memperbaiki penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta. Sistem ini sebenarnya sudah diajukan sejak 2014, namun ditolak. Karena itu, dilakukan pembenahan terhadap birokrasi di DKI Jakarta dan PNS yang bersih dan memiliki kemampuan e budgeting ditunjuk. Hal ini akhirnya memicu kontroversi anggaran pembelian UPS pada RAPBD 2015. Pembahasan RAPBD 2015 akhirnya berakhir deadlock dan harus menggunakan pagu APBD 2014.[1][2] Dalam insiden ini, Ahok diteriaki "anjing" oleh salah satu anggota dewan saat diadakan mediasi oleh Kementerian Dalam Negeri.[3] Ahok sendiri kemudian balas meneriaki penentangnya dengan sebutan "tai" dalam sebuah wawancara KompasTV yang kemudian menjadi kontroversi.[4]

Berbeda dengan pembahasan RAPBD 2015, APBD 2016 DKI Jakarta disahkan dengan mulus. E budgeting kembali diterapkan[5] dan membuat DKI Jakarta menjadi percontohan bagi daeerah lain, termasuk Ridwan Kamil dari Bandung[6], dalam penyusunan anggaran. Bahkan Basuki mengklaim bahwa APBN pun direncanakan akan ikut menggunakan e budgeting dengan menggunakan template yang telah dikembangkan DKI Jakarta.[7] Perda APBD 2016 akhirnya disahkan tanpa banyak hambatan pada tanggal 23 Desember 2015.[8]

Penerapan e-katalog[sunting | sunting sumber]

Untuk menekan permainan birokrat dalam pengadaan barang dan jasa, termasuk di antaranya upaya mark up, memperudah proses belanja pemerintah, Basuki menerapkan pemesanan melalui e-katalog. Pada tanggal 31 Desember 2014, diungkapkan bahwa sudah 8.000 produk dalam sistem e-katalog dan dapat dibeli secara langsung oleh instansi pemerintah.[9] Basuki berencana ke depan akan memesan trotoar[10], alat kesehatan[11], bus besar[12] sheetpile (dinding turap), hingga perbaikan jalan berlubang.[13]

Layanan sosial, kesehatan, dan transportasi[sunting | sunting sumber]

Peningkatan taraf layanan puskesmas menjadi rumah sakit[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 3 April 2015, sebanyak 15 Puskesmas diresmikan meningkat taraf pelayanannya menjadi Rumah Sakit Umum tipe D. Dengan demikian, RSUD yang sudah ada akan terbantu karena beban antrian bisa dibagi. RSU tipe D akan fokus melayani kebutuhan dasar, seperti kebidanan, dokter anak, bedah ringan, dan penyakit dalam. Karenanya, akan ada dokter spesialis yang praktik untuk melayani masyarakat. Dari 15 RSU tersebut, kapasitas ruang rawat inap pun mengalami penambahan, yang tadinya terdapat 518 kamar tidur menjadi 750 kamar tidur. Di RSU itu pun akan ada kamar operasi, ruang Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit (HCU).[14]

Transjakarta gratis untuk warga rusun[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan peresmian Masjid Rusun Marunda, pada tanggal 17 Januari 2016, Basuki mengumumkan layanan Transjakarta gratis melalui feeder yang disediakan di setiap rumah susun di Jakarta. Layanan gratis ini hanya berlaku untuk penghuni rumah susun. Bus akan beroperasi pada pukul 8 pagi hingga 10 malam. Bus gratis diperuntukkan bagi warga pemilik KTP rumah susun dan anak-anak pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP). Penghuni rusun yang akan menggunakan layanan bus gratis harus mengisi formulir yang disediakan pihak Transjakarta yang berisi kolom nama, alamat, dan nomor KTP diisi dengan benar agar memudahkan saat pengecekan oleh petugas Transjakarta.[15]

Selain Transjakarta gratis, Pemprov juga akan meluncurkan bus-bus reguler untuk melayani warga rusun. Antara lain Daan Mogot dan Tambora akan terkoneksi dengan Kopaja B 87 (Kalideres-Muara Baru). Rusunawa Kapuk Muara dan Flamboyan terkoneksi dengan Metromini B 82 (Kalideres-Grogol). Rusunawa Cipinang Besar Selatan terkoneksi dengan Kopaja T 502 (Kampung Melayu-Tanah Abang, ‎Rusunawa Marunda terkoneksi dengan Metromini U 23 (Tanjung Priok-Cilincing). Rusunawa Pinus Elok dan Rawa Bebek terkoneksi dengan Metromini T 42 rute Pulo Gadung-Pondok Kopi. Rusunawa Budha Tzu Chi terkoneksi dengan bus kota terintegrasi busway. Sementara Rusunawa Pulogebang tersambung dengan Metromini T 44 (Pulogadung-Pulogebang).[15]

Pengadaan Scania untuk Transjakarta[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 11 Maret 2016, Basuki mulai memperkenalkan Scania untuk menggantikan bus dalam kota di Jakarta. Keberadaan bus yang lebih mewah, kukuh, dan nyaman ini diharapkan bisa mendesak Metromini dan Kopaja yang selama ini mengabaikan keamanan dan kenyamanan penumpang. Bus ini memiliki fasilitas elevator untuk memudahkan kaum disabilitas dan manula, terutama yang berkursi roda.[16]

Peluncuran Bus Scania telah dilakukan beberapa kali, salah satunya pada tanggal 14 Juli 2015, sebanyak 20 unit[17], dan 116 lainnya, bersama dengan merk Mercedes Benz, pada tanggal 20 Oktober 2016[18]

Subsidi daging untuk pemegang KJP[sunting | sunting sumber]

Untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak yang kurang mampu, Basuki memberikan subsidi untuk pembelian daging. Dengan demikian, pemegang KJP bisa merasakan makan daging tanpa terbebani secara keuangan. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini anak pemegang KJP memang menggunakan kartunya untuk membeli makanan di sejumlah pusat makanan, dan diperbolehkan oleh Pemprov.[19]

Sanksi penutupan toko yang cairkan dana KJP[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 16 Desember 2015, pemprov merazia toko di daerah Koja Baru yang dicurigai mencairkan dana Kartu Jakarta Pintar dalam bentuk tunai. Akibatnya dua toko yang terbukti langsung ditutup. Manager PD Pasar Jaya Wilayah Jakarta Utara, Pence Harahap, membenarkan bahwa kedua toko tersebut ditutup untuk waktu yang belum ditentukan terkait ulah pencairan dana KJP.[20]

Pembenahan banjir[sunting | sunting sumber]

Normalisasi Kali Sunter[sunting | sunting sumber]

Normalisasi Kali Sunter dilakukan mulai pada tanggal 17 November 2013 di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Pada saat itu, ada sekitar 180 kepala keluarga (KK) yang tinggal di bantaran Kali Sunter yang akan direlokasi ke rumah susun terdekat. Untuk itu, warga sebenarnya sudah diberikan sosialisasi rencana penertiban.[21] Namun kemudian normalisasi ini terkendala karena masalah pembebasan lahan. Setidaknya di RW 04 Cipinang Melayu saja, dari 41 berkas kepemilikan lahan yang masuk, hanya 6 yang dianggap lengkap dan aman untuk dilakukan pembayaran. [22] Proyek normalisasi lalu dilanjutkan di bawah pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, setelah adanya kepastian anggaran di APBD DKI 2016.[23]

Normalisasi Waduk Rawa Badung[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 6 Agustus 2015, setelah pembongkaran 85 bangunan liar di Kampung Rawa Badung RT 10 dan RT 14/08, Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur, dirampungkan, lahan tersebut akan langsung dikeruk untuk dikembalikan fungsinya menjadi waduk. Waduk Rawa Badung yang memiliki luas sekitar 1,8 hektare ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di Jalan KRT Radjiman dan sekitarnya. Disisi timur lahannya seluas 1,8 hektare berada di RT 10 dan RT 14/08. Sedangkan di sisi barat luasnya 2,6 hektare berada di wilayah RW 10 dan RW 08. Pengerukan lahan mengambil dari bagian dana pemeliharaan waduk sebesar Rp 9,9 miliar. Jika masih kurang akan menggunakan dana tak terprediksi 2015.[24]

Normalisasi Cengkareng Drain[sunting | sunting sumber]

Di bawah program JEDI, Cengkareng Drain termasuk bagian yang dinormalisasi. Normalisasi dimulai pada 11 Desember 2013 namun awalnya terkendala konsolidasi pembuangan lumpur bekas kerukan, yang akhirnya diputuskan di Ancol. Program dimulai kembali pada tanggal 22 Januari 2014.[25] Pada tanggal 11 Mei 2014, sheetpile telah terpasang sepanjang 1,8 km dari total keseluruhan 7,8 km[26] Normalisasi ini dilanjutkan di bawah pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan pemasangan sheetpile selesai seluruhnya apda tanggal 15 Desember 2014[27]

Selanjutnya, dilakukan pembuatan Kali Cengkareng Drain II yang akan memotong jalur Kali Angke, Kali Semanan, dan Kali Mukevart, yang selanjutnya akan diteruskan ke laut. Dengan demikian, air tidak lagi tertahan dan membuat banjir hingga Tangerang, namun langsung dibuang ke laut, sehingga diharapkan banjir di Jakarta Barat berkurang.[28]

Pembangunan Sodetan Ciliwung[sunting | sunting sumber]

Untuk memperingan beban banjir di Kanal Banjir Barat dan Ciliwung, sedang dibuat saluran yang menghubungkan Ciliwung dengan Banjir Kanal Timur, sehingga sebagian beban bisa dialihkan ke BKT. Sebab selama ini BKT seringkali tidak terisi maksimal, sementara Ciliwung selalu meluap di saat musim banjir. Dengan adanya sodetan ini, sebagian aliran air bisa dialihkan melalui timur Jakarta untuk selanjutnya masuk ke laut di wilayah Marunda. [29] Pengerjaan sodetan sudah dimulai sejak tanggal 19 Desember 2013, dan diteruskan di masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama. [30]

Pembenahan Waduk Kebon Melati[sunting | sunting sumber]

Waduk Kebon Melati dikeruk setelah tertunda selama bertahun-tahun. Di bawah kepemimpinan Joko Widodo, normalisasi dilakukan mulai 11 Desember 2013 sebagai bagian dari proyek JEDI. Selain dikeruk, bagian pinggir waduk juga dipasangi sheetpile.[31] Setelah pergantian kepemimpinan di bawah Basuki Tjahaja Purnama, proyek ini dilanjutkan hingga akhirnya selesai pada tanggal 26 November 2015. [32] Selanjutnya Basuki Tjahaja Purnama juga menagih komitmen Intiland untuk menyediakan pompa yang akan sagat berguna saat wilayah sekitarnya banjir. [33]

Pembangunan fisik[sunting | sunting sumber]

Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih detail mengenai pembangunan RPTRA di Jakarta, silakan kunjungi artikel Ruang Publik Terpadu Ramah Anak

Untuk memfasilitasi tercapainya target 30 persen ruang terbuka hijau dan Jakarta sebagai kota ramah anak, Basuki Tjahaja Purnama menginisasi pembangunan taman dengan konsep komunitas di berbagai perkampungan di DKI Jakarta. Berbeda dengan taman biasa, RPTRA biasanya tidak berada di tempat yang ramai dan strategis, namun di tengah perkampungan dengan akses jalan sempit, sehingga warga kampung mendapat manfaat paling maksimal atas keberadaan RPTRA ini. Taman ini diberi penerangan yang layak, diawasi CCTV, diberi fasilitas mainan luar ruang, memiliki ruang laktasi, serta ramah disabilitas, sehingga diharapkan seluruh warga dari berbagai kalangan umur bisa berkumpul dan menikmatinya.[34]

Renovasi Terminal Rawamangun[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih detail, silakan kunjungi artikel Terminal Rawamangun

Pada tanggal 25 Mei 2015, Terminal Rawamangun selesai direnovasi namun penggunaannya terkendala jalur bus yang berbelok dan terlalu sempit, sehingga bus besar tidak bisa masuk. Masalah yang diketahui kemudian adalah Gedung Sudin Perhubungan Jakarta Timur yang menghalangi jalur bus. Sementara gedung tersebut tidak bisa dihapus begitu saja karena merupakan aset negara.[35] Desain akhirnya diperbaiki mulai Juni 2015 dan selanjutnya bus besar sudah bisa memasuki terminal tersebut. Selain membongkar separator pada jalur bus, petugas juga membuatkan marka jalan agar pengemudi tidak menabrak gedung sudin.[36]

Renovasi Terminal Klender[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih detail, silakan kunjungi artikel Terminal Klender

Penambahan gedung RSUD Koja[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih detail, silakan kunjungi artikel Rumah Sakit Umum Daerah Koja

Pada tanggal 11 Desember 2013, Joko Widodo meresmikan dimulainya pembangunan satu gedung tambahan sebanyak 16 lantai. Namun pembangunan ini masih terus berlanjut di bawah masa pemerintahan gubernur selanjutnya, Basuki Tjahaja Purnama. Hasil pengembangan ini meningkatkan kapasitas rumah sakit dari 563 tempat tidur menjadi 955. Selain itu RSUD mendapat penambahan fasilitas 20 buah unit PICU, 24 buah unit NICU, 30 buah unit ICCU.[37] Selain memiliki gedung baru, RSUD Koja juga memiliki sistem antrian modern layaknya bank swasta, di mana pengunjung tinggal meletakkan kartu BPJS ataupun JKN dan ‎tinggal menekan tombol.[38]

Selama proses pembangunan, terjadi hambatan birokrasi dalam pembuatan detail engineering design (DED) yang berakibat pembangunan baru bisa dilaksanakan tahun 2019. Basuki kemudian berusaha memotong jalur birokrasi berbelit ini dengan meminta bantuan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) saat itu, Kuntoro Mangkusubroto, untuk menerbitkan dokumen rancang bangun melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Dokumen rancang bangun akhirnya keluar dalam 2 bulan saja, kemudian pemerintah provinsi bersepakat dengan DPRD untuk menggunakan anggaran tahun jamak (multi years). Gedung baru RSUD Koja akhirnya selesai pada tanggal 11 November 2015 dan diresmikan.[39]

Penambahan gedung RSUD Budhi Asih[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih detail, silakan kunjungi artikel Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih

Mantan Gubernur DKI Joko Widodo mencanangkan pembangunan gedung tambahan untuk RSUD Budhi Asih. Proyek perluasan ini baru selesai di masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dengan tower baru berlantai delapan. Dengan adanya penambahan kapasitas, turut pula dilakukan penambahan ruang layanan antara lain sarana evakuasi pasien, dapur pasien, penambahan kapasitas rawat jalan, rawat inap, kamar operasi serta HCU/NICU dari 351 tempat tidur menjadi 506 tempat tidur.[40].

Selain itu diadakan perbaikan kualitas layanan dengan pendaftaran online melalui website atau aplikasi andorid bagi pemilik BPJS Kesehatan. Melalui layanan ini, calon pasien tidak perlu lagi antri di loket pendaftaran, namun cukup memasukkan nomor BPJS setelah mendapat rujukan dari puskesmas. Calon pasien tinggal membawa bukti nomor pendaftaran yang diberikan dan selanjutnya mengantre di klinik tujuan sesuai jadwal yang diberikan. Selain itu, bagi calon pasien yang tidak melalui layanan online bisa menggunakan pendaftaran dengan sistem kiosk, di mana calon pasien tidak perlu berhadapan dengan loket pendaftaran, namun menggunakan mesin.[41]

Pembangunan Ulang Rusun Tambora[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih detail, silakan kunjungi artikel Rumah Susun Tambora

Pada tanggal 1 November 2013, pembangunan ulang rumah susun Tambora dimulai dan diharapkan selesai November 2014.[42] Namun baru selesai dan diresmikan oleh Basuki Tjahaja Purnama pada tanggal 24 Februari 2015. Pembangunan ulang ini meningkatkan kualitas hunian rusun karena unit yang lebih luas, yaitu 30 m2, jauh lebih luas dari sebelumnya. Setelah dibangun ulang, Rusun Tambora memiliki 16 lantai dan 549 unit. Setiap unit terdapat dua kamar, satu ruang tamu, satu kamar mandi, dapur dan balkon untuk menjemur pakaian. Kompleks rusunawa menempati lahan seluas 21.473 meter persegi dan memiliki 3 tower.[43]

Pembangunan Jalan Layang Kuningan[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih detail, silakan kunjungi artikel Jalan Layang Kuningan

Pada tanggal 30 Desember 2015, jalan layang kuningan yang telah dibangun selama kurang lebih setahun akhirnya selesai dan resmi dibuka untuk umum. Jalan layang ini memiliki panjang 581 meter dan dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya dengan menelan biaya Rp 137 miliar sejak awal 2015. Diharpapkan kemacetan berkurang karena jalan layang ini membantu menghubungkan sisi barat dan timur dari Cawang dan Pancoran menuju Semanggi dan Slipi.[44]

Pembangunan Jalan Layang Permata Hijau[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih detail, silakan kunjungi artikel Jalan layang Permata Hijau

Pada tanggal 5 Januari 2016, Jalan Layang Permata Hijau selesai dibangun dan siap untuk dioperasikan. Sebelumnya, daerah Permata Hijau dihubungan dengan Patal Senayan Simprug melalui perlintasan tak sebidang yang melintasi rel kereta api sehingga membahayakan pengendara sekaligus memicu kemacetan luar biasa di daerah ini. Diharapkan dengan adanya Jalan Layang Permata Hijau, kemacetan terurai dan warg tidak perlu lagi berjalan memutar atau melintasi jalur kereta api.[45]

Pembangunan Masjid Fatahillah[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih detail, silakan kunjungi artikel Masjid Fatahillah

Masjid Fatahillah diresmikan pada tanggal 29 Januari 2016 oleh Presiden Joko Widodo. Masjid Fatahillah dibangun sejak pertengahan Desember 2015. Anggaran pembangunan masjid mencapai Rp18,838 miliar dari APBD DKI 2015.[46] Masjid ini memiliki spesifikasi luas 410 meter persegi untuk lantai 1, 594 meter persegi untuk lantai dua dan mampu menampung kurang lebih 1.513 jemaah. Sebelumnya masjid ini merupakan musala dengan luas 200 meter persegi. Peresmian masjid ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran surat At Taubah ayat 18.[47]

Pembangunan Masjid Rusun Marunda[sunting | sunting sumber]

untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi artikel Masjid Rusun Marunda

Pada tanggal 17 Januari 2016, Basuki meresmikan 4 masjid di Jakarta Timur, yang dikonsentrasikan di Masjid Rusun Marunda, Cluster B, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Masjid Rusun Marunda memiliki luas 2.200 meter persegi yang dapat menampung 2.500 jemaah dan telah mulai dibangun sejak tahun 2014. Ia sekaligus mengungkapkan kekecewaannya atas kualitas pembangunan masjid dan berpesan agar masjid tidak menjadi tempat menyebarkan kebencian. Selain Masjid Marunda, sekaligus telah dibangun juga Masjid Al-Ikhlas Rutan Pondok Bambu (Jakarta Timur), Masjid Rusun Komarudin (Jakarta Timur), dan Masjid Rusun Pondok Bambu (Jakarta Timur).[48]

Penataan ruang[sunting | sunting sumber]

Relokasi Kampung Pulo[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi artikel Relokasi Kampung Pulo

Pada tanggal 20 Agustus 2015, eksekusi relokasi terhadap 520 bidang tanah yang dihuni warga bantaran Kali Ciliwung di Kampung Pulo akhirnya dilakukan. Eksekusi ini mengundang kemarahan beberapa warga dan akhirnya terjadi bentrok. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Proses relokasi ini melibatkan 2.150 personel gabungan TNI, Kepolisian, dan Satpol PP. Satu alat berat juga disiagakan untuk menghancurkan bangunan liar.Personel kepolisian pun mengeluarkan gas air mata untuk meredam kericuhan. Satu orang warga dipukuli personel Satpol PP karena dianggap menghalang-halangi petugas.[49]

Warga kemudian dipindahkan ke Rumah Susun Jatinegara Barat yang kondisinya jauh lebih layak dibanding tinggal di pinggiran sungai. Rusun ini mendapat pujian banyak pihak yang menilainya sekelas apartemen, bukan lagi rusun. Sebab fasilitas yang diberikan antara lain Unit 30 meter persegi dengan dua kamar yang lega, satu kamar mandi shower, balkon, ruang serbaguna, sensor asap, dan dapur. Rusun ini juga dilengkapi lift untuk turun naik, CCTV, cleaning service, dan keramik yang licin. Keamanan juga dijamin dengan penjagaan 24 jam. Warga hanya perlu membayar Rp 10 ribu per hari atau Rp 300 ribu per bulan untuk menikmati fasilitas ini.[50]

Relokasi Kalijodo[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi artikel Kalijodo

Kalijodo sebenarnya sudah direncanakan untuk ditertibkan sejak tahun 2014 dengan alasan merupakan jalur hijau.[51] Namun kemudian tertunda karena menunggu penertiban Waduk Pluit selesai.[52] Setelahnya, Pemprov DKI mendapat momentum dengan adanya kecelakaan yang melibatkan Toyota Fortuner setelah pengemudinya minum minuman keras sepulang dari Kalijodo.[53] Akhirnya pada tanggal 29 Februari 2016, penduduk Kalijodo direlokasi dengan melibatkan 5000 personel Polri,[54] 2500 personel Satpol PP[55] dan 400 personel TNI [56]

Penertiban berlangsung lancar, dengan penduduk yang memiliki KTP DKI bersedia dipindahkan ke rusunawa Marunda dan Pulogebang atau dipulangkan ke daerah asal.[57]

Relokasi Bukit Duri[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi artikel Bukit Duri

Relokasi Bukit Duri dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada tanggal 12 Januari 2016, yang merobohkan sekitar 92 rumah di wilayah bantaran Ciliwung sekitar Bukit Duri sepanjang 250meter, untuk kemudian dibuat sheet pile guna memperkuat dinding sungai.[58] Sementara tahap kedua direncanakan pada akhir Mei 2016. Pada tahap kedua ini, relokasi akan dilakukan untuk 135 bidang. [59] Warga yang tergusur mendapat unit rusunawa di Cipinang Besar Selatan[60] dan Rawa Bebek[61]. Sementara yang memiliki sertifikat tanah akan diberikan ganti rugi.[59]

Relokasi Pasar Karang Anyar[sunting | sunting sumber]

Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi artikel Pasar Karang Anyar

Relokasi Pasar Ikan[sunting | sunting sumber]

Relokasi Pasar Ikan dilakukan sebaaga salah satu langkah untuk membenahi wilayah wisata Kota Tua Jakarta. Pasar Ikan akan direvitalisasi untuk dikelola lebih profesional dibanding kondisi selama ini yang malah disalahgunakan untuk kontrakan dan hunian di atas tanah milik PD Pasar Jaya. Selain itu, dilakukan pula pemasangan turap sheetpile untuk menghalangi air dari laut masuk ke kawasan Jakarta Utara. Rencana ini mendapat penentangan dan memunculkan fenomena manusia perahu, walaupun jumlahnya hanya berkisar 20an orang, yang secara perlahan menyerah dan satu per satu menempati hunian pengganti. Warga relokasi dipindahnkan ke Rumah Susun Rawa Bebek, Pulogebang, Marunda, Kapuk Muara, dan Muara Angke. [62][63][64]

Pembenahan pariwisata[sunting | sunting sumber]

Bus Tingkat[sunting | sunting sumber]

Untuk transportasi berkeliling pusat kota Jakarta, mulai dari Museum Nasional - Gedung Arsip – Museum Bank Indonesia – Bank BNI 46, di mana dekat dengan Museum Fatahillah dan Kota Tua – Pasar Baru (Gedung Kesenian Jakarta) – Juanda/Masjid Istiqlal – hingga Monumen Nasional. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan bus wisata yang bisa digunakan secara gratis. Bus ini memiliki dua tingkat dan penumpangnya dibatasi agar seluruhnya mendapat tempat duduk. Sebagian besar bus ini disumbangkan pihak swasta.[65] Hingga 7 Agustus 2016, telah tersedia 14 bus tingkat wisata.[66]

Lenggang Jakarta[sunting | sunting sumber]

Untuk membenahi pedagang kaki lima di Monas, khususnya di parkiran IRTI, pada tanggal 22 Mei 2015, Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Lenggang Jakarta, yang berbentuk food court dengan transaksi yang mewajibkan penggunaan e-money atau cashless. Makanan yang dijual telah diperiksa BPOM sehingga dijamin tidak meracuni warga. Pedagang juga wajib mengikuti pelatihan yang diberikan Pemprov DKI. [67] Lenggang Jakarta adalah prototype yang akan diterapkan ke tempat lainnya, misalnya Kalijodo atau Kota Tua[68]

Kota Tua[sunting | sunting sumber]

Prestasi dan penghargaan[sunting | sunting sumber]

No Penghargaan dari Kategori / Nama Penghargaan Keterangan
1 WWF National Earth Hour Capital 2016 Komitmen tinggi terhadap pembangunan rendah karbon di sejumlah sektor yang signifikan.
2 WWF National Earth Hour Capital 2015 Komitmen tinggi terhadap pembangunan rendah karbon di sejumlah sektor yang signifikan.
3 PT Telkom Indonesia Smart City Nusantara Kondisi konektivitas infrastruktur, konten yang disajikan dan kolaborasi dengan masyarakat.
4 Indonesia Green Award 2016 The Most Inspiring Memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) di DKI Jakarta.
5 Bappenas Terbaik I Kategori Provinsi Perencanaan Terbaik
6 Bappenas Terbaik I Kategori Provinsi Perencanaan Inovatif
7 Bappenas Terbaik I Kategori Provinsi Perencanaan Progresif
8 Bappenas MDGs Terbaik Pencapaian MDGs Tertinggi Tahun 2015
9 Keluarga Mantan Presiden Gus Dur Gus Dur Award 2016 Tokoh pemberani, tegas, antikorupsi, bersih, seperti Gus Dur
10 Bappenas MDGs Capaian terbaik
11 Bappenas MDGs Capaian indikator terbanyak
12 Bappenas dan LKPP National Procurement Awards Keberhasilan dan kepemimpinan dalam transformasi pengadaan secara elektronik.
13 Komisi Pemberantasan Korupsi Penghargaan Anti Gratifikasi Berhasil mendorong pengendalian gratifikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
14 Basarnas Warga Kehormatan Basarnas Memiliki keistimewaan untuk menggunakan fasilitas khusus dari Basarnas
15 Alzheimers Disease International Champion Alzheimer's Disease Dukungan dan kepeduliannya terhadap berbagai kegiatan peningkatan kesadaran penyakit alzheimer, demensia, dan peduli lansia
16 Bung Hatta Anti Corruption Awards Tokoh Anti Korupsi Integritas dan inovasi dalam kampanye mewujudkan transparansi anggaran
17 Democracy Awards Democracy Awards Kepala daerah yang berhasil memainkan peranan memperkuat otonomi daerah dalam bingkai NKRI
18 Serikat Perusahaan Pers Tokoh Politik Pilihan SPS Di Indonesia Public Relations Awards & Summit
19 MNC Group Tokoh Kontroversial Diberikan dalam acara Anugerah Seputar Indonesia
20 MURI Rekor Layanan PTSP Dalam setahun berhasil menerbitkan lebih dari 4 juta pelayanan perizinan
21 MURI Rekor Sosialisasi Terorisme Sosialisasi pencegahan terorisme yang melibatkan 7.200 orang bersama BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme
22 MURI Rekor Merakit Robot Sebanyak 1.000 siswa siswi Taman Kanak-kanak se-Jakarta barat ramai-ramai merakit robot pohon.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ E budgeting sempat ditolak di 2014. diakses dari situs Ahok.org
  2. ^ Ahok Harus Tetap Jalankan Sistem ebudgeting dalam APBD. dari situs Okezone
  3. ^ Diteriaki Anjing oleh DPRD, Ahok Sebut Daging Anjing Enak. dari situs Merdeka
  4. ^ Sebut DPRD Tai, Ahok Tegaskan Siap Mati. dari situs Fiskal
  5. ^ Ahok: Tahun 2016 e budgeting Wajib Dilaksanakan. dari situs Bisnis.com
  6. ^ Walikota Bandung Kirim Tim Belajar e budgeting di Pemprov DKI. dari situs Pos Kota News
  7. ^ Ahok: Sistem e Budgeting APBD DKI Jadi Model Nasional. dari situs Pos Kota News
  8. ^ Senyum Semringah Ahok Saat APBD DKI 2016 Disahkan. dari situs Kompas
  9. ^ AHOK : E-catalogue Permudah Proses Belanja Pemerintah. dari situs LKPP.go.id
  10. ^ Ahok: Pengadaan Trotoar Masuk e Katalog Tahun Depan. dari situs Tempo
  11. ^ Ahok Ingin Semua Pengadaan Barang dan Jasa Masuk e Katalog. dari situs Bisnis.com
  12. ^ Gusur Metromini, Ahok Pesan Bus Besar ke LKPP. dari situs Sindonews
  13. ^ Percepat Cari Kontraktor, Ahok Rela Jadi Kelinci Percobaan. dari situs Banten News
  14. ^ 15 Puskesmas Resmi Jadi Rumah Sakit Umum. dari situs Sindonews
  15. ^ a b Ahok Luncurkan Transjakarta Gratis untuk Warga Rusun Marunda. dari situs Tempo
  16. ^ Ahok Siapkan Bus Swedia Pengganti Metromini. dari situs CNN Indonesia
  17. ^ Besok Transjakarta Mulai Operasikan Bus Scania. dari situs Tempo
  18. ^ Transjakarta Introduces 116 New Mercedes Benz and Scania Buses Fleet. dari situs Jakarta Coconut
  19. ^ Cara Ahok agar Pemegang KJP Bisa Makan Daging Sapi. dari situs Kompas
  20. ^ Cairkan Dana KJP, Dua Toko di Pasar Koja Baru Ditutup. dari situs Kompas
  21. ^ Jokowi Ingin Normalisasi Kali Sunter Selesai Tepat Waktu. dari situs Jakartagoid
  22. ^ Normalisasi Kali Sunter Terkendala Pembebasan Lahan. dari situs Jakartagoid
  23. ^ Normalisasi Kali Sunter akan Dilanjutkan. dari situs Beritajakartadotcom
  24. ^ DKI akan Kembali Fungsikan Waduk Rawa Badung. dari situs Beritajakartadotcom
  25. ^ Pengerukan Cengkareng Drain Dimulai Minggu Depan. dari situs Detik
  26. ^ Sheet Pile di Cengkareng Drain sudah Terpasang 1,8 km. dari situs beritajakarta
  27. ^ Pemasangan Sheet Pile di Kali Cengkareng Selesai. dari situs Tribun
  28. ^ Genangan di Jakbar Tergantung Cengkareng Drain II. dari situs Sindo
  29. ^ Sodetan Ciliwung yang Tertunda dan Tekad Ahok Bebaskan Jakarta dari Banjir. dari situs Detik
  30. ^ 2 tahun Pengerjaan Prek Sodetan Ciliwung, Baru Selesai Setengah. dari situs Merdeka
  31. ^ Jokowi Mulai Proyek JEDI di Waduk Melati. dari situs Sindo
  32. ^ Normalisasi Waduk Melati Selesai 26 November. dari situs beritajakarta
  33. ^ Atasi Banjir di Jakpus, Ahok Pasang Pompa Waduk Melati. dari situs Liputan6
  34. ^ Mimpi Ahok Menjadikan Jakarta Ramah Anak. dari situs Beritagar
  35. ^ Salah Desain, Bus Tak Bisa Masuk Terminal Rawamangun. dari situs MetroTVNews
  36. ^ Jalur Bus Terminal Rawamangun Mulai Diperbaiki. dari situs Tribun News
  37. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama jakartagoid
  38. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama SP
  39. ^ Cerita Ahok Potong Birokrasi untuk bangun Gedung Baru RSUD Koja. dari situs Kompas
  40. ^ Demi Pasien KJS, Jokowi Tambah Ruang di RSUD Koja dan Budi Asih. dari situs Liputan6
  41. ^ Ahok Resmikan Gedung B RSUD Budhi Asih, Tak Ingin Dokter Cemberut. dari situs WinNetNews
  42. ^ Pembangunan Ulang Rusun Tambora Dimulai. dari situs Tempo
  43. ^ Resmikan Rusunawa Tambora, Ahok Merasa Puas Meski Tidak Ada Pipa Gas. dari situs Detik
  44. ^ Rabu Hari Ini, Jalan Layang Kuningan akan Diresmikan. dari situs Berita Satu
  45. ^ Jalan Layang Permata Hijau Dioperasikan. dari situs Kompas.com
  46. ^ Resmikan Masjid Fatahillah, Presiden Jokowi Sindir Ahok. Dari situs CNN Indonesia
  47. ^ Presiden Jokowi Resmikan Masjid Fatahillah Balai Kota Jakarta. dari situs Detik
  48. ^ Ahok Resmikan Empat Masjid di Rusunawa Marunda. dari situs CakraNews
  49. ^ Warga Kampung Pulo Bentrok Saat akan Direlokasi. dari situs Republika
  50. ^ Penampakan Rusunawa Sekelas Apartemen untuk Warga Kampung Pulo. dari situs Detik
  51. ^ Blusukan ke Kalijodo, Jokowi dan Ahok Digoda Pelacur ABG. Dari situs Nonstop Online.
  52. ^ Gubernur DKI: Beresin Waduk Pluit Dulu Baru Kalijodo. dari situs Okezone
  53. ^ Kecelakaan Mobil Ingatkan Ahok untuk Tertibkan Kalijodo. dari situs CNN Indonesia
  54. ^ Gusur Kalijodo, Polisi Kerahkan 5000 personel. dari situs Tempo
  55. ^ 2500 Personel Satpol PP Siap Bongkar Kalijodo. dari situs Tribunnews
  56. ^ Ancaman Keras Pangkodam jika Preman Kalijodo Lukai TNI. dari situs Vivanews
  57. ^ Warga Kalijodo akan Direlokasi ke Rusunawa Marunda dan Pulogebang. dari situs Kompas
  58. ^ Ahok Gusur 92 Rumah di Bukit Duri Hari Ini. dari situs CNN Indonesia
  59. ^ a b Relokasi Bukit Duri pada Akhir Mei. dari situs Kompas
  60. ^ 57 KK dari Bukit Duri Huni Rusun Cibesel. dari situs beritajakarta.com
  61. ^ Ahok: Relokasi Warga Bukit Duri Dipindah dari Pulogebang ke Rawa Bebek. dari situs detik
  62. ^ 115 Unit Rusun untuk Relokasi Warga Pasar Ikan. dari situs Netralnews
  63. ^ Empat Rusunawa Tempat Relokasi Warga Pasar Ikan Penjaringan. dari situs Poskota
  64. ^ Manusia Perahu Pasar Ikan Mulai Pindah ke Rusun. dari situs BeritaJakarta
  65. ^ Catat! Ini Rute-Rute Ngabuburit dengan Bus Wisata Jakarta. dari situs berita Kompas, diakses 8 September 2016
  66. ^ Ahok Semringah DKI Dapat Bus Tingkat Gratis ke 14. dari situs berita Kompas diakses 8 September 2016
  67. ^ Resmikan Lenggang Jakarta, Ahok: Saya Jamin Ngga Ada Makanan Pakai Zat Kimia. dari situs Detik
  68. ^ [http://news.liputan6.com/read/2461915/ahok-bakal-ubah-kalijodo-seperti-lenggang-jakarta Ahok Bakal Ubah Kalijodo seperti Lenggang Jakarta. dari situs berita Liputan6 diakses pada tanggal 8 September 2016
Jabatan politik
Didahului oleh:
Joko Widodo
Gubernur DKI Jakarta
2014–sekarang
Petahana