Kapsalon
| Kapsalon | |
|---|---|
Satu porsi Kapsalon Belanda | |
| Jenis | Makanan cepat saji |
| Tempat asal | |
| Daerah | Rotterdam |
| Dibuat oleh | Nataniël ”Tati” Gomes |
| Bahan utama | kentang goreng, daging (döner atau gyros), keju Gouda, sayuran salad |
Kapsalon (pelafalan dalam bahasa Belanda: [ˈkɑpsaːˌlɔn] ⓘ) adalah makanan cepat saji yang diciptakan pada tahun 2003 di Belanda. Hidangan ini terdiri dari lapisan kentang goreng yang disajikan dalam wadah aluminium sekali pakai, kemudian ditumpuk dengan daging döner, shawarma, atau gyros, lalu ditaburi irisan keju Gouda dan dipanggang dalam oven hingga kejunya meleleh. Setelah itu, ditambahkan selada bokor yang diiris halus, lalu disiram dengan saus bawang putih dan sambal, saus pedas khas Indonesia, bekas koloni Belanda.[1] Istilah kapsalon dalam bahasa Belanda berarti “salon rambut” atau tukang cukur, merujuk pada tempat kerja pencipta hidangan ini.[2] Kapsalon merupakan hasil dari keberagaman budaya di Belanda, menggabungkan unsur kuliner dari berbagai budaya. Dalam waktu yang relatif singkat, hidangan ini telah menyebar ke berbagai negara.[1]
Penemuan dan penyebaran
[sunting | sunting sumber]Hidangan kapsalon pertama kali diciptakan pada tahun 2003 oleh Nataniël Gomes, seorang penata rambut asal Tanjung Verde yang bekerja di distrik Delfshaven, Rotterdam. Suatu hari, ia pergi ke toko shawarma di sebelah tempat kerjanya, bernama "El Aviva", dan meminta agar semua bahan favoritnya digabungkan dalam satu hidangan. Ia kemudian rutin memesan menu yang oleh restoran disebut sebagai “pesanan biasa dari si tukang salon”. Pelanggan lain mulai memperhatikan dan ikut memesan kapsalon, dan tak lama kemudian hidangan ini menjadi populer dan mulai banyak dicari di warung-warung makan cepat saji di sekitar.[1][3] Gomes pun meraih popularitas hingga tingkat internasional; ia meninggal dunia pada tahun 2023 dalam usia 47 tahun.[4] Sejak saat itu, kapsalon menyebar ke seluruh Belanda, ke Belgia,[5] dan ke berbagai negara lain di setidaknya tiga benua.[6] Di beberapa tempat, daging shawarma diganti dengan ayam atau daging doner kebab. Kapsalon telah digambarkan sebagai “contoh khas dari warisan budaya kontemporer”, dan “perwakilan dari sifat transnasional sebuah kota”.[1][7] Namun, hidangan ini juga disebut sebagai “bom kalori” dan “senjata mematikan kuliner” karena kandungan lemaknya yang tinggi, dengan satu porsi besar mengandung hingga 1.800 kilokalori (7.500 kJ).[1][3]
Kapsalon kini menjadi menu standar di restoran döner di Belgia, baik di wilayah Vlaams maupun Wallonia. Berbagai restoran Turki di seluruh Jerman, terutama di kota-kota besar, juga menyajikan kapsalon.[6] Hidangan ini bahkan ditemukan di berbagai kota di Eropa, termasuk di sebagian besar kota di Polandia (seperti Warsawa, Poznań, dan Kraków), di Praha (Republik Ceko),[6] di kota-kota Latvia (termasuk Riga, Jelgava, Jūrmala, Sigulda),[8][9] di Oulu, Finlandia,[10] serta di Brașov, Rumania.[11] Kapsalon juga ditemukan di Maroko dan Cardiff, Wales.[6][12]
Kapsalon bahkan sampai ke ibu kota Nepal, Kathmandu, pada tahun 2017, ketika seorang koki yang baru kembali dari kunjungan ke Belanda diminta untuk menyajikan makanan yang “khas Belanda”. Kini, daging shawarma di sana sering diganti dengan ayam atau ikan, dan nampan aluminium diganti dengan piring porselen. Meski begitu, kapsalon menjadi tren di sana—banyak orang mengunggah foto kapsalon dan seorang food blogger terkenal menggambarkannya sebagai "pesta di mulut dengan cita rasa favoritnya".[13] Di Vientiane, Laos, juga muncul variasi kapsalon dengan bahan lokal seperti tuna dan daging sapi untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat setempat.[14]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Seporsi kapsalon di Amstelveen
- Seporsi kapsalon di Yogyakarta, Indonesia
- El-Aviva, tempat kapsalon diciptakan, berlokasi di Delfshaven, Rotterdam
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]- Kentang goreng Carne Asada – Hidangan yang berasal dari San Diego
- Chorrillana – Hidangan khas Chili
- Paket camilan halal – Hidangan halal dari Australia
- Mitraillette – Roti lapis khas Belgia
- Poutine – Hidangan khas Quebec berupa kentang goreng, dadih keju, dan saus
- Yaroa – Makanan kaki lima dari Dominika
- Daftar hidangan daging dan kentang
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 Lindhout, Sterre (14 September 2011). "Culinair moordwapen". Volkskrant. Diakses tanggal 2025-06-14.
- ↑ "Post-pub nosh deathmatch: Kapsalon v quesadillas" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-14.
- 1 2 "Caloriebom Kapsalon: erg lekker!". Algemeen Dagblad. 23 August 2006.
- ↑ "Bedenker van 'de kapsalon' op 47-jarige leeftijd overleden". nos.nl (dalam bahasa Belanda). 2023-07-16. Diakses tanggal 2025-06-15.
- ↑ "Nieuwste kebabhit 'het kapsalon' verovert Vlaanderen". vandaag.be. Diakses tanggal 2025-06-15.
- 1 2 3 4 "'Oerhollandse' snack kapsalon verovert de wereld". Metronieuws.nl (dalam bahasa Belanda). 2018-08-23. Diakses tanggal 2025-06-15.
- ↑ "'Kapsalon is cultureel erfgoed van toekomst'". www.rijnmond.nl (dalam bahasa Belanda). 2011-09-14. Diakses tanggal 2025-06-15.
- ↑ "KAPSALONS". Lemongrass (dalam bahasa Latvia). Diakses tanggal 2025-06-15.
- ↑ "Kebabfactory". sigulda.kebabfactory.lv. Diakses tanggal 2025-06-15.
- ↑ "HOME". lekker61 (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2025-06-15.
- ↑ "Extra Bite". AFI Brasov. Diakses tanggal 21 Januari 2025.
- ↑ Gilbert, Ed (2022-02-21). "The best chips you can eat in Cardiff right now". Wales Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-15.
- ↑ "Kapsalon is 'een feestje' in Nepalese mond". bnr.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2025-06-15.
- ↑ Eijgenraam, Rolf (17 Oktober 2018). "https://www.ad.nl/rotterdam/kapsalon-zelfs-in-laos-te-eten~a3274492/". ad.nl.

