Kapal perusak Jepang Oyashio

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Oyashio
Oyashio pada tahun 1943
Karier (Kekaisaran Jepang)
Nama: Oyashio
Asal nama: Arus Oyashio
Pembangun: Arsenal Angkatan Laut Maizuru
Pasang lunas: 29 Maret 1938
Diluncurkan: 29 November 1938
Selesai: 20 Agustus 1940
Dicoret: 20 Juni 1943
Nasib: Tenggelam pada 8 Mei 1943
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis: Kapal perusak kelas-Kagerō
Berat benaman: 2033 ton panjang (2066 t) (standar)
Panjang: 118,5 m (388 ft 9 in)
Lebar: 10,8 m (35 ft 5 in)
Sarat air: 3,8 m (12 ft 6 in)
Pendorong:
Kecepatan: 35,5 knot (40,9 mph; 65,7 km/h)
Jangkauan: 5000 nmi (9300 km) pada 18 knot (21 mph; 33 km/h)
Awak kapal: 239 orang
Senjata:

Tahun 1939:

Tahun 1943:

Oyashio (親潮, "Arus Orang-Tua")[1] adalah kapal ke-4 dari 19 kapal dalam kelas Kagerō yang dibangun untuk Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada akhir 1930-an dibawah Program Lingkaran Tiga (Maru San Keikaku).

Desain dan deskripsi[sunting | sunting sumber]

Kelas Kagerō merupakan peningkatan dari kelas Asashio. Jumlah awak kapal yang dapat ditampung mencapai 240 orang. Mereka memiliki panjang keseluruhan 118,5 meter (388 ft 9 in) secara keseluruhan, dengan lebar 10,8 meter (35 ft 5 in), dan sarat airnnya 3,76 meter (12 ft 4 in).[2] Berat benaman mereka mencapai 2065 ton metrik (2032 ton panjang) untuk muat standar dan 2529 ton metrik (2489 ton panjang) untuk muat penuh.[3] Kapal-kapal dalam kelas ini memiliki dua turbin uap bergir Kampon, yang masing-masing menggerakkan satu poros penggerak menggunakan uap yang berasal dari tiga pendidih tabung air Kampon. Turbin tersebut dapat mengeluarkan tenaga sebesar 52000 tenaga kuda poros (39000 kW) dirancang untuk kecepatan 35 knot (65 km/h; 40 mph). Kapal-kapal yang memiliki kisaran 5000 mil laut (9300 km; 5800 mi), dan dapat mendorong kapal hingga 18 knot (33 km/h; 21 mph).[4]

Persenjataan utama pada kapal kelas Kagerō terdiri dari tiga buah meriam Tipe 3 berlaras ganda, dua buah di bagian belakang kapal secara superfiring dan satu buah di bagian depan superstruktur. Untuk pertahanan udara, mereka memiliki empat senjata anti-pesawat Tipe 96 25-milimeter (1,0 in) berlaras ganda, dan senjata ini jumlahnya ditambahkan seiring berjalannya perang. Kapal dalam kelas ini juga dipersenjatai dengan delapan tabung torpedo 610-milimeter (24,0 in) untuk Torpedo Tipe 93 (torpedo berbahan bakar oksigen). Torpedo ditempatkan di 4 lubang pada sisi kiri dan kanan kapal. Satu torpedo cadangan juga sudah dipasang di setiap tabung. Senjata anti-kapal selam mereka terdiri dari 18 peledak kedalaman.

Kapal perusak kelas Kagerō yang secara keseluruhan hampir identik dengan kelas Asashio. Perubahan yang dilakukan oleh arsitek angkatan laut Kekaisaran Jepang dalam Kelas Kagerō adalah meningkatkan stabilitas dan untuk memaksimalkan teknologi torpedo. Berdasarkan proyeksi strategis angkatan laut Kekaisaran Jepang, mereka dirancang untuk menemani Armada utama Jepang pada di pertempuran siang dan malam melawan Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudera Pasifik.[5] Meskipun menjadi salah satu kelas kapal perusak yang paling kuat di dunia pada saat mereka selesai, hanya satu yang sintas dari Perang Pasifik.[6]

Konstruksi[sunting | sunting sumber]

Oyashio dibangun di Arsenal Angkatan Laut Maizuru mulai tanggal 29 Maret 1938, diluncurkan pada 29 Oktober 1938 dan mulai bertugas pada 20 Agustus 1940.[7]

Nasib[sunting | sunting sumber]

Pada malam tanggal 7-8 Mei 1943, ketika mengawal transportasi pasukan menuju Kolombangara, Oyashio terkena ranjau laut ketika baru meninggalkan Vila (Kolombangara). Ketika ia terbujur kaku di atas air, Oyashio terkena serangan udara dari Sekutu. 91 awaknya tewas karena pemberondongan dan pengeboman oleh pesawat Sekutu. Dia tenggelam pada koordinat (08°08′S 156°55′E / 8.133°S 156.917°E / -8.133; 156.917). Dia dikeluarkan dari angkatan laut daftar pada tanggal 20 juni 1943.[8]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nelson. Japanese-English Character Dictionary. Page 816, ;
  2. ^ Chesneau, p. 194
  3. ^ Whitley, pp. 200–01
  4. ^ Jentschura, Jung & Mickel, p. 148
  5. ^ Peattie & Evans, Kaigun .
  6. ^ Globalsecurity.org, IJN Kagero class destroyers
  7. ^ Nishidah, Hiroshi (2002). "Asashio class 1st class destroyers". Materials of the Imperial Japanese Navy. 
  8. ^ Brown, David (1990). Warship Losses of World War Two. Naval Institute Press. ISBN 1-55750-914-X. 

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Brown, David (1990). Warship Losses of World War Two. Naval Institute Press. ISBN 1-55750-914-X. 
  • D'Albas, Andrieu (1965). Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II. Devin-Adair Pub. ISBN 0-8159-5302-X. 
  • Evans, David (1979). Kaigun: Strategy, Tactics, and Technology in the Imperial Japanese Navy, 1887-1941. US Naval Institute Press. ISBN 0-87021-192-7. 
  • Roger Chesneau, ed. (1980). Conway's All the World's Fighting Ships 1922-1946. Grenwitch: Conway Maritime Press. ISBN 0-85177-146-7. 
  • Howarth, Stephen (1983). The Fighting Ships of the Rising Sun: The Drama of the Imperial Japanese Navy, 1895–1945. Atheneum. ISBN 0-689-11402-8. 
  • Jentsura, Hansgeorg (1976). Warships of the Imperial Japanese Navy, 1869–1945. US Naval Institute Press. ISBN 0-87021-893-X. 
  • Watts, A. J. Japanese Warships of World War II, Ian Allen, London, 1967.
  • Whitley, M. J. (1988). Destroyers of World War 2. Cassell Publishing. ISBN 1-85409-521-8. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]