Lompat ke isi

Kalung papan jajar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kalung papan jajar adalah aksesoris khas Lampung yang terbuat dari emas ataupun perak. Kalung papan jajar berbentuk siger atau perahu dengan tiga tingkatan, yaitu besar, sedang, dan kecil. Papan Jajar menjadi simbol kehidupan baru bagi para pengantin, dengan menggambarkan perjalanan yang akan mereka jalani bersama.[1]

Makna dan filosofi Papan Jajar adalah sebagai lambang kehidupan yang baru dan akan mengarungi kehidupan secara turun-temurun. Tingkatan-tingkatan tersebut merupakan aspek kehidupan yang pasti akan dijalani dan dilalui oleh manusia.[2] Selain sebagai lambang dari pertahanan diri, kalung papan jajar juga menjadi perlambangan atau simbol kehidupan baru yang dialami oleh para pengantin dan kehidupan tersebut akan terus dilanjutkan secara turun temurun.

Kalung papan jajar biasanya dipakai oleh pengantin adat Lampung yang berbentuk seperti bulan sabit atau setengah lingkaran dengan susunan tiga tingkatan. Ketiga susunan tersebut menggambarkan tahapan dalam kehidupan manusia, yaitu kelahiran, kehidupan, dan kematian.[1] Papan Jajar melambangkan kehidupan baru yang akan dijalani pengantin dan diwariskan secara turun menurun. Etnis Lampung sangat setia dalam hal membina rumah tangga.[3] Makna yang tersimpan dalam aksesoris papan jajar dengan tiga tingkatan, tingkatan kecil untuk menggambarkan kelahiran, tingkatan sedang untuk menggambarkan kehidupan, dan tingkatan besar untuk menggambarkan kematian. Sebagaimana penjelasan dari Pamong Budaya Museum Negeri Lampung “Ruwa Jurai” menjelaskan bahwa bentuk dari Kalung Papan Jajar adalah tiga bersusun dari atas ke bawah (terbesar ke terkecil). Bentuk dari kalung papan jajar sendiri adalah berbentuk perahu dengan makna dan filosofi dari 3 rangkai kalung tersebut melambangkan kisah hidup manusia dari remaja, pernikahan dan kematian [4]

Kalung Papan Jajar memiliki berbagai macam bentuk dan sarat makna, antara lain berbentuk bulan sabit, berbentuk kapal dengan sudut lancip, sudut siku-siku, serta berbentuk sudut tumpul dengan tiga tingkatan.[2] Kalung Papan Jajar berbentuk siger atau perahu dengan tiga tingkatan yang terdiri dari tingkatan besar, sedang dan kecil, yang masing-masing melambangkan makna filosofis mengenai jenjang kehidupan, keseimbangan, serta kedudukan sosial dalam masyarakat adat.[1]

Bentuk kalung ini menyerupai lempengan siger kecil atau sebuah perahu yang tidak hanya berfungsi sebagai lambang pertahanan diri, tetapi juga sebagai simbol kehidupan baru yang dijalani oleh para pengantin, sekaligus melambangkan harapan agar kehidupan tersebut terus berlanjut dan diwariskan secara turun-temurun.[1]

Kalung Papan Jajar merupakan aksesoris tradisional Lampung yang dibuat dari emas atau perak dan digunakan sebagai simbol adat dalam berbagai upacara adat perkawinan masyarakat Lampung.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 Hasna, Kinanti, Rahmadani, Salsa Nabila, Henny Zahra, Tarissa Dwi. (2025). [file:///C:/Users/User/Downloads/PAPAN+JAJAR+SEBAGAI+IDE+DALAM+PENCIPTAAN+KARYA+TARI+JEJEGH++TELU.pdf "PAPAN JAJAR SEBAGAI IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI JEJEGH TELU"] (PDF). LintekEdu: Jurnal Literasi dan Teknologi Pendidikan. Vol. 6: 228. ; ; ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. 1 2 Roveneldo, Roveneldo (2018-12-31). "KAJIAN MAKNA PADA AKSESORI PAKAIAN ADAT LAMPUNG PEPADUN (The Study of Semantics on Lampoong Pepadun Clothes Accessories)". Sirok Bastra. 6 (2). doi:10.37671/sb.v6i2.137. ISSN 2621-2013.
  3. Roveneldo, Roveneldo (2018-12-31). "KAJIAN MAKNA PADA AKSESORI PAKAIAN ADAT LAMPUNG PEPADUN (The Study of Semantics on Lampoong Pepadun Clothes Accessories)". Sirok Bastra. 6 (2). doi:10.37671/sb.v6i2.137. ISSN 2621-2013.
  4. Kania, Dini; Arnidha, Yunni; Wahyuni, Endang (2023-08-01). "Analisis Unsur-Unsur Etnomatematika Pada Gerak Tari Tradisional Bedana Lampung". Journal Of Elementary School Education (Jouese). 3 (2): 277–289. doi:10.52657/jouese.v3i2.2475. ISSN 2776-9291.