Lompat ke isi

Kajian perempuan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Majalah Ms. Magazine tahun 2009

Kajian perempuan adalah suatu bidang akademik yang mengacu pada metode-metode feminis dan antardisiplin yang menempatkan kehidupan dan pengalaman kaum perempuan sebagai pusat kajiannya, serta meneliti konstruksi sosial dan budaya terhadap gender, tatanan hak istimewa sosial dan opresi, dan hubungan antara kuasa dan gender sebagaimana keduanya bersinggungan dengan ranah sosial dan identitas lainnya seperti ras, orientasi seksual, kelas sosio-ekonomi dan disabilitas.[1]

Konsep-konsep populer yang berhubungan dengan bidang kajian perempuan meliputi teori feminis, teori sikap (standpoint theory), interseksionalitas, multikulturalisme, feminisme lintas negara, keadilan sosial, affect studies, agency, biopolitik, materialisme dan perwujudan.[2] Metodologi dan penerapan penelitian yang berhubungan dengan kajian perempuan meliputi etnografi, autoetnografi, fokus kelompok, survei, penelitian berbasis komunitas, dan analisis diskursus. Sementara itu, bacaan yang berhubungan dengan kajian perempuan meliputi teori kritis, pasca-strukturalisme, dan teori queer.[3] Bidang ini meneliti dan mengkritik norma-norma sosial yang berbeda tentang gender, ras, kelas, seksualitas, dan ketidaksetaraan sosial lainnya.

Kajian perempuan terkait dengan bidang kajian gender, kajian feminis, dan kajian seksualitas, dan lebih luas terkait dengan bidang kajian budaya, kajian etnis, dan kajian Afrika-Amerika.[4]

Peran perempuan dan aktivitas mereka dalam sejarah Afrika sering kali tidak tercatat dalam sumber sejarah. Munculnya studi perempuan pada tahun 1980-an bertujuan untuk mengangkat kembali kontribusi perempuan yang sering terlupakan akibat kolonialisme serta sistem sosial patriarki yang masih bertahan setelah dekolonisasi.[5]:12 Karena sistem yang lebih mendukung pendidikan anak laki-laki dibandingkan anak perempuan masih berlaku, pada era pasca-kemerdekaan jumlah perempuan yang melek huruf relatif sedikit. Perempuan yang memiliki kemampuan membaca dan menulis umumnya tidak didorong untuk meniti karier profesional, dan sering terlibat dalam aktivitas advokasi untuk menangani ketidaksetaraan pendidikan serta kendala lain yang dihadapi perempuan pada tahun 1960-an dan 1970-an. Generasi pertama cendekiawan menitikberatkan penelitiannya pada pendirian dan legitimasi sejarah pra-kolonial Afrika.[5]:13 Mereka juga mempertanyakan apakah konstruksi gender ala Barat relevan diterapkan di Afrika, atau apakah konsep gender sudah ada dalam masyarakat Afrika pra-kolonial.[5]:14–15

Karya Ifi Amadiume Male Daughters, Female Husbands (1987) dan Oyeronke Oyewumi The Invention of Women (1997) termasuk karya awal yang menelaah persepsi gender di Afrika. Pada tahun 1977, Association of African Women for Research and Development (AAWORD) didirikan untuk mempromosikan penelitian tentang perempuan Afrika yang dilakukan oleh perempuan Afrika. Cendekiawan yang terlibat sejak awal organisasi ini antara lain Simi Afonja (Nigeria), N'Dri Thérèse Assié-Lumumba (Pantai Gading), Bolanle Awe (Nigeria), Nawal El Saadawi (Mesir), Nina Mba (Nigeria), Omolara Ogundipe-Leslie (Nigeria), Achola Pala Okeyo (Kenya), Filomena Steady (Sierra Leone), Fatou Sow (Senegal), dan Zenebework Tadesse (Etiopia).[5]:14–15

Beberapa cendekiawan Afrika juga bergabung dengan Development Alternatives with Women for a New Era (DAWN), sebuah jaringan akademisi dan aktivis feminis yang fokus pada isu-isu Global South, yang didirikan pada 1984.[6] Anggota pendiri Afrika DAWN antara lain Fatema Mernissi (Maroko), Pala Okeyo (Kenya), dan Marie-Angélique Savané (Senegal).[7] Kelompok ini kemudian menginspirasi generasi kedua peneliti dan aktivis, termasuk Rudo Gaidzanwa (Zimbabwe), Ayesha Imam (Nigeria), Patricia McFadden (Eswatini), Amina Mama (Nigeria), Takyiwaa Manuh (Ghana), Maria Nzomo (Kenya), dan Charmaine Pereira (Nigeria).[5]:14–15

Perkembangan pendidikan formal dalam studi gender juga terjadi secara signifikan. Universitas Ghana mendirikan Program Pengembangan dan Studi Perempuan (Development and Women's Studies Program, disingkat : DAWS) pada 1989, yang pada 1996 telah menawarkan program sarjana dan pascasarjana.[8]:415 After Setelah berakhirnya sistem Apartheid, Universitas Cape Town di Afrika Selatan mendirikan African Gender Institute pada 1996 untuk memfasilitasi penelitian dan studi gender di Afrika. Pada 2003, departemen yang sepenuhnya didedikasikan untuk studi gender dan perempuan juga telah didirikan di Universitas Makerere (Uganda), Universitas Buea (Kamerun), dan Universitas Zambia (Zambia).[9]:128

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Shaw, Susan M.; Lee, Janet (2014-04-23). Women's voices, feminist visions: classic and contemporary readings (Edisi Sixth). New York, NY: McGraw-Hill. ISBN 978-0078027000. OCLC 862041473.
  2. Oxford Handbook of Feminist Theory. Oxford University Press. 2018. ISBN 978-0190872823. OCLC 1002116432.
  3. Hesse-Biber, Sharlene Nagy (2013-07-18). Feminist research practice: a primer (Edisi Second). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. ISBN 9781412994972. OCLC 838201827.
  4. Wiegman, Robyn (2002). Women's studies on its own: a next wave reader in institutional change. Durham: Duke University Press. ISBN 9780822329862. OCLC 49421587.
  5. 1 2 3 4 5 Yacob-Haliso, Olajumoke; Falola, Toyin, ed. (2021). The Palgrave Handbook of African Women's Studies. Cham: Springer International Publishing. doi:10.1007/978-3-030-28099-4. ISBN 978-3-030-28098-7.
  6. Atrobus, Peggy; Wendy Harcourt (2015). "DAWN, the Third World Feminist Network: Upturning Hierarchies". Dalam Rawwida Baksh-Soodeen (ed.). The Oxford Handbook of Transnational Feminist Movements. Oxford University Press. hlm. 159–187. ISBN 978-0-19-994349-4.
  7. Sen, Gita; Grown, Caren (1987). Development, Crises, and Alternative Visions: Third World Women's Perspectives (PDF). New York, New York: Monthly Review Press. ISBN 978-0-85345-718-3.
  8. Prah, Mansah (Spring–Summer 1996). "Women's Studies in Ghana". Women's Studies Quarterly. 24 (1–2). New York, New York: Feminist Press: 412–422. ISSN 0732-1562. JSTOR 40004542. OCLC 5547276845. Diakses tanggal 28 Maret 2026.
  9. Manuh, Takyiwaa (2007). "7. Doing Gender Work in Ghana". Dalam Cole, Catherine M.; Manuh, Takyiwaa; Miescher, Stephan (ed.). Africa after Gender?. Bloomington, Indiana: Indiana University Press. hlm. 125–149. ISBN 978-0-253-21877-3.