Juliadi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Juliadi
Juliadi Cawako Binjai.jpg
Wali Kota Binjai terpilih
Masa jabatan
Meninggal sebelum menjabat
WakilAmir Hamzah
PendahuluMuhammad Idaham
PenggantiAmir Hamzah
Informasi pribadi
Lahir(1975-07-19)19 Juli 1975
Tandam, Deli Serdang, Sumatra Utara, Indonesia
Meninggal dunia9 Februari 2021(2021-02-09) (umur 45)
Medan, Sumatra Utara, Indonesia
Sebab kematianCOVID-19
PasanganJulianti
Anak3
Alma materUniversitas Islam Sumatera Utara (M.M.)
Perguruan Tinggi Budidaya (S.Pd.)

H. Juliadi, S.Pd., M.M., (lahir 19 Juli 1975 – meninggal 9 Februari 2021 pada umur 45 tahun) adalah seorang politikus Indonesia. Ia merupakan Wali Kota Binjai terpilih untuk periode 2021–2024, akan tetapi ia meninggal dunia sebelum dilantik.[1]

Kehidupan awal dan pendidikan[sunting | sunting sumber]

Juliadi lahir pada 19 Juli 1975 di Tandam, Sumatra Utara. Ayahnya bernama Jumingan.[2] Pendidikan sekolah dasar hingga menengah pertama ia selesaikan di Langkat, tepatnya di SD Negeri 054875 Sei Limbat hingga 1988 dan SMP Dharma Bhakti, Selesai, Langkat,[2] pada 1991. Tiga tahun kemudian, ia lulus dari SMEA Abdi Negara, Binjai.[2] Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Perguruan Tinggi Budidaya di Binjai pada tahun 2001.[2] Pada 2011, ia meraih gelar Magister Manajemen setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjananya di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).[2]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Juliadi tercatat pernah mengikuti pembekalan fungsionaris Partai GOLKAR tingkat Provinsi Sumatra Utara pada Juli 2012.[3]

Pada pemilihan Wali Kota Binjai 2015, Juliadi mencalonkan diri untuk pertama kalinya sebagai calon wali kota berpasangan dengan calon wakil wali kota Muhammad Tulen. Pasangan ini mendapatkan nomor urut 2 dan didukung oleh PDI Perjuangan dan PAN. Mereka hanya mendapatkan 46.915 suara atau 37,69% suara, dan kalah dari pasangan petahana, Muhammad Idaham dan Timbas Tarigan yang memperoleh 47.606 suara atau 38,25% suara.[4]

Juliadi terpilih menjadi Wali Kota Binjai setelah memenangkan pemilihan Wali Kota Binjai 2020.[5] Ia berpasangan dengan Amir Hamzah dan didukung oleh Partai GOLKAR, PPP dan Partai Demokrat.[6] Mereka meraih suara sebanyak 66.731 suara (50,95%).[7][8]

Kehidupan pribadi dan meninggal[sunting | sunting sumber]

Juliadi menikah dengan Julianti, mereka dikaruniai tiga orang anak.[3]

Juliadi meninggal dunia pada Selasa malam tanggal 9 Februari 2021 di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin, Medan, karena terjangkit COVID-19.[9] Ia telah meninggal terlebih dahulu sebelum sempat dilantik menjadi wali kota. Wakil Wali Kota terpilih, Amir Hamzah akan dilantik menggantikan dirinya sebagai wali kota.[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ramadhan, Gilang (10 Februari 2021). "Wali Kota Binjai Terpilih Meninggal karena COVID-19". Tirto. Diakses tanggal 10 Februari 2021. 
  2. ^ a b c d e "Fotokopi Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB), yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang (Kepala Daerah)" (PDF). infopemilu2.kpu.go.id. Diakses tanggal 10 Februari 2021. 
  3. ^ a b "Daftar Riwayat Hidup Bakal Calon Wali Kota Dalam Pemilihan Tahun 2020 - Juliadi" (PDF). infopemilu2.kpu.go.id. 
  4. ^ "Pilkada Kota Binjai 2015". pilkada2015.kpu.go.id. Diakses tanggal 10 Februari 2021. 
  5. ^ Suhandoko, Bambang (16 Desember 2020). "Sah! Juliadi-Amir Hamzah Menang Pilkada Kota Binjai". IDN Times. Diakses tanggal 10 Februari 2021. 
  6. ^ "Paslon Juliadi - Amir Hamzah". infopemilu2.kpu.go.id. 
  7. ^ "PENETAPAN REKAPITULASI PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA KOTA BINJAI". pilkada2020.kpu.go.id. 
  8. ^ Molana, Datuk Haris (10 Februari 2021). "Sosok Juliadi, Wali Kota Binjai Terpilih yang Wafat Sebelum Dilantik". Detik.com. Diakses tanggal 10 Februari 2021. 
  9. ^ Dewantoro (10 Februari 2021). "Wali Kota Terpilih Binjai Juliadi Meninggal karena Covid-19". Kompas.com. Diakses tanggal 10 Februari 2021. 
  10. ^ Mashabi, Sania (10 Februari 2021). "Wakil Wali Kota Binjai Terpilih Akan Dilantik Jadi Wali Kota, Gantikan Juliadi yang Meninggal akibat Covid-19". Kompas.com. Diakses tanggal 10 Februari 2021.