Jordan Peterson

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jordan Peterson
Jordan Peterson by Gage Skidmore.jpg
Peterson pada Juni 2018
LahirJordan Bernt Peterson
12 Juni 1962 (umur 56)
Edmonton, Alberta, Kanada
Tempat tinggalToronto, Ontario, Kanada
KebangsaanKanada
PendidikanIlmu politik (B.A., 1982)
Psikologi (B.A., 1984)
Psikologi klinis (Ph.D., 1991)
Almamater
Suami/istriTammy Roberts (k. 1989)
Anak2
Karier ilmiah
BidangPsikologi
Institusi
TesisPotential psychological markers for the predisposition to alcoholism (1991)
Pembimbing doktoralRobert O. Pihl
TerinspirasiJung, Freud, Piaget, Nietzsche, Dostoevsky, Solzhenitsyn
Situs webjordanbpeterson.com
Tanda tangan
Jordan Peterson Signature.svg

Jordan Bernt Peterson (lahir 12 Juni 1962) adalah psikolog klinis dan profesor psikologi di Universitas Toronto, Kanada. Bidang kajian utamanya adalah psikologi abnormal, sosial, dan kepribadian,[1] dengan keahlian khusus di bidang psikologi agama dan ideologi,[2] serta penilaian dan peningkatan kepribadian dan kinerja.[3]

Peterson kuliah di Universitas Alberta dan Universitas McGill. Ia menjadi peneliti pascadoktoral di McGill tahun 1991 sampai 1993, kemudian pindah ke Universitas Harvard. Ia menjabat sebagai lektor, lalu lektor kepala, di departemen psikologi Harvard.[4][5] Pada tahun 1998, ia pulang ke Kanada dan menjadi pengajar di departemen psikologi Universitas Toronto, lalu diangkat menjadi guru besar.

Buku pertama Peterson, Maps of Meaning: The Architecture of Belief, diterbitkan tahun 1999. Buku itu mendalami sejumlah bidang akademik untuk menjelaskan struktur sistem kepercayaan dan mitos, peran keduanya dalam mengatur emosi, menciptakan makna, dan motivasi untuk melakukan genosida.[6][7][8] Buku keduanya, 12 Rules for Life: An Antidote to Chaos, diterbitkan bulan Januari 2018.[4][9][10]

Pada tahun 2016, Peterson merilis beberapa video di saluran YouTube miliknya yang mengkritik kesantunan politis dan Rancangan Undang-Undang C-16 pemerintah Kanada karena berdampak buruk terhadap kebebasan berbicara. Sejak itu, ia sering menjadi sorotan media.[4][9][10]

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Peterson lahir tanggal 12 Juni 1962 dan dibesarkan di Fairview, Alberta, kota kecil di barat laut tempat kelahirannya, Edmonton, Kanada. Ia adalah anak tertua dari tiga bersaudara dari pasangan Beverley, pustakawan di Grande Prairie Regional College di Fairview, dan Walter Peterson, guru sekolah.[11][12] Nama tengahnya, Bernt (/ˈbɛərənt/ BER-ənt), diambil dari nama kakek buyutnya dari Norwegia.[13][14]

Saat berusia 13 tahun, ia mengenal karya-karya George Orwell, Aldous Huxley, Aleksandr Solzhenitsyn, dan Ayn Rand setelah diperkenalkan oleh pustakwan sekolahnya Sandy Notley – ibu Rachel Notley, ketua Partai Demokrat Baru Alberta dan Perdana Menteri Alberta ke-17.[15] Peterson juga bekerja di Partai Demokrat Baru (NDP) saat masih remaja, tetapi perlahan tidak suka dengan partai tersebut karena, seperti yang Orwell tulis di The Road to Wigan Pier, dipenuhi "sosialis kelas menengah berjas intelektual" yang "tidak suka orang miskin; mereka cuma benci orang kaya".[11][16] Ia keluar dari NDP pada usia 18 tahun.[17]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Setelah lulus dari Fairview High School tahun 1979, Peterson kuliah di Grande Prairie Regional College untuk mendalami ilmu politik dan sastra Inggris.[2] Ia kemudian pindah ke Universitas Alberta dan lulus dengan gelar B.A. pada tahun 1982.[17] Setelah itu, ia cuti setahun untuk keliling Eropa. Di sana, ia tertarik dengan asal mula Perang Dingin secara psikologis, terutama totalitarianisme Eropa abad ke-20,[2][18] dan sering bermimpi tentang eskalasi perlombaan senjata nuklir. Ia mulai khawatir dengan kemampuan manusia berbuat jahat dan berniat menghancurkan. Ia kemudian mempelajari tulisan-tulisan Carl Jung, Friedrich Nietzsche, Aleksandr Solzhenitsyn,[11] dan Fyodor Dostoyevsky.[18] Ia kembali ke Universitas Alberta dan mendapat gelar B.A. di bidang psikologi tahun 1984.[19] Tahun 1985, ia pindah ke Montreal untuk kuliah di Universitas McGill. Ia mendapat gelar Ph.D. di bidang psikologi klinis di bawah bimbingan Robert O. Pihl pada tahun 1991. Ia bekerja sama dengan Pihl dan Maurice Dongier sebagai peneliti pascadoktoral di Douglas Hospital sampai Juni 1993.[2][20]

Karier[sunting | sunting sumber]

Pada Juli 1993 sampai Juni 1998,[1] Peterson tinggal di Arlington, Massachusetts, karena menjabat sebagai lektor dan lektor kepala di departemen psikologi Universitas Harvard. Semasa di Harvard, ia mempelajari agresi yang muncul akibat penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol dan membimbing beberapa proposal tesis yang tidak lazim.[17] Dua mantan mahasiswa Ph.D.-nya, Shelley Carson, psikolog dan guru dari Harvard, dan Gregg Hurwitz, seorang penulis, mengingat bahwa kuliah Peterson sangat dinanti-nantikan oleh para mahasiswanya.[4] Pada Juli 1998, ia pulang ke Kanada dan menjabat sebagai guru besar di Universitas Toronto.[1][19]

Bidang studi dan penelitian Peterson adalah psikofarmakologi, psikologi abnormal, saraf, klinis, kepribadian, sosial, industri dan organisasi,[1] agama, ideologi,[2] politik, dan kreativitas.[3] Peterson telah menulis lebih dari seratus artikel ilmiah.[21]

Sepanjang kariernya, Peterson memiliki praktik klinik aktif yang dikunjungi 20 pasien per minggu. Ia juga aktif di media sosial. Pada September 2016, ia merilis beberapa video yang mengkritik Bill C-16 yang kemudian mengubah karier dan kehidupannya.[15][22] Tahun 2017, ia memutuskan menangguhkan praktik psikologi klinisnya.[9] Sejak 2018, ia berhenti mengajar untuk sementara karena terlibat sejumlah proyek baru.[12][23]

Karya[sunting | sunting sumber]

Buku[sunting | sunting sumber]

Maps of Meaning: The Architecture of Belief[sunting | sunting sumber]

Sesuatu yang tidak bisa kita lihat melindungi kita dari sesuatu yang tidak kita pahami. Sesuatu yang tidak bisa kita lihat adalah budaya dalam wujud intrapsikis atau internal. Sesuatu yang tidak kita pahami adalah kekacauan yang menghasilkan kebudayaan.

Apabila struktur kebudayaan terganggu, tanpa disadari, kekacauan akan muncul kembali. Kita akan melakukan apapun – apa saja – untuk mencegah kembalinya kekacauan.

— Jordan Peterson, 1998 (Descensus ad Inferos)[5]

Pada tahun 1999, Routledge menerbitkan Maps of Meaning: The Architecture of Belief. Buku yang ditulis selama 13 tahun ini menjelaskan teori komprehensif tentang cara manusia membuat makna, kepercayaan, dan narasi menggunakan ide dari berbagai bidang seperti mitologi, agama, sastra, filsafat, dan psikologi sesuai pemahaman fungsi otak menurut sains modern.[17][5][24]

Menurut Peterson, tujuan utamanya adalah mencari tahu sebab individu dan kelompok berpartisipasi dalam konflik sosial, mendalami alasan dan motivasi seseorang untuk mendukung sistem kepercayaan mereka (i.e. identifikasi ideologi[17]) yang memicu pembunuhan dan kekejaman berjangkit seperti Gulag, kamp konsentrasi Auschwitz, dan genosida Rwanda.[17][5][24] Ia menganggap bahwa "analisis terhadap gagasan agama-agama besar dunia memungkinkan kita menjelaskan moralitas dasar kita dan mengembangkan sistem moralitas yang universal".[24] Arketipe Jung memainkan peran penting dalam buku ini.[4]

Pada tahun 2004, seri TV 13 episode yang diangkat dari buku ini, Maps of Meaning: The Architecture of Belief, disiarkan di TVOntario.[11][19][25]

12 Rules for Life: An Antidote to Chaos[sunting | sunting sumber]

Pada Januari 2018, Penguin Random House menerbitkan buku kedua Peterson, 12 Rules for Life: An Antidote to Chaos. Buku ini menjelaskan prinsip etis abstrak tentang kehidupan dengan bahasa yang lebih sederhana daripada Maps of Meaning.[9][4][10] Peterson keliling dunia untuk mempromosikan buku ini.[26][27][28] Di tengah tur tersebut, Peterson diwawancarai oleh Cathy Newman di Channel 4 News dan menjadi sorotan publik. Bukunya terkenal karena wawancara ini.[29][30][31][32] Menurut Amazon, buku ini merupakan buku terlaris di Amerika Serikat dan Kanada dan terlaris keempat di Britania Raya.[33][34] Buku ini juga memuncaki daftar buku terlaris lain di Kanada, AS, dan Britania Raya.[35][36]

Saluran YouTube dan podcast[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2013, Peterson mulai merekam kuliahnya ("Personality and Its Transformations", "Maps of Meaning: The Architecture of Belief"[37]) dan mengunggahnya ke YouTube. Satu juta orang berlangganan saluran YouTube-nya dan video-videonya telah ditonton lebih dari 50 juta kali per April 2018.[22][38] Pada Januari 2017, ia mempekerjakan tim produksi film untuk merekam kuliah psikologinya di Universitas Toronto. Ia memanfaatkan situs web urun dana Patreon setelah terlibat kontroversi RUU C-16 bulan September 2016. Jumlah dana yang diterimanya melalui Patreon naik dari $1.000 per bulan pada Agustus 2016 menjadi $14.000 pada Januari 2017, kemudian lebih dari $50.000 pada Juli 2017.[15][22][39]

Peterson tampil di berbagai podcast, seri percakapan, dan acara daring lainnya.[38][40] Pada Desember 2016, Peterson memulai podcast-nya sendiri, The Jordan B. Peterson Podcast, yang memiliki 45 episode per 26 April 2018 dan mengundang tamu-tamu akademisi seperti Camille Paglia, Martin Daly, dan James W. Pennebaker.[41] Ia juga mewawancarai Stephen Hicks, Richard J. Haier, dan Jonathan Haidt.[41] Peterson mendukung aksi James Damore melawan kebijakan Google.[10]

Pada Mei 2017, Peterson memulai rangkaian The psychological significance of the Biblical stories,[42] seri kuliah teater langsung yang juga dirilis dalam bentuk podcast. Ia menganalisis narasi arketipe dalam Kitab Kejadian sebagai pola perilaku yang penting bagi kestabilan personal, sosial, dan kultural.[10][43]

Self Authoring Suite[sunting | sunting sumber]

Tahun 2005, Peterson beserta rekan-rekannya mendirikan perusahaan untuk memproduksi program terapi menulis dengan seri latihan menulis daring[44] berjudul Self Authoring Suite.[11] Program ini terdiri dari Past Authoring Program, sebuah otobiografi berpanduan; dua Present Authoring Program yang memungkinkan peserta menganalisis kesalahan dan kebaikan dalam kepribadiannya sesuai model kepribadian Lima Besar; dan Future Authoring Program yang memandu peserta melewati proses merencanakan masa depan yang dikehendaki. Program terakhir diterapkan oleh mahasiswa S1 Universitas McGill untuk memperbaiki nilainya dan Sekolah Manajemen Rotterdam, Universitas Erasmus sejak 2013.[45][46] Program-program ini dikembangkan dari penelitian James W. Pennebaker di Universitas Texas, Austin dan Gary Latham di Sekolah Manajemen Rotman, Universitas Toronto.[4] Penelitian Peterson tahun 2015 menunjukkan penurunan tajam perbedaan kinerja menurut etnis dan gender, khususnya di kalangan mahasiswa laki-laki dari suku minoritas.[46][47] Menurut Peterson, lebih dari 10.000 mahasiswa menggunakan program ini pada Januari 2017; tingkat berhenti kuliah (drop-out) turun 25% dan IPK naik 20%.[11]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Peterson menikahi Tammy Roberts tahun 1989.[15] Mereka memiliki seorang putra dan seorang putri.[11][15]

Peterson menganggap dirinya beraliran liberal klasik Inggris[48][18] dan menyatakan bahwa ia sering disalahartikan sebagai tokoh sayap kanan.[38] Ia adalah seorang pragmatis filosofis.[43] Dalam sebuah wawancara tahun 2017, Peterson mengaku menganut agama Kristen,[49] tetapi pada tahun 2018, ia mengaku tidak beragama.[50] Ia menekankan bahwa pemahamannya tentang Kristen mungkin tidak sejalan dengan pemahaman masyarakat umum. Ia mengatakan bahwa tanggung jawab etis seorang Kristen adalah meniru Kristus yang menurutnya berarti "seorang Kristen perlu memikul beban tanggung jawab atas kejahatan di dunia ini layaknya seseorang yang benar-benar bertanggung jawab atas kejahatan ... untuk memahami hal itu, mereka perlu menentukan ke mana dunia akan berjalan, ke surga atau neraka".[50] Saat ditanyai apakah ia percaya Tuhan, Peterson menjawab, "Saya rasa jawaban yang pantas adalah Tidak, tetapi saya Dia mungkin saja ada".[9] Di The Spectator, Tim Lott menulis bahwa Peterson terinspirasi dari filsafat agama Jung dan sependapat dengan eksistensialisme Kristen Søren Kierkegaard dan Paul Tillich. Lott juga menulis bahwa Peterson menghargai Taoisme karena ajaran tersebut memandang alam sebagai pertarungan antara keteraturan dan kekacauan dan melihat bahwa kehidupan tidak ada artinya tanpa dualitas tersebut.[18]

Sejak 2000, Peterson mulai mengoleksi lukisan era Soviet.[16] Dinding rumahnya dipenuhi lukisan seperti ini yang ia pajang sebagai pengingat hubungan antara propaganda totaliter dan seni karena visi idealis pun bisa menjelma menjadi penindasan dan kekejian totaliter.[4][23] Pada tahun 2016, Peterson menjadi anggota kehormatan keluarga besar Charles Joseph, seorang seniman Kwakwaka'wakw, dan diberi nama Alestalagie ("Pencari Jalan Agung").[16][51] Sejak akhir 2016, Peterson menerapkan pola makan ketat dengan makan daging saja dan sejumlah sayur untuk mencegah depresi berat dan gangguan autoimun, termasuk psoriasis dan uveitis.[12][52] Setelah ketenarannya melejit tahun 2016, ia mengubah gaya bicara dan gaya berpakaiannya menjadi "populisme pedesaan".[22][23]

Karya[sunting | sunting sumber]

Buku[sunting | sunting sumber]

Artikel jurnal[sunting | sunting sumber]

15 artikel jurnal yang paling banyak disitir dari Google Scholar dan ResearchGate:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "Profile". ResearchGate. Diakses tanggal November 11, 2017. 
  2. ^ a b c d e Tucker, Jason; VandenBeukel, Jason (December 1, 2016). "'We're teaching university students lies' – An interview with Dr Jordan Peterson". C2C Journal. 
  3. ^ a b "Meaning Conference". International Network on Personal Meaning. July 2016. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 November 2017. 
  4. ^ a b c d e f g h Bartlett, Tom (January 17, 2018). "What's So Dangerous About Jordan Peterson?". The Chronicle of Higher Education. Diakses tanggal January 19, 2018. 
  5. ^ a b c d Lambert, Craig (September 1998). "Chaos, Culture, Curiosity". Harvard Magazine. 
  6. ^ McCord, Joan (2004). Beyond Empiricism: Institutions and Intentions in the Study of Crime. Transaction Publishers. hlm. 178. ISBN 978-1-4128-1806-3. 
  7. ^ Ellens, J. Harold (2004). The Destructive Power of Religion: Models and cases of violence in religion. Praeger. hlm. 346. ISBN 978-0-275-97974-4. 
  8. ^ Gregory, Erik M.; Rutledge, Pamela B. (2016). Exploring Positive Psychology: The Science of Happiness and Well-Being. ABC-CLIO. hlm. 154. ISBN 978-1-61069-940-2. 
  9. ^ a b c d e Blatchford, Christie (January 19, 2018). "Christie Blatchford sits down with "warrior for common sense" Jordan Peterson". National Post. Diakses tanggal January 19, 2018. 
  10. ^ a b c d e Lott, Tim (January 21, 2018). "Jordan Peterson: 'The pursuit of happiness is a pointless goal'". The Observer. Diakses tanggal January 21, 2018. 
  11. ^ a b c d e f g McBride, Jason (January 25, 2017). "The Pronoun Warrior". Toronto Life. 
  12. ^ a b c Menon, Vinay (16 March 2018). "Jordan Peterson is trying to make sense of the world — including his own strange journey". Toronto Star. Diakses tanggal 22 May 2018. 
  13. ^ Peterson, Jordan B. (March 23, 2017). "I am Dr Jordan B Peterson, U of T Professor, clinical psychologist, author of Maps of Meaning and creator of The SelfAuthoring Suite. Ask me anything!". Reddit. Bernt. Pronounced Bear-ent. It's Norwegian, after my great grandfather. 
  14. ^ Brown, Louise (April 17, 2007). "Schools a soft target for revenge-seekers". Toronto Star. Jordan Bernt Peterson of the University of Toronto. 
  15. ^ a b c d e Winsa, Patty (January 15, 2017). "He says freedom, they say hate. The pronoun fight is back". Toronto Star. 
  16. ^ a b c Brown, Mick (31 March 2018). "How did controversial psychologist Jordan Peterson become an international phenomenon?". The Daily Telegraph. Diakses tanggal 22 May 2018. 
  17. ^ a b c d e f Krendl, Anne C. (April 26, 1995). "Jordan Peterson: Linking Mythology to Psychology". The Harvard Crimson. 
  18. ^ a b c d Lott, Tim (September 20, 2017). "Jordan Peterson and the transgender wars". The Spectator. Diakses tanggal November 11, 2017. 
  19. ^ a b c Staff writer(s) (January 27, 2004). "Former Fairviewite gets TV miniseries". Fairview Post. 
  20. ^ Staff writer(s) (August 14, 2016). "Biography: Jordan Peterson". University of Toronto. 
  21. ^ McCamon, Brent (March 28, 2017). "Wherefore Art Thou Peterson?". Convivium. 
  22. ^ a b c d Chiose, Simona (June 3, 2017). "Jordan Peterson and the trolls in the ivory tower". The Globe and Mail. 
  23. ^ a b c Bowles, Nellie (18 May 2018). "Jordan Peterson, Custodian of the Patriarchy". The New York Times. 
  24. ^ a b c Jordan Peterson (August 2015), "Summary and Guide to Jordan Peterson's Maps of Meaning: The Architecture of Belief", Scribd, hlm. 2–3, diakses tanggal March 3, 2018 
  25. ^ "Archive: Maps of Meaning". TVOntario. 
  26. ^ Law, Katie (January 20, 2018). "Canadian psychologist Jordan Peterson: the 'anti-snowflake' crusader speaks out". London Evening Standard. Diakses tanggal January 20, 2018. 
  27. ^ Murray, Douglas (January 20, 2018). "The curious star appeal of Jordan Peterson". The Spectator. Diakses tanggal January 20, 2018. 
  28. ^ Heidenreich, Phil (January 20, 2018). "Edmonton's Citadel Theatre apologizes over how it handled Jordan Peterson event". Global News. Diakses tanggal January 20, 2018. 
  29. ^ Doward, Jamie (January 21, 2018). "'Back off', controversial professor urges critics of C4 interviewer". The Observer. Diakses tanggal January 21, 2018. 
  30. ^ Brooks, David (January 25, 2018). "The Jordan Peterson Moment". The New York Times. Diakses tanggal January 31, 2018. 
  31. ^ Lynskey, Dorian (2018-02-07). "How dangerous is Jordan B Peterson, the rightwing professor who 'hit a hornets' nest'?". The Guardian. Diakses tanggal 2018-06-13. 
  32. ^ Albrechtsen, Janet (February 24, 2018). "Jordan Peterson: six reasons that explain his rise". The Australian. Diakses tanggal March 3, 2018. 
  33. ^ Staples, David (January 18, 2018). "David Staples: Dark day as Citadel Theatre snubs controversial author". Edmonton Journal. Diakses tanggal January 22, 2018. 
  34. ^ "Amazon Best Sellers in Books". January 31, 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 31, 2018. Diakses tanggal January 31, 2018. 
  35. ^ Dundas, Deborah (February 9, 2018). "Jordan Peterson's book is a bestseller – except where it matters most". Toronto Star. Diakses tanggal March 3, 2018. 
  36. ^ Reyna, Xavier Austin (February 23, 2018). "Why Jordan Peterson Is Such a Crucial Figure for the Community". EStudy Breaks. Diakses tanggal March 3, 2018. 
  37. ^ Psychology Students' Association (PDF), Arts & Science Student Union Anti-Calendar, June 2010, hlm. 189, 193, diakses tanggal November 14, 2017 
  38. ^ a b c Callagahan, Greg (19 April 2018). "Right-winger? Not me, says alt-right darling Jordan Peterson". The Sunday Morning Herald. Diakses tanggal 22 May 2018. 
  39. ^ McKeen, Alex (July 4, 2017). "Controversial U of T professor making nearly $50,000 a month through crowdfunding". The Star. 
  40. ^ Ziai, Reza (September 17, 2017). "The Curious Case of Jordan Peterson". Areo Magazine. 
  41. ^ a b Peterson, Jordan B. (April 26, 2018). "The Jordan B Peterson Podcast". JordanBPeterson.com. 
  42. ^ "The psychological significance of the Biblical stories". ResearchGate. Diakses tanggal November 13, 2017. 
  43. ^ a b Sixsmith, Ben (November 12, 2017). "Why Are Non-Believers Turning to Their Bibles?". Quillette. 
  44. ^ "Self Authoring Business record" (dalam bahasa Inggris). Craft. Diakses tanggal 8 June 2018. 
  45. ^ Kamenetz, Anya (December 2013). "Can a Writing Assignment Make You Happier, Healthier and Less Stressed?". O, The Oprah Magazine. 
  46. ^ a b Kamenetz, Anya (July 10, 2015). "The Writing Assignment That Changes Lives". NPR. 
  47. ^ Schippers, Michaéla C; Scheepers, Ad W. A.; Peterson, Jordan (2015). "A scalable goal-setting intervention closes both the gender and ethnic minority achievement gap". Palgrave Communications. 1. doi:10.1057/palcomms.2015.14. Diakses tanggal June 13, 2018. 
  48. ^ Kovach, Steve (August 12, 2017). "Silicon Valley's liberal bubble has burst, and the culture war has arrived". Business Insider. Diakses tanggal November 11, 2017. classic British liberal Jordan B. Peterson 
  49. ^ "Am I Christian? – Timothy Lott and Jordan B Peterson". Jordan B Peterson clips. YouTube. August 1, 2017. Interviewer: Quick question, are you a Christian? Peterson: I suppose the most straight-forward answer to that is yes, although I think it's… it's… let's leave it at "yes". 
  50. ^ a b Kelman, Andrew (January 31, 2018). "Walking the Tightrope Between Chaos and Order—An Interview with Jordan B Peterson". Quillette. Diakses tanggal January 31, 2018. 
  51. ^ Jago, Robert (22 March 2018). "The Story Behind Jordan Peterson's Indigenous Identity". The Walrus. Diakses tanggal 22 May 2018. 
  52. ^ Mance, Henry (June 1, 2018). "Jordan Peterson: 'One thing I'm not is naive'". Financial Times. Diakses tanggal June 13, 2018. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]