Joker (film 2019)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

FaixAppleseed

Joker
Joker (2019) logotype.png
Logo film
SutradaraTodd Phillips
ProduserTodd Philips
Bradley Cooper
Emma Tillinger Koskoff
SkenarioTodd Phillips
Scott Silver
BerdasarkanJoker
oleh DC Comics
PemeranJoaquin Phoenix
Robert De Niro
Zazie Beetz
Frances Conroy
MusikHildur Guðnadóttir
SinematografiLawrence Sher
PenyuntingJeff Groth
Perusahaan
produksi
DC Films
Village Roadshow Pictures
Bron Studios
Joint Effort
DistributorWarner Bros. Pictures
Tanggal rilis
  • 31 Agustus 2019 (2019-8-31) (Venesia)
  • 2 Oktober 2019 (2019-10-2) (Indonesia)
  • 4 Oktober 2019 (2019-10-4) (Amerika Serikat)
Durasi
122 menit
Negara Amerika Serikat
BahasaInggris
Anggaran$55-70 juta[1]
Pendapatan kotor$1,023 miliar[2]

Joker adalah film cerita seru psikologis Amerika Serikat tahun 2019 yang disutradarai oleh Todd Phillips dan diproduseri oleh Todd Philips, Bradley Cooper, dan Emma Tillinger Koskoff.[3]

Joker ditayangkan secara perdana di Festival Film Venesia pada tanggal 31 Agustus 2019[4] serta ditayangkan di Amerika Serikat pada 4 Oktober 2019 dan Indonesia dua hari sebelumnya.[5][6] Joker adalag film laga hidup pertama Batman yang mendapatkan klasifikasi R dari Motion Picture Association of America karena kekerasan berdarah yang kuat, perilaku mengganggu, bahasa dan gambar seksual singkat.[a]

Alur[sunting | sunting sumber]

Pada 1981, Arthur Fleck, seorang badut yang berusia 40 tahun tinggal bersama ibunya, Penny di Kota Gotham yang kacau balau. Dia menderita kelainan otak yang menyebabkan dia tertawa pada waktu yang tidak tepat dan dia sering mengunjungi pekerja layanan sosial untuk mendapatkan obatnya. Setelah sekelompok anak jalanan mencuri papan milik Arthur dan mengeroyokinya di lorong, salah seorang rekan kerjanya meminjamkan pistol sebagai alat perlindungan diri. Suatu saat, penyakitnya kambuh ketika ia sedang menaiki kereta api, sehingga Sophie keheranan dengan tingkahnya dan Arthur memberikan sebuah kartu untuk menjawab keheranannya. Arthur kemudian menjalin hubungan baik dengannya, yang kemudian baru disadarinya bahwa Sophie tinggal di apartemen yang sama dengannya.

Selama kunjungan ke rumah sakit anak-anak, pistol Arthur terjatuh dari sakunya, sehingga ia dipecat dari pekerjaannya. Arthur juga mengetahui bahwa program layanan sosial ditutup, sehingga dia tidak memiliki cara untuk mendapatkan obat. Dalam perjalanan pulang menggunakan kereta bawah tanah, Arthur dirundung oleh tiga pebisnis muda Wall Street, sehingga ia menembak mati ketiganya dengan pistol yang ia pinjam itu. Arthur tidak menyadari pembunuhan itu akan memulai gerakan unjuk rasa terhadap orang kaya di kota itu dengan menggunakan topeng badut. Beberapa hari sebelumnya, Thomas Wayne mencalonkan dirinya sebagai wali kota karena merasa resah dengan kekacauan di kota itu yang tidak kunjung berhenti.

Sophie menghadiri acara lawakan tunggal Arthur yang berlangsung sangat buruk. Arthur tertawa tak terkendali dan kesulitan menyampaikan kelakarnya. Seorang pembawa acara gelar wicara populer, Murray Franklin, menayangkan video itu secara langsung sebagai ejekan. Arthur mencuri surat yang ibunya tulis kepada Thomas Wayne yang merupakan salah satu orang terpandang di kota itu dan menemukan dirinya adalah putra tidak sah Wayne. Dia memaki-maki ibunya karena merahasiakan ini darinya dan tak lama setelah itu, Penny jatuh sakit sehingga dirawat di rumah sakit. Arthur juga dilecehkan oleh dua detektif yang curiga dengan keterlibatannya dalam penembakan kereta bawah tanah, tetapi ia menyangkalnya.

Keadaan kota menjadi semakin kacau dengan pengunjuk rasa yang tumpah ruah di mana-mana. Ketika para pengunjuk rasa mulai berkelahi dengan petugas keamanan, Arthur menyelinap ke sebuah gedung tempat sebuah acara khusus untuk tokoh ternama dihelat. Arthur berjumpa dengan Thomas Wayne dan mempertanyakan status dirinya dengan Thomas. Thomas mengatakan bahwa Penny gila dan bahkan bukan ibu kandung Arthur, sembari menampar Arthur setelahnya. Arthur mengunjungi Rumah Sakit Arkham untuk mencari tahu akan kebenaran perkataan Thomas. Arthur mencuri berkas kasus Penny dan menemukan bahwa dia memang diadopsi setelah ditinggalkan ketika bayi. Dia juga mengetahui bahwa Penny berlaku kasar kepadanya ketika dia masih kecil, termasuk trauma kepala yang serius yang mengakibatkan tawa patologisnya. Arthur kembali ke rumah sakit dan langsung menutup kepala ibunya dengan bantal hingga tewas kehabisan udara. Dia kembali ke gedung apartemennya dan memasuki kamar Sophie. Sophie kaget dengan kehadirannya dan memintanya pergi. Arthur kemudian menyadari bahwa pengalamannya dengan Sophie hanyalah ilusi.

Seorang pegawai dari acara Murray Franklin menelepon dan meminta Arthur untuk tampil di acara itu. Arthur setuju dan berencana bunuh diri di acara itu. Saat ia bersolek dan mengenakan pakaiannya, ia yang memegang gunting kecil dikunjungi oleh dua rekan kerja lama yang ingin memberikan belasungkawa atas kematian ibunya. Arthur malah menusuk leher dan mata salah seorang di antaranya dengan gunting itu, lalu membenturkan kepalanya berkali-kali hingga tewas saat itu juga. Arthur membiarkan salah satu yang lain tetap hidup karena kebaikan kepadanya pada masa lalu. Dalam perjalanan ke studio, ia dikejar oleh dua detektif ke sebuah kereta yang penuh dengan pengunjuk rasa badut. Salah satu detektif secara tidak sengaja menembak mati seorang pengunjuk rasa, sehingga pengunjuk rasa lain mulai mengeroyoki kedua detektif itu hingga kritis, dan Arthur melarikan diri dari kegaduhan itu.

Sebelum acara itu dimulai, Arthur meminta Murray memperkenalkannya sebagai Joker, sebuah olok-olok Murray beberapa waktu yang lalu terhadapnya. Acara itu berlangsung dengan lancar seperti biasanya, tetapi Arthur malah terus-menerus mengakui pembunuhan di kereta bawah tanah itu dan mempertanyakan kemunafikan masyarakat yang menyanjung ketiga pemuda itu sembari merendahkannya, dengan menyebut masyarakat lebih memilih menginjak mayatnya di jalan raya alih-alih menguburkannya secara layak. Murray berusaha menenangkan suasana, tetapi Arthur tidak menggubrisnya. Arthur langsung menembak mati Murray tepat di kepalanya saat itu juga, sehingga banyak penonton yang lari ketakutan dan ia ditangkap polisi karenanya. Dalam perjalanan ke kantor polisi, Arthur melihat Gotham sedang dirundung kekacauan oleh pengunjuk rasa. Satu di antara pengunjuk rasa mengejar keluarga Wayne hingga ke sebuah lorong dan menembak mati Thomas serta Martha, sehingga Bruce hanya bisa terpaku dengan keadaan itu sembari menangisi kepergian orang tuanya. Mobil yang ditumpangi Arthur ditabrak ambulans yang dikemudikan sejumlah pengunjuk rasa, sehingga kedua polisi di mobil itu tewas, sementara Arthur selamat dengan sejumlah luka di tubuhnya. Mereka langsung menyelamatkan Arthur saat itu juga dan membaringkannya di sebuah mobil. Arthur tersadar dan bangkit dari siumannya, sehingga pengunjuk rasa merayakannya dengan penuh gegap gempita, yang ditanggapi dengan tarian Arthur.

Beberapa waktu kemudian, Arthur diinterogasi oleh seorang pekerja sosial di Rumah Sakit Arkham dan tertawa terpingkal-pingkal. Ketika ditanya, Arthur hanya mengatakan bahwa mereka tidak akan mendapatkannya. Arthur angkat kaki dari tempat itu dengan meninggalkan jejak berdarah dari sepatunya.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

  • Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck/Joker,[7] pelawak tunggal yang menderita penyakit mental dan diabaikan oleh masyarakat[8]
  • Robert De Niro sebagai Murray Franklin,[9] pembawa acara yang berperan dalam kegagalan Arthur[10][11]
  • Zazie Beetz sebagai Sophie Dumond,[12] ibu tunggal dan kekasih Arthur[13]
  • Frances Conroy sebagai Penny Fleck, ibu Arthur[14]
  • Brett Cullen sebagai Thomas Wayne, dermawan miliarder yang mencalonkan diri sebagai wali kota Gotham[15]
  • Douglas Hodge sebagai Alfred Pennyworth, kepala pelayan keluarga Wayne[16]
  • Dante Pereira-Olson sebagai Bruce Wayne, putra Thomas Wayne yang akan menjadi musuh Joker ketika dewasa[17][18]
  • Marc Maron sebagai Ted Marco, agen Arthur[19][20]
  • Bill Camp sebagai petugas di Departemen Kepolisian Kota Gotham (GCPD)[21]
  • Shea Whigham sebagai petugas di Departemen Kepolisian Kota Gotham (GCPD)[21]
  • Glenn Fleshler sebagai pelawak[22]
  • Bryan Callen sebagai penari[19][23]
  • Brian Tyree Henry[22]
  • Josh Pais[22]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Sutradara Joker Todd Phillips pada 2016

Antara 2014 dan 2015, Joaquin Phoenix menyatakan tertarik berperan dalam sejenis film "studi karakter" berbiaya rendah tentang penjahat dalam buku komik, seperti karakter Joker dari DC Comics.[24] Sebelumnya, Joaquin menolak berperan di Marvel Cinematic Universe karena dia akan diminta memerankan peran seperti Hulk dan Doctor Strange di beberapa film.[25] Ia tidak percaya pemikirannya untuk sebuah film harus menceritakan Joker, karena ia rasa karakter itu telah ditampilkan dengan cara yang sama sebelumnya, dan mencoba memikirkan sesuatu yang berbeda. Agennya menyarankan untuk mengadakan pertemuan dengan Warner Bros., tetapi ia menolak permintaan agennya.[24] Demikian pula dengan Todd Phillips yang sudah ditawari menyutradarai film berdasarkan komik untuk kesekian kalinya, tetapi ditolak karena ia pikir tawaran itu membuatnya merasa bising dan tidak membuatnya tertarik. Menurut Todd, Joker diciptakan dari pemikirannya untuk menciptakan film yang berbeda dan lebih bersandarkan kepada komik.[26] Dia tertarik dengan Joker karena dia tidak berpikir ada penggambaran definitif dari karakter, yang dia tahu akan memberikan kebebasan kreatif yang cukup besar.[27]

Todd mengajukan gagasan untuk Joker kepada Warner Bros. setelah karyanya War Dogs ditayangkan perdana pada Agustus 2016.[26] Sebelum War Dogs, Todd dikenal terutama karena film komedi karyanya, seperti Road Trip (2000), Old School (2003), dan The Hangover (2009).[28] Selama penayangan perdana, Todd menyebut: "War Dogs tidak akan melakukan sesuatu yang sensasional dan saya berpikir, 'apa yang orang benar-benar ingin lihat?'"[26] He proposed that DC Films differentiate its slate from the competing Marvel Studios' by producing low-budget, standalone films.[29][30] After the successful release of Wonder Woman (2017), DC Films decided to deemphasize the shared nature of its DC-based film franchise, the DC Extended Universe (DCEU).[31] In August 2017, Warner Bros. and DC Films revealed plans for the film, with Phillips directing and co-writing with Scott Silver, and Martin Scorsese set to co-produce with Phillips.[32]

Menurut Kim Masters dan Borys Kit dari The Hollywood Reporter, Jared Leto, yang memerankan Joker di DCEU, tidak senang dengan adanya proyek yang terpisah dari penafsirannya.[33][34] Pada Oktober 2019, Kim melaporkan bahwa Leto merasa 'terasing dan kesal' ketika dia mengetahui bahwa Warner Bros. yang telah menjanjikannya film DCEU Joker yang berdiri sendiri, membiarkan Todd tetap terlibat dala film ini, bertanya kepada manajer musiknya Irving Azoff untuk memastikan proyek itu batal.[34]

Warner Bros. mendorong Todd untuk memerankan Leonardo DiCaprio sebagai Joker,[28] berharap menggunakan kolaborator setia Leonardo, Martin Scorsese, untuk menarik minat Martin.[33] Namun, Todd mengatakan bahwa Joaquin adalah satu-satunya aktor yang ia pertimbangkan,[35] dan bahwa dia dan Silver menulis naskah dengan pemikiran Joaquid, "Tujuannya bukanlah memperkenalkan Joaquid Phoenix ke dalam semesta film berdasarkan komik, melainkan memperkenalkan film berdasarkan komik ke dalam semesta Joaquin Phoenix."[36] Joaquin berkata ketika ia mengetahui film itu, ia menjadi bersemangat karena film itu adalah film yang ingin ia terlibat di situ; ia menggambarkannya sebagai unik dan menyatakan film itu tidak terasa seperti "film studio" biasanya.[24] Joaquin berpikir selama beberapa waktu demi peran di film itu, sehingga mengganggu dirinya dan berkata: "Seringkali, dalam film-film ini, kita memiliki arketipe yang disederhanakan dan reduktif ini, dan yang memungkinkan penonton untuk menjauh dari karakter ini, sama seperti yang akan kita lakukan dalam kehidupan nyata, di mana mudah untuk menyebut seseorang sebagai kejahatan, dan karena itu berkata, 'Yah, aku tidak seperti itu.'"[36]

Penulisan[sunting | sunting sumber]

Itu adalah proses yang panjang sejak kami menyelesaikan naskah hanya agar orang-orang baru bergabung dengan visi ini, karena saya mengirimkannya ke tim yang sama sekali berbeda daripada membuatnya. Ada surel tentang: "Anda sadar kami menjual baju tidur Joker di Target." Ada miliaran rintangan dan Anda hanya semacam harus menavigasi satu per satu [...] Pada saat itu, saya akan mengutuk mereka di kepala saya setiap hari, tetapi kemudian saya harus meletakkannya dalam perspektif dan berkata, "Mereka cukup berani bahwa mereka melakukan ini."

– Todd Phillips[26]

Todd dan Scott menulis Joker sepanjang 2017 dan proses penulisan ini berlangsung selama sekitar setahun.[37] Menurut produser Emma Tillinger Koskoff, butuh beberapa saat untuk mendapatkan persetujuan untuk naskah dari Warner Bros., sebagian karena kekhawatiran atas isi. Demikian pula dengan Todd yang berkomentar bahwa ada satu miliar rintangan selama proses penulisan karena visinilitas karakter.[26] Todd said that while the script's themes may reflect modern society, the film was not intended to be political.[37] While Joker had appeared in several films before, Phillips thought it was possible to produce a new story featuring the character. "It's just another interpretation, like people do interpretations of Macbeth," he told The New York Times.[35]

Naskah ini juga merujuk film Martin semisal Taxi Driver (1976), Raging Bull (1980), dan The King of Comedy (1983),[32][28] serta Trilogi The Hangover arahan Todd sebagai ilham.[38] Film Todd lainnya juga digunakan termasuk kajian tokoh yang diluncurkan pada 1970-an—sepertiSerpico (1973) dan One Flew Over the Cuckoo's Nest (1975)—film bisu The Man Who Laughs (1928), dan beberapa film musikal. Todd mengatakan bahwa selain dari nadanya, ia tidak menganggap Joker berbeda dari karya sebelumnya, seperti seri The Hangover.[37] Sementara premis film ini terilhami dari novel grafik Alan Moore dan Brian Bolland Batman: The Killing Joke (1988), yang menggambarkan Joker sebagai pelawak tunggal yang gagal,[26] Todd mengatakan ia tidak mengikuti apapun dari komik.[39] Todd kemudian mengklarifikasi bahwa maksudnya mereka tidak melihat ke komik tertentu untuk mencari ilham, melainkan memilih apa yang disukai dari riwayat watak.[40]

Todd dan Scott menemukan cerita asal-muasal Joker yang paling umum, ketika Joker cacat setelah terjatuh ke tong asam, terlalu tidak realistis.[26] Sebagai gantinya, mereka menggunakan unsur-unsur tertentu dari latar belakang Joker untuk menghasilkan cerita asli,[41] yang diinginkan Todd agar terasa seotentik mungkin.[26] Karena Joker tidak memiliki cerita asal-muasal yang pasti dalam komik, Todd dan Scott diberi kebebasan kreatif yang cukup besar dan mendorong satu dengan lainnya setiap hari untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar gila.[37] Namun, mereka mencoba untuk mempertahankan sifat "pilihan ganda" masa lalu Joker yang tidak jelas dengan menempatkan watak sebagai pengisah lancung dengan seluruh alur cerita hanyalah delusinya.[27][28] Karena itu, Todd mengatakan film ini terbuka untuk ditafsirkan.[27]

Praproduksi[sunting | sunting sumber]

Menyusul penerimaan Justice League (2017) yang mengecewakan, Walter Hamada menggantikan Jon Berg sebagai kepala produksi film yang didasari dari DC di Warner Bros. pada 2018.[42] Hamada memilah pelbagai film DC yang sedang dikembangkan, membatalkan beberapa di antaranya, sementara mempercepat pekerjaan pada film lainnya; Joker akan memulai pengambilan gambar pada akhir 2018 dengan anggaran yang kecil sebesar $55 juta.[1] Kim melaporkan Warner Bros. enggan membiarkan Joker bergerak ke depan dan memberinya anggaran kecil dalam upaya menghalangi Todd.[34] By June, Robert De Niro was under consideration for a supporting role in the film.[43] The deal with Phoenix was finalized in July 2018,[44] after four months of persuasion from Phillips.[26] Immediately afterwards,[44] Warner Bros. officially green-lit the film,[45] titled it Joker, and gave it an October 4, 2019, release date.[46] Warner Bros. described the film as "an exploration of a man disregarded by society [that] is not only a gritty character study, but also a broader cautionary tale."[7]

Rekan lama Martin, Emma, bergabung sebagai produser film ini,[47][48] walaupun Martin angkat kaki sebagai produser karena sibuk dengan proyek film lainnya.[47] Martin dianggap duduk sebagai produser eksekutif, tetapi disibukkan dengan film karyanya The Irishman.[26] Film ini juga dikonfirmasi tidak akan berpengaruh terhadap Joker yang diperankan Jared di Suicide Squad dan akan menjadi film pertama dalam seri baru film DC yang tidak berkaitan dengan DCEU.[49][1] Pada bulan Juli, Zazie Beetz berperan sebagai pemeran pendukung dan Robert masih dalam negosiasi pada bulan Agustus.[13][10][50] Frances McDormand menolak tawaran untuk memerankan ibu Joker, sehingga watak itu diperankan France Conroy.[51][14] Pada akhir Juli, Marc Maron, yang baru saja menyelesaikan pengambilan gambar musim ketiga dari seri televisi web GLOW,[52] dan Bryan Callen turut bergabung menjadi pemeran.[19][23] Alec Baldwin awalnya berperan sebagai Thomas Wayne pada 27 Agustus, tetapi batal dua hari kemudian karena berbenturan dengan jadwal pribadinya.[53]

Pengambilan gambar[sunting | sunting sumber]

Sebuah kereta api C New York City Subway dengan papan bertuliskan "0" yang merupakan kereta api fiksi yang digunakan bagi produksi Joker.

Pengambilan gambar utama dilakukan pada September 2018 di Kota New York,[b] dengan judul sementara Romeo.[56] Beberapa saat setelah pengambilan gambar bermula, De Niro, Brett Cullen, Shea Whigham, Glenn Fleshler, Bill Camp, Josh Pais, dan Douglas Hodge diumumkan terlibat dalam film ini, dengan Cullen menggantikan Baldwin.[22][57] Bradley Cooper joined the film as a producer,[58] and the director of photography was Lawrence Sher, both of whom Phillips had previously collaborated with.[22] On September 22, a scene depicting a violent protest filmed at the Church Avenue station in Kensington, Brooklyn,[59] although the station was modified to look like the Bedford Park Boulevard station in the Bronx.[60] Filming of violent scenes also took place at the abandoned lower platform of the Ninth Avenue station in Sunset Park, Brooklyn.[61]

Menurut Zazie, Todd menulis ulang seluruh naskah selama produksi; karena Phoenix kehilangan begitu banyak naskah untuk film ini, tidak akan ada kesempatan untuk melakukan pengambilan gambar ulang. Zazie mengingat, "kita akan melihat trailer Todd dan menulis adegan itu untuk malam ini dan kemudian melakukannya. Selama rambut dan riasan, kita menghafal naskah itu dan kemudian melakukannya dan kemudian kita akan mengambil gambar ulang itu tiga minggu kemudian."[62] Phillips recalled Phoenix sometimes walked off-set during filming because he lost self-control and needed to compose himself—to the confusion of other actors, who felt they had done something wrong. De Niro was one of the few Phoenix never walked out on, and De Niro said he was "very intense in what he was doing, as it should be, as he should be."[63]

Pengambilan gambar di Jersey City bermula pada 30 September and shut down Newark Avenue, while filming in November, starting on November 9, shut down Kennedy Boulevard. Filming in Newark began on October 13 and lasted until October 16.[56] Shortly before the Newark filming, SAG-AFTRA received a complaint that extras were locked in subway cars for more than three hours during filming in Brooklyn, a break violation. However, the issue was quickly resolved after a representative visited the set.[64] That month, Dante Pereira-Olson joined the cast as a young Bruce Wayne.[16] Whigham said towards the end of October the film was in "the middle" of production, adding that it was an "intense" and "incredible" experience.[21] By mid-November, filming had moved back to New York.[65] Filming wrapped on December 3, 2018,[66] with Phillips posting a picture on his Instagram feed later in the month to commemorate the occasion.[67]

Pascaproduksi[sunting | sunting sumber]

Pada Maret 2019, Todd membenarkan dia sedang dalam proses penyuntingan Joker.[68] Di CinemaCon pada bulan berikutnya, ia menyatakan film itu masih belum selesai dan sulit untuk dibahas, karena ia berusaha menjaga rahasia.[69] Todd juga menyatakan bahwa sebagian besar laporan perihal film ini tidak tepat, yang ia rasakan karena film ini adalah cerita asal-muasal mengenai watak yang tidak memiliki asal-usul yang pasti.[70] Brian Tyree Henry juga dikonfirmasi terlibat sebagai pemain falam film ini.[71] Efek visual dipercayakan kepada Scanline VFX dan Shade VFX serta diawasi oleh Matthew Giampa dan Bryan Godwin, dengan Erwin Rivera sebagai pengawas secara keseluruhan.[72]

Pada Agustus 2018, Hildur Guðnadóttir ditunjuk sebagai penyusun skor film ini.[73] Hildur mulai menulis naskah musik setelah membaca naskah film dan bertemu dengan Todd, yang memiliki banyak gagasan yang kuat tentang cara dia berpikir skor seharusnya terdengar. Dia bekerja untuk Joker bersamaan pula dengan mini seri drama Chernobyl; Hildur mengatakan pergantian di antara kedua proyek itu sangat menantang karena skornya sangat berbeda.[74] Selain itu, film ini menampilkan lagu "That's Life", "Send In the Clowns", dan "Rock and Roll Part 2".[28][75] Penggunaan "Rock and Roll Part 2" menimbulkan kontroversi ketika Gary Glitter yang menjadi terpidana kasus skandal seks dilaporkan akan menerima royalti, tetapi kemudian dikonfirmasi ia tidak akan menerima royalti itu.[75] Skor ini diluncurkan pada 2 Oktober 2019 oleh WaterTower Music.[76]

Film ini menghabiskan biaya sekitar $55–70 juta, yang dianggap The Hollywood Reporter sebagian kecil dari biaya film berdasarkan komik biasanya.[1][77] Sebagai perbandingan, film DC sebelumnya yang berpusat pada penjahat, Suicide Squad (2016), berbiaya $175 juta.[28] $25 juta dari biaya produksi film ini ditutupi oleh perusahaan pendanaan Toronto, Creative Wealth Media, manakala Village Roadshow Pictures dan Bron Studios masing-masing bersumbangsih sebesar 25% dari biaya produksi.[78][77] Joker juga merupakan film bioskop laga hidup pertama dalam waralaba film Batman yang menerima klasifikasi R dari Motion Picture Association of America, karena kekerasan berdarah yang kuat, perilaku mengganggu, bahasa, dan gambar seksual singkat.[79] Di Inggris, British Board of Film Classification memberikan klasifikasi 15 untuk film ini.[80] Di Indonesia, film ini diklasifikasikan 17+ oleh Lembaga Sensor Film. Di Malaysia dan Singapura, film ini masing-masing mendapat klasifikasi 18 dan NC16. Di Jepang, Korea Selatan, dan Hongkong, masing-masing mendapat klasifikasi yang setara yaitu R15+, 15, dan IIB; Taiwan akhirnya menyusul dengan klasifikasi 15+ dibanding sebelumnya yaitu 18+.

Pemasaran[sunting | sunting sumber]

Todd mempromosikan film ini lewat mengunggah sejumlah gambar di feed Instagram-nya.[81] Pada 21 September 2008, Todd meluncurkan rekaman uji berupa Joaquid yang mengenakan kostum Joker, dengan "Laughing" oleh The Guess Who mengalun di rekaman itu.[82] At CinemaCon on April 2, 2019, Phillips unveiled the first trailer for the film,[71] which was released online the following day.[83] The trailer, prominently featuring the song "Smile" performed by Jimmy Durante, generated positive responses, with some commentators comparing it to Taxi Driver and Requiem for a Dream and praising Phoenix's performance.[84][85] Writers described the trailer as dark and gritty,[86] with ComicBook.com's Jenna Anderson feeling it appeared more like a psychological thriller than a comic book film.[71] Mark Hamill, who has voiced the Joker since the 1992 cartoon Batman: The Animated Series, expressed enthusiasm in a Twitter post.[87][88] Conversely, io9's Germain Lussier said the trailer revealed too little and that it was too similar to photos Phillips posted on Instagram. While he still believed it exhibited potential, Lussier overall thought the trailer was not "a home run."[89] The trailer received over eight million views in the first few hours of release.[90]

Pada 25 Agustus 2019, Todd mengunggah enam penggoda singkat yang menampilkan kilatan yang mengungkap trailer kedua akan diunggah pada 28 Agustus.[91] Filmmaker Kevin Smith commended the trailer, stating he thought the film "would still work even if [DC Comics] didn't exist" and praising its uniqueness.[92] Overall, Deadline Hollywood estimated that Warner Bros. spent $120 million on promotion and advertisements.[77]

Penayangan[sunting | sunting sumber]

Penayangan bioskop[sunting | sunting sumber]

Joaquin Phoenix (left) at the 76th Venice International Film Festival, where Joker premiered.

Joker premiered at the 76th Venice International Film Festival on August 31, 2019, where it received an eight-minute standing ovation and won the Golden Lion award.[93][94] It also screened at the Toronto International Film Festival on September 9, 2019.[95] The film was released theatrically by Warner Bros. Pictures on October 4, 2019 in the United States, and a day earlier in Australia and several other international markets.[5][96]

Masalah keamanan[sunting | sunting sumber]

Pada 18 September 2019, the United States Army distributed an email warning service members of potential violence at theaters screening the film and noting the Joker character's popularity among the incel community. A separate memo revealed the Army received "credible" information from Texas law enforcement "regarding the targeting of an unknown movie theater during the release."[97] However, according to Deadline Hollywood, the FBI and the United States Department of Homeland Security found no credible threats surrounding the release of the film.[98]

Penerimaan[sunting | sunting sumber]

Film ini memuncaki daftar film terlaris dalam lima minggu berturut-turut di Inggris.[99]

Rekor[sunting | sunting sumber]

Setelah ditayangkan, film ini memecahkan rekor film terlaris di Amerika Utara dan seluruh dunia, di antaranya:

Rekor film terlaris Rincian rekor Pemegang rekor sebelumnya Rincian pemegang rekor sebelumnya Ruj.
Jumlah bioskop yang menayangkan film Oktober terbanyak 4.374 bioskop Venom (2018, 4.350 bioskop) [100]
Hari pembukaan tertinggi Oktober (AS dan Kanada) $39,4 juta Halloween (2018, $33 juta) [101]
Akhir pekan pembukaan tertinggi Oktober (AS dan Kanada) $96,2 juta Venom (2018, $80,3 juta) [100]
Akhir pekan pembukaan tertinggi Oktober $152,2 juta Venom (2018, $127,2 juta) [100][102]
Peluncuran seluruh dunia tertinggi sepanjang masa film Oktober $248,2 juta Venom (2018, $207,3 juta) [100][102]
Akhir pekan pembukaan IMAX tertinggi pada Oktober $9 juta Doctor Strange (2016, $7,6 juta) [100][102]
Tonggak sejarah pembukaan IMAX tertinggi pada Oktober $16,4 juta Gravity (2013, $11,2 juta) [101][103]
Pratayang Kamis tertinggi pada Oktober (AS dan Kanada) $13,3 juta Venom (2018, $10 juta) [104][105]
Pendapatan kotor Jumat tertinggi pada Oktober (AS dan Kanada) $39,4 juta Halloween (2018, $33 juta) [106][107]
Pendapatan kotor Sabtu tertinggi pada Oktober (AS dan Kanada) $32,5 juta Halloween (2018, $27 juta) [107]
Pendapatan kotor Minggu tertinggi pada Oktober (AS dan Kanada) $24,4 juta Venom (2018, $21 juta) [107]
Pendapatan kotor Senin tertinggi pada Oktober (AS dan Kanada) $9,7 million Venom (2018, $9,63 juta) [108]
Pendapatan kotor Selasa tertinggi pada Oktober (AS dan Kanada) $13,9 juta Venom (2018, $8,2 juta) [109]
Pendapatan kotor Rabu tertinggi pada Oktober (AS dan Kanada) $9,6 juta Michael Jackson's This Is It (2009, $7,4 juta) [110][107]
Pendapatan kotor Kamis tertinggi pada Oktober (AS dan Kanada) $8,3 juta Gravity (2013, $5,3 juta) [111][112]
Penghasilan kotor tertinggi di minggu pertama pada Oktober (AS dan Kanada) $137,7 juta Venom (2018, $107,1 juta) [113]
Penghasilan kotor tertinggi di akhir pekan kedua pada Oktober (AS dan Kanada) $55,9 juta Gravity (2013, $43,1 juta) [114][115]
Penghasilan kotor tertinggi di minggu kedua pada Oktober (AS dan Kanada) $80,3 million Gravity (2013, $60,4 million) [116][117]
Penghasilan kotor tertinggi di minggu ketiga pada Oktober (AS dan Kanada) $40,7 juta Gravity (2013, $39,9 juta) [118][119]
Film terlaris pada Oktober (AS dan Kanada) $277,6 juta Gravity (2013, $274,1 juta) [120][121]
Film berklasifikasi R terlaris sepanjang masa $849,1 juta Deadpool 2 (2018, $785 juta) [122][123]
Film adaptasi komik paling menguntungkan $957 juta berbanding biaya produksi $62,5 juta Venom (2018, $854 juta berbanding biaya produksi $90 juta) [124]
Minggu pembukaan film berklasifikasi NC16 tertinggi di Singapura S$1.89 juta [125]
Film berklasifikasi NC16 terlaris di Singapura S$5,355 juta Train to Busan (2016, 5,35 juta) [126]
Film berklasifikasi 16 terlaris di Israel >$4,8 juta Deadpool (2016, $2,4 juta) [127][128]
Film Oktober terlaris di Israel >$4,8 juta Skyfall (2012, $4,8 juta) [127][129]
Film berklasifikasi 15 terlaris sepanjang masa di Inggris dan Irlandia $67,2 juta The Full Monty (1997, $67 juta) [130]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Versi sutradara Batman v Superman: Dawn of Justice (2016) diklasifikasikan R, tetapi versi bioskop diklasifikasikan PG-13.
  2. ^ Sementara pengambilan gambar dijadwalkan pada 10 September,[54] Todd menyebut dalam status Instagram bahwa produksi bermula pada 2 September.[55]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Kit, Borys (June 13, 2018). "Warner Bros. Shifts DC Strategy Amid Executive Change-Up". The Hollywood Reporter (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal June 15, 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "DCStrategy" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  2. ^ "Joker (2019)". Box Office Mojo. Diakses tanggal November 15, 2019. 
  3. ^ "Full 'Joker' Cast List Reveals Shea Whigham, Glenn Fleshler, and More". Collider. September 17, 2018. Diakses tanggal September 17, 2018. 
  4. ^ "Joaquin Phoenix's Joker film praised as a dark and twisted "masterpiece" by critics as first reactions land". Digital Spy. August 31, 2019. Diakses tanggal August 31, 2019. 
  5. ^ a b McClintock, Pamela; Kit, Borys (June 18, 2018). "'Joker' Origin Movie Lands Fall 2019 Release Date". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal July 18, 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "ReleaseDate" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  6. ^ "Joker Is Powerful, Confused And Provocative, Just Like The Character". Gizmodo Australia (dalam bahasa Inggris). 2019-09-02. Diakses tanggal 2019-09-02. 
  7. ^ a b Ashurst, Sam; Chapman, Matt (April 3, 2019). "Joaquin Phoenix's Joker film release date, plot, cast, trailer and everything you need to know". Digital Spy. Diakses tanggal April 9, 2019.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "DSdetails" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  8. ^ Snyder, Chris; Phillips, Ian (April 9, 2019). "Everything you missed in the first 'Joker' teaser trailer". Business Insider. Diakses tanggal April 9, 2019. 
  9. ^ Kohn, Eric (April 3, 2019). "'Joker': Robert De Niro Addresses the Connection Between His Character and 'King of Comedy'". IndieWire. Diakses tanggal April 3, 2019. 
  10. ^ a b Kit, Borys (July 23, 2018). "Robert De Niro in Talks to Join Joaquin Phoenix in Joker Movie (Exclusive)". The Hollywood Reporter (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal July 24, 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "DeNiroCast" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  11. ^ "Robert De Niro and Frances Conroy join DC's Joker origin film". flickeringmyth. July 24, 2018. Diakses tanggal July 26, 2018. 
  12. ^ Hood, Cooper (August 10, 2018). "Zazie Beetz's Role in Joker Revealed". Screen Rant. Diakses tanggal September 17, 2018. 
  13. ^ a b Kit, Borys (July 19, 2018). "'Joker' Movie: 'Deadpool 2' Actress Zazie Beetz in Talks to Join Joaquin Phoenix (Exclusive)". The Hollywood Reporter (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal July 21, 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "BeetzCast" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  14. ^ a b Gonzalez, Umberto; Verhoeven, Beatrice (July 24, 2018). "'Joker': Frances Conroy in Talks to Play Mom to Joaquin Phoenix's Joker in 'Batman' Spinoff (Exclusive)". TheWrap. Diakses tanggal July 24, 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "ConroyTalks" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  15. ^ Anderson, Jenna (September 23, 2018). "'Joker' Set Photo Reveals Thomas Wayne's Political Ambitions". ComicBook.com. Diakses tanggal September 26, 2018. 
  16. ^ a b Couch, Aaron (October 23, 2018). "Joker' Finds Its Young Bruce Wayne and Alfred Pennyworth". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal October 23, 2018. 
  17. ^ Davis, Brandon (October 23, 2018). "'Joker': Dante Pereira-Olson Cast as Young Bruce Wayne". ComicBook.com. Diakses tanggal October 23, 2018. 
  18. ^ E. Hayner, Chris (September 20, 2018). "The Joker Movie Casts A New Thomas Wayne After Alec Baldwin Quit". GameSpot. Diakses tanggal September 26, 2018. 
  19. ^ a b c Kroll, Justin (July 31, 2018). "Joaquin Phoenix's Joker Movie Eyes 'Glow' Star Marc Maron (EXCLUSIVE)". Variety. Diakses tanggal July 31, 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "MaronCast" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  20. ^ Trendell, Andrew (March 26, 2019). "Marc Maron tells us about working on Joaquin Phoenix's upcoming 'Joker' origin movie". NME. Diakses tanggal April 1, 2019. 
  21. ^ a b c Chitwood, Adam (October 22, 2018). "Exclusive: 'Joker' Actor Shea Whigham Reveals Who He Plays, Teases Unique Filming Experience". Collider. Diakses tanggal August 31, 2019. 
  22. ^ a b c d e "Production is Underway on Warner Bros. Pictures' "Joker"". Business Wire. September 17, 2018. Diakses tanggal September 18, 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "underway" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  23. ^ a b Anderson, Jenna (July 31, 2018). "Bryan Callen Cast in 'Joker' Origin Movie". ComicBook.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal August 1, 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "CallenCast" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  24. ^ a b c Weintraub, Steve (July 12, 2018). "Exclusive: Joaquin Phoenix on His "Unique" Joker Movie and Why It Scares Him". Collider. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 18, 2018. Diakses tanggal September 17, 2018. 
  25. ^ Cotter, Padraig (March 7, 2018). "Joaquin Phoenix Doesn't Regret Passing on MCU Movie Roles". Screen Rant. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 23, 2018. Diakses tanggal September 22, 2018. 
  26. ^ a b c d e f g h i j Rottenberg, Josh (August 28, 2019). "In 'Joker' the stakes are life and death, and comic book movies may never be the same". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 28, 2019. Diakses tanggal August 28, 2019. 
  27. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama LA: Ending
  28. ^ a b c d e f "The Making of Joker". Closer Magazine Movie Special Edition. American Media, Inc. 19 (65): 8–19. 2019. ISSN 1537-663X. 
  29. ^ Sobeczak, Johnny [@JohnnySobeczak] (July 10, 2019). "Todd Phillips pitched JOKER to WB executives at the after party of the WAR DOGS premiere. "He suggested they begin a new division called DC Black, separating itself from the current crop of DC films. It was also a way of differentiating from Marvel." (Via @empiremagazine)" (Twit). Diakses tanggal July 23, 2019 – via Twitter. 
  30. ^ Sobeczak, Johnny [@JohnnySobeczak] (July 10, 2019). ""I said 'Let JOKER be the first, then let's get fucking great filmmakers to come in.' Instead of trying to live in the shadow of the beast (MCU), let's do something they can't." This included $30 million budgets, no CGI hoopla. "Let's strip that all away. It'll be liberating."" (Twit). Diakses tanggal July 25, 2019 – via Twitter. 
  31. ^ Riesman, Abraham (September 29, 2017). "DC Rethinks Its Universe". Vulture. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 30, 2017. Diakses tanggal September 29, 2017. 
  32. ^ a b Jr, Mike Fleming (August 22, 2017). "The Joker Origin Story On Deck: Todd Phillips, Scott Silver, Martin Scorsese Aboard WB/DC Film". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 23, 2017. Diakses tanggal August 23, 2017. 
  33. ^ a b Masters, Kim; Kit, Borys (September 1, 2017). "The Joker Movie: Warner Bros. Wants Class, Cachet and Maybe Leonardo DiCaprio". The Hollywood Reporter (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal September 5, 2017. Diakses tanggal September 5, 2017. 
  34. ^ a b c Masters, Kim (October 19, 2019). ""You've Got to Stop This": Jared Leto Fumed Over New 'Joker' Movie". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal October 19, 2019. 
  35. ^ a b Itzkoff, Dave (September 10, 2019). "Joaquin Phoenix, the Wild Card of 'Joker'". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 12, 2019. Diakses tanggal September 12, 2019. 
  36. ^ a b Shepherd, Jack; Graham, Jamie (August 20, 2019). "Exclusive: Joaquin Phoenix reveals his hesitations over playing the Joker: "There was a lot of fear"". GamesRadar+. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 28, 2019. Diakses tanggal August 25, 2019. 
  37. ^ a b c d Tartaglione, Nancy (August 31, 2019). "'Joker's Joaquin Phoenix & Todd Phillips On Creating DC Character Study & Finding That Laugh – Venice". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 1, 2019. Diakses tanggal September 2, 2019. 
  38. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama GRsequel
  39. ^ Edwards, Chris (July 8, 2019). "Joker doesn't "follow anything" from the comics". Digital Spy. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 9, 2019. Diakses tanggal July 10, 2019. 
  40. ^ Rougeau, Michael (September 16, 2019). "Joker Director Claims He Was "Misquoted" Concerning Comic Book Connections". GameSpot. Diakses tanggal September 16, 2019. 
  41. ^ Libbey, Dirk (July 10, 2019). "Robert De Niro Was Sent A Pipe Bomb The Day He Started Filming Joker". CinemaBlend. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 10, 2019. Diakses tanggal July 10, 2019. 
  42. ^ Lang, Brent (January 4, 2018). "Warner Bros. Taps Walter Hamada to Oversee DC Films Production (EXCLUSIVE)". Variety (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal June 12, 2018. Diakses tanggal September 29, 2018. 
  43. ^ Erao, Matthew (June 18, 2018). "Joker Origin Film Reportedly Wants Robert De Niro For Supporting Role". Screen Rant. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 28, 2018. Diakses tanggal July 18, 2018. 
  44. ^ a b Kroll, Justin (July 10, 2018). "Joaquin Phoenix's 'Joker' Movie Gets the Greenlight, Will Shoot in the Fall". Variety. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 19, 2018. Diakses tanggal September 18, 2018. 
  45. ^ Kit, Borys (July 10, 2018). "Joaquin Phoenix's Joker Origin Movie a Go at Warner Bros". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 11, 2018. Diakses tanggal July 11, 2018. 
  46. ^ Hood, Cooper (July 18, 2018). "Joker Origin Movie Title & Release Date Officially Revealed". Screen Rant. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 19, 2018. Diakses tanggal September 16, 2018. 
  47. ^ a b D'Alessandro, Anthony (July 10, 2018). "Todd Phillips' 'Joker' Movie Heading Into Production This Fall With Joaquin Phoenix". Deadline. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 24, 2018. Diakses tanggal July 11, 2018. 
  48. ^ "Joker trailer, release date, cast, news and more". Den of Geek!. April 3, 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 7, 2019. Diakses tanggal April 15, 2019. 
  49. ^ Yang, Rachel (September 21, 2018). "See Joaquin Phoenix in Joker Makeup". Variety. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 21, 2018. Diakses tanggal September 21, 2018. 
  50. ^ "Robert De Niro and Frances Conroy join DC's Joker origin film". flickeringmyth. July 24, 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 25, 2018. Diakses tanggal July 26, 2018. 
  51. ^ Mueller, Matthew (July 13, 2018). "Frances McDormand Turns Down Role in Joker Origin Movie". ComicBook.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal July 26, 2018. Diakses tanggal July 21, 2018. 
  52. ^ Trendell, Andrew (March 26, 2019). "Marc Maron tells us about working on Joaquin Phoenix's upcoming 'Joker' origin movie". NME. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 3, 2019. Diakses tanggal April 1, 2019. 
  53. ^ Stedman, Alex (August 29, 2018). "Alec Baldwin Drops Out of 'Joker' Movie". Variety. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 17, 2018. Diakses tanggal September 17, 2018. 
  54. ^ D'Alessandro, Anthony (August 27, 2018). "Alec Baldwin Joins Todd Phillips' 'Joker'". Deadline. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 27, 2018. Diakses tanggal August 28, 2018. 
  55. ^ Drum, Nicole (September 2, 2018). "'Joker' Director Todd Phillips Teases Production With New Photo". ComicBook.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 19, 2018. Diakses tanggal September 18, 2018. 
  56. ^ a b MacDonald, Terrence T. (September 21, 2018). "'Joker,' Joaquin Phoenix film about Batman nemesis, to film in N.J. locations". NJ.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 22, 2018. Diakses tanggal September 21, 2018. 
  57. ^ Chitwood, Adam (September 17, 2018). "Brett Cullen Replaces Alec Baldwin as Thomas Wayne in 'Joker'". Collider. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 18, 2018. Diakses tanggal September 17, 2018. 
  58. ^ "Full 'Joker' Cast List Reveals Shea Whigham, Glenn Fleshler, and More". Collider. September 17, 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 18, 2018. Diakses tanggal September 17, 2018. 
  59. ^ "Joker Movie Extras Reportedly Reduced To Peeing On Subway Tracks During Shoot". Gothamist. October 10, 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 9, 2019. Diakses tanggal October 9, 2019. 
  60. ^ "Joaquin Phoenix All Smiles as The Joker in Action". TMZ. September 22, 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 1, 2018. Diakses tanggal October 1, 2018. 
  61. ^ "The Star Of Joker Is New York As Gotham City". Gothamist. October 3, 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 9, 2019. Diakses tanggal October 9, 2019. 
  62. ^ Mancuso, Vinnie (January 26, 2019). "Todd Phillips Rewrote Joaquin Phoenix's 'Joker' During Production". Collider.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 27, 2019. Diakses tanggal January 27, 2019. 
  63. ^ Sharf, Zack (September 11, 2019). "Joaquin Phoenix Baffled 'Joker' Cast by Walking Off Set in Middle of Filming". IndieWire. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 11, 2019. Diakses tanggal September 11, 2019. 
  64. ^ McNary, Dave (October 10, 2018). "'Joker' Movie Extras Reportedly Denied Break, Locked in Subway Cars". Variety. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 24, 2018. Diakses tanggal October 23, 2018. 
  65. ^ Smith, Nigel (November 19, 2018). "Joaquin Phoenix Sprints Through the Streets of New York City as He Films The Joker". People. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 20, 2018. Diakses tanggal November 20, 2018. 
  66. ^ Anderson, Jenna (December 3, 2018). "Joaquin Phoenix's 'Joker' Wraps Production". ComicBook.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal December 4, 2018. Diakses tanggal December 4, 2018. 
  67. ^ Chitwood, Adam (December 18, 2019). "'Joker' Wraps Filming as Todd Phillips Shares One Final Set Photo". Collider. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 3, 2019. Diakses tanggal April 3, 2019. 
  68. ^ Jones, Adrienne (March 22, 2019). "Todd Phillips Releases Moody New Joker Image, Confirms Editing Is Underway". CinemaBlend. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 3, 2019. Diakses tanggal April 2, 2019. 
  69. ^ Couch, Aaron (April 2, 2019). "'Joker' Brings Creepy First Trailer to CinemaCon". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 3, 2019. Diakses tanggal April 2, 2019. 
  70. ^ D'Alessandro, Anthony; Tartaglione, Nancy (April 2, 2019). "'Joker': Joaquin Phoenix's Ultradark Villain Surfaces Retro-Style In CinemaCon Sneak Peek". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 2, 2019. Diakses tanggal April 2, 2019. 
  71. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama trailerspoilers
  72. ^ "JOKER – The Art of VFX". artofvfx.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 4, 2019. Diakses tanggal April 4, 2019. 
  73. ^ "Hildur Gudnadottir to Score Todd Phillips' 'Joker' Origin Movie". Film Music Reporter. August 23, 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 17, 2018. Diakses tanggal August 28, 2018. 
  74. ^ Kala Bhavani, Divya (July 31, 2019). "Working on 'Chernobyl' and 'Joker' came with a lot of pressure, says Emmy-nominated composer Hildur Guðnadóttir". The Hindu. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 31, 2019. Diakses tanggal September 2, 2019. 
  75. ^ a b Appleford, Steve (October 11, 2019). "Will a convicted pedophile make a fortune from a 'Joker' song?". Los Angeles Times. Diakses tanggal October 13, 2019. 
  76. ^ "'Joker' Soundtrack Details". Film Music Reporter. September 23, 2019. Diakses tanggal October 4, 2018. 
  77. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama opening
  78. ^ Wong, Natalie (September 8, 2019). "Financier for 'Joker' Has Made Movies Into Ultimate Yield Play". Bloomberg News. Diakses tanggal September 8, 2019. 
  79. ^ Kurp, Josh (August 23, 2019). "'Joker' Lands A Rating That No Live-Action Batman Movie Has Ever Received". Uproxx. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 2, 2019. Diakses tanggal September 2, 2019. 
  80. ^ British Board of Film Classification. "Joker (2019)". Diakses tanggal 20 October 2019. 
  81. ^ Shanley, Patrick (September 16, 2018). "Joaquin Phoenix's Joker Unveiled in First-Look Photo". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 17, 2018. Diakses tanggal September 18, 2018. 
  82. ^ Patches, Matt (September 21, 2018). "Joaquin Phoenix's Joker makeup revealed in behind-the-scenes footage". Polygon. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 21, 2018. Diakses tanggal September 21, 2018. 
  83. ^ Sandwell, Ian (April 2, 2019). "Joker's first trailer is coming tomorrow". DigitalSpy. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 2, 2019. Diakses tanggal April 2, 2019. 
  84. ^ Peters, Megan (April 3, 2019). "'Joker' Trailer Draws In Rave Reactions". ComicBook.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 4, 2019. Diakses tanggal April 4, 2019. 
  85. ^ Sharf, Zack (April 2, 2019). "Joker' First Trailer Stuns CinemaCon, Critics Compare Footage to 'Taxi Driver' and 'Requiem for a Dream'". IndieWire. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 2, 2019. Diakses tanggal April 2, 2019. 
  86. ^ Rubin, Rebecca; Lang, Brent (April 2, 2019). "Joaquin Phoenix 'Joker' Footage Debuts at CinemaCon". Variety. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 3, 2019. Diakses tanggal April 2, 2019. 
  87. ^ Mark Hamill [@HamillHimself] (April 3, 2019). "A diabolically delicious character + a superb actor + a brilliant writer/director = YES PLEASE!!! 🃏" (Twit). Diarsipkan dari versi asli tanggal April 12, 2019. Diakses tanggal April 12, 2019 – via Twitter. 
  88. ^ Galanis, Evangelia (April 4, 2019). "Joker: Mark Hamill Weighs in on Joaquin Phoenix's Chilling Trailer". Comic Book Resources. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 4, 2019. Diakses tanggal April 4, 2019. 
  89. ^ Lussier, Germain (April 2, 2019). "We Just Got Our First Look at Footage of Joaquin Phoenix in DC's Joker". io9. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 3, 2019. Diakses tanggal April 2, 2019. 
  90. ^ Cashmere, Paul (April 4, 2019). "Joker Trailer Clocks Up Over 8 Million Views in a few hours". Noise11. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 4, 2019. Diakses tanggal April 4, 2019. 
  91. ^ Anderson, Jenna (August 25, 2019). "Joaquin Phoenix's Joker Movie Releases New Teasers, Reveals Trailer Release Date". ComicBook.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 25, 2019. Diakses tanggal August 25, 2019. 
  92. ^ Perine, Aaron (August 28, 2019). "Kevin Smith Praises the New Joker Trailer". ComicBook.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 29, 2019. Diakses tanggal August 28, 2019. 
  93. ^ Tartaglione, Nancy (August 31, 2019). "'Joker' Is Wild, Gets Eight-Minute Standing Ovation At Venice Film Festival". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 31, 2019. Diakses tanggal August 31, 2019. 
  94. ^ "Joaquin Phoenix's Joker film praised as a dark and twisted "masterpiece" by critics as first reactions land". Digital Spy. August 31, 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 31, 2019. Diakses tanggal August 31, 2019. 
  95. ^ "Joker". Toronto International Film Festival. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 24, 2019. Diakses tanggal August 19, 2019. 
  96. ^ "Joker Is Powerful, Confused And Provocative, Just Like The Character". Gizmodo Australia (dalam bahasa Inggris). September 2, 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 2, 2019. Diakses tanggal September 2, 2019. 
  97. ^ Cameron, Dell (September 24, 2019). "U.S. Military Issues Warning to Troops About Incel Violence at Joker Screenings [Updated]". io9. Diakses tanggal September 26, 2019. 
  98. ^ D'Alessandro, Anthony (September 27, 2019). "'Joker': Warner Bros Restricts Broadcast & Print Reporters From Red Carpet At Hollywood Premiere". Deadline Hollywood. Diakses tanggal September 30, 2019. 
  99. ^ "'Joker' tops UK box office for record fifth consecutive weekend; 'Doctor Sleep' slumbers". Screen Daily. 4 November 2019. Diakses tanggal 8 Oktober 2019. 
  100. ^ a b c d e McClintock, Pamela (October 6, 2019). "'Joker' Box Office: All the Records Broken". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal October 7, 2019. 
  101. ^ a b D'Alessandro, Anthony (October 7, 2019). "Warner Bros' 'Joker' Final Number Grows To $96M, Setting Records For October, Todd Phillips, Joaquin Phoenix & Robert De Niro". Deadline Hollywood. Diakses tanggal October 7, 2019. 
  102. ^ a b c Tartaglione, Nancy (October 7, 2019). "'Joker' Jumps Higher With $152M Overseas & $248M Global Bows, Smashes October Records – International Box Office". Deadline Hollywood. Diakses tanggal October 7, 2019. 
  103. ^ Susman, Gary (October 6, 2013). "Box Office Report: 'Gravity' Rockets to October Record". Rolling Stone. Diakses tanggal October 21, 2019. 
  104. ^ Mendelson, Scott (October 4, 2019). "'Joker' Shatters Box Office Records With Huge $13.3 Million Thursday". Forbes. Diakses tanggal October 7, 2019. 
  105. ^ Prestigiacomo, Amanda (October 5, 2019). "'Joker' Posts HUGE Numbers In Record-Breaking Opening". The Daily Wire. Diakses tanggal October 7, 2019. 
  106. ^ Waller, Hailey (October 5, 2019). "'Joker' Opens at $39.9 Million Friday, Eyes October Record". Bloomberg News. Diakses tanggal October 11, 2019. 
  107. ^ a b c d Pandya, Gitesh (October 10, 2019). "#Joker kept breaking records WED w/ $9.6M lifting cume to $129.4M. It's already set these all-time daily #boxoffice records for the month of OCT". BoxOfficeGuru. Diakses tanggal October 11, 2019. 
  108. ^ D'Alessandro, Anthony (October 8, 2019). "'Joker' Rakes In $9.7M, Best Monday Ever In October, Cume Stands Near $106M". Deadline Hollywood. Diakses tanggal October 8, 2019. 
  109. ^ Mendelson, Scott (October 9, 2019). "As 'Joker' Tops $300 Million, Why Its Biggest Artistic Weakness Is Also The Key To Its Box Office Success". Forbes. Diakses tanggal October 9, 2019. 
  110. ^ Access Hollywood Editors (October 29, 2009). "Jackson's 'This Is It' Draws $20.1M Worldwide". Access Hollywood. Diakses tanggal October 11, 2019. 
  111. ^ D'Alessandro, Anthony (October 11, 2019). "'Joker' Still Laughing With Near $46M, 'Addams Family' Eyes $30M, 'Gemini Man' Breaking Down With $19M-$20M — Midday Box Office". Deadline Hollywood. Diakses tanggal October 11, 2019. 
  112. ^ Box Office Mojo Editors, Scott (October 10, 2013). "Gravity - Daily Box Office". BoxOfficeMojo. Diakses tanggal October 11, 2019. 
  113. ^ Jirak, Jamie (October 11, 2019). "Joker Movie Sets Another October Box Office Record". Comic Book. Diakses tanggal October 11, 2019. 
  114. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama SecondWknd
  115. ^ Guerrasio, Jason (October 13, 2019). "'Joker' scores an October 2nd weekend record at the box office, while 'Gemini Man' bombs". Business Insider. Diakses tanggal October 21, 2019. 
  116. ^ Box Office Mojo Editors (October 17, 2019). "Joker (2019) - Weekly Box Office". Box Office Mojo. Diakses tanggal October 22, 2019. 
  117. ^ Box Office Mojo Editors (October 17, 2013). "Gravity (2013) - Weekly Box Office". Box Office Mojo. Diakses tanggal October 22, 2019. 
  118. ^ Box Office Mojo Editors (October 24, 2019). "Joker (2019) - Domestic 2019 Week 42". Box Office Mojo. Diakses tanggal October 26, 2019. 
  119. ^ Box Office Mojo Editors (October 24, 2013). "Gravity (2013) - Domestic 2013 Week 42". Box Office Mojo. Diakses tanggal October 26, 2019. 
  120. ^ Box Office Mojo Editors (October 27, 2019). "Joker BOM". Box Office Mojo. Diakses tanggal October 27, 2019. 
  121. ^ Mendelson, Scott (October 27, 2013). "Box Office: 'Joker' Tops 'Batman V Superman' Overseas With A $849 Million Worldwide Cume". Forbes. Diakses tanggal October 27, 2019. 
  122. ^ Box Office Mojo Editors (October 27, 2019). "Joker BOM". Box Office Mojo. Diakses tanggal October 27, 2019. 
  123. ^ Tartaglione, Nancy (October 27, 2019). "'Joker' Laughing At $850M WW As 'Maleficent 2' Nears $300M & 'Terminator: Dark Fate' Unlucky With $13M Offshore Bow – International Box Office". Deadline Hollywood. Diakses tanggal October 27, 2019. 
  124. ^ Mendelson, Scott (8 November 2019). "Box Office: 'Joker' Becomes The Most Profitable Comic Book Movie Ever". Forbes. Diakses tanggal 8 November 2019. 
  125. ^ "Joker sets new box-office record in Singapore". The Straits Times. 7 Oktober 2019. Diakses tanggal 28 Oktober 2019. 
  126. ^ Lui, John (23 Oktober 2019). "Joker is Singapore's highest-grossing NC16 film". The Straits Times. Diakses tanggal 28 Oktober 2019. 
  127. ^ a b Shavit, Avner (October 28, 2019). "19 מיליון: השיא המשוגע של "ג'וקר" בקופות ישראל, והעלייה הדרמטית הכוללת במכירות הכרטיסים" ['Joker' scores an October 2nd weekend record at the box office, while 'Gemini Man' bombs]. Walla!. Diakses tanggal October 28, 2019. 
  128. ^ Box Office Mojo Editors (April 17, 2016). "Deadpool - Israel Box Office". Box Office Mojo. Diakses tanggal October 28, 2019. 
  129. ^ Box Office Mojo Editors (January 20, 2012). "Skyfall - Israel Box Office". Box Office Mojo. Diakses tanggal October 28, 2019. 
  130. ^ Dalton, Ben (November 7, 2019). "'Joker' becomes highest-grossing 15-rated film of all time in UK". Screen International. Diakses tanggal November 7, 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]