Lompat ke isi

Jerami pakan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tumpukan balun khas Rumania. Meski di luar terlihat kering, namun bagian dalamnya masih hijau
Jerami pakan dari alfalfa yang baru dipanen

Balun,[1] cangkaroan[2] atau gagaton[3] (bahasa Inggris: hay) adalah tanaman rerumputan, legum, dan sejenisnya yang dipanen terutama untuk pakan ternak. Berbeda dengan jerami yang merupakan produk samping, balun berasal dari tanaman yang ditanam seperti halnya tanaman pangan, dengan tujuan untuk dimanfaatkan sebagai jerami. Sebuah lahan dapat difungsikan sebagai area penanaman balun tempat tanaman yang dipangkas hanya tanaman dengan tinggi tertentu yang diatur dalam mesin pemanen. Tanaman muda dibiarkan tumbuh, dan tanaman yang telah terpotong masih memiliki akar, batang bawah, dan sedikit daun yang kemudian akan tumbuh kembali. Lokasi penanaman balun dapat menjadi tempat untuk mengaplikasikan kotoran ternak sebagai pupuk.

Balun diberikan pada hewan ternak ketika penggembalan tidak memungkinkan karena faktor lokasi, luas wilayah, atau cuaca. Balun dapat didatangkan dari tempat yang jauh dari lokasi peternakan untuk diberikan kepada hewan ternak di dalam kandang. Balun juga dapat difermentasikan untuk membentuk silase.

Komposisi

[sunting | sunting sumber]

Tanaman yang ditanam sebagai hijauan biasanya adalah:

Tanaman pangan seperti haver, barli, gandum, dan padi juga dapat dipotong ketika masih hijau meski praktik ini jarang karena biasanya tanaman tersebut juga akan menghasilkan produk samping jerami setelah dipanen.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Arti kata GALAT! URL tidak ditemukan atau tidak sah. dalam situs web {{{ver}}} oleh lembaga penyusun kamus.
  2. "Cangkaroan - KBBI VI via KamusKita".
  3. Arti kata GALAT! URL tidak ditemukan atau tidak sah. dalam situs web {{{ver}}} oleh lembaga penyusun kamus.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]