Jembatan Bailey

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sebuah jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Sarongan dan Desa Kandangan di Kabupaten Banyuwangi

Jembatan Bailey adalah jembatan rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portabel. Jembatan tipe ini dikembangkan pada periode 1940–1941 oleh militer Inggris selama Perang Dunia II dan digunakan oleh satuan teknisi militer Inggris, Kanada dan Amerika Serikat. Nama jembatan jenis ini diambil dari Donald Bailey, seorang pegawai negeri di Jawatan Perang Inggris yang mengajukan purwarupa jembatan Bailey pertama kali[1][2].

Sebuah jembatan Bailey memiliki keunggulan tidak dibutuhkannya alat berat untuk merakitnya. Kayu dan baja yang digunakan sebagai jembatan terdiri dari bagian-bagian kecil sehingga cukup dibawa dengan truk dan dirakit dengan tangan tanpa menggunakan katrol. Jembatan jenis ini cukup kuat untuk dilewati oleh tank. Jembatan Bailey kemudian digunakan dalam proyek konstruksi untuk penggunaan yang bersifat sementara. Pembangunan jembatan Bailey pernah dimunculkan dalam adegan film tahun 1977 berjudul A Bridge Too Far.

Penggunaan Jembatan Bailey di Indonesia banyak terjadi saat proses pemulihan infrastruktur setelah bencana. Contohnya pada saat Tsunami Aceh dan Nias 2004[3], serta pada awal-awal semburan banjir lumpur panas Sidoarjo yang memutuskan Jalan Tol Surabaya–Gempol[4].

Galeri[sunting | sunting sumber]

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Services, From Times Wire (1985-05-07). "Sir Donald Bailey, WW II Engineer, Dies". Los Angeles Times (dalam bahasa Inggris). ISSN 0458-3035. Diakses tanggal 2018-09-19. He sketched the original design for the Bailey Bridge on the back of an envelope as he was being driven to a meeting of Royal Engineers to debate the failure of existing portable bridges 
  2. ^ Harpur 1991, hlm. 3.
  3. ^ Jembatan di Lhok Nga Segera Aktif detikNews. 21 Januari 2005. Dilihat 29 Desember 2020
  4. ^ Jembatan Bailey Porong Selesai 3 Hari Lagi detikNews. 19 Juni 2006. Dilihat 29 Desember 2020