Jaringan kampus
Jaringan kampus, campus area network, corporate area network, atau CAN adalah jaringan komputer yang terdiri dari interkoneksi beberapa jaringan area lokal (LAN) dalam suatu area geografis yang terbatas. Peralatan jaringan (seperti switch dan router) serta media transmisi (serat optik, kabel tembaga, kabel Cat5, dan sebagainya) hampir seluruhnya dimiliki oleh penyewa atau pemilik kampus: seperti perusahaan, universitas, atau pemerintah. Jaringan area kampus lebih besar daripada LAN, tetapi lebih kecil dibandingkan jaringan area metropolitan (MAN) atau jaringan area luas (WAN).[1]
Kampus universitas
[sunting | sunting sumber]Jaringan area kampus perguruan tinggi atau universitas (campus area network) umumnya menghubungkan sejumlah bangunan dan fasilitas yang tersebar di dalam kawasan akademik. Infrastruktur semacam ini biasanya mencakup gedung-gedung administratif yang menjadi pusat kegiatan pengelolaan universitas, gedung akademik tempat penyelenggaraan perkuliahan, serta laboratorium yang digunakan untuk riset ilmiah. Selain itu, jaringan kampus juga menghubungkan perpustakaan universitas, pusat kegiatan mahasiswa, asrama atau hunian mahasiswa, fasilitas olahraga seperti gedung serbaguna dan gymnasium, serta berbagai struktur pendukung lainnya. Struktur pendukung tersebut dapat meliputi pusat konferensi, pusat teknologi, institut pelatihan, dan fasilitas eksternal lain yang berada di dalam atau di sekitar kawasan universitas tetapi tetap membutuhkan konektivitas terpadu untuk menunjang fungsi akademik, administratif, maupun sosial.
Dalam konteks historis, sejumlah proyek awal yang berperan penting dalam pengembangan jaringan area kampus modern antara lain adalah Stanford University Network di Universitas Stanford,[2] yang menjadi salah satu contoh perintis dalam membangun jaringan komputer terintegrasi untuk kebutuhan akademik dan penelitian. Proyek Athena di Institut Teknologi Massachusetts (MIT)[3] juga merupakan tonggak penting, yang bertujuan menciptakan lingkungan komputasi terdistribusi bagi mahasiswa dan staf akademik, sekaligus memperkenalkan berbagai konsep yang kelak menjadi standar dalam pengelolaan jaringan kampus.
Sementara itu, Andrew Project di Universitas Carnegie Mellon[4]berfungsi sebagai platform eksperimental yang menggabungkan teknologi jaringan, sistem file terdistribusi, dan perangkat lunak kolaboratif, sehingga menjadi salah satu model awal bagi arsitektur jaringan kampus berskala besar. Secara keseluruhan, proyek-proyek ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan metodologi, arsitektur, dan teknologi yang kini digunakan secara luas dalam jaringan kampus di seluruh dunia.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Ohio Arts Council. London: Palgrave Macmillan UK. 2020. hlm. 642–642. ISBN 978-1-349-95987-7.
- ↑ Mehra, Ajay, ed. (2008-04). "Technology Perspective on Network Resources, by Riitta Katila, Stanford University, Stanford, CATechnology Perspective on Network Resources, by KatilaRiitta, Stanford University, Stanford, CA". Academy of Management Review. 33 (2): 550–553. doi:10.5465/amr.2008.31193591. ISSN 0363-7425.
- ↑ Lerner, Ada; Kohno, Tadayoshi; Roesner, Franziska (2017-10-30). "Rewriting History". Proceedings of the 2017 ACM SIGSAC Conference on Computer and Communications Security. New York, NY, USA: ACM: 1741–1755. doi:10.1145/3133956.3134042.
- ↑ Borenstein, N. S. (1996-12-01). "CMU's Andrew project: a retrospective". Commun. ACM. 39 (12es): 298–es. doi:10.1145/272682.272717. ISSN 0001-0782.