Jarimatika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Jarimatika (singkatan dari Jari dan Matematika)[1] adalah cara berhitung matematika untuk anak-anak dengan menggunakan jari tangan yang dikembangkan oleh Septi Peni Wulandari.[2] Metode ini dikembangkan pada tahun 2000 sampai 2003 dan kemudian mulai dipublikasi pertama kali pada tahun 2003 dalam buku Jarimatika, Penambahan dan Pengurangan.[3] Logika penghitungan jarimatika mirip dengan logika penggunaan sempoa[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Metode ini dikembangkan oleh Septi Peni Wulandari setelah melihat anaknya kesusahan menghitung menggunakan semua jari tangan dan kakinya.[2] Penerapannya ditujukkan untuk menjadikan jembatan pertama anak-anak memasuki dunia matematika yang dianggap sukar dan sering membuat minder.[1] Buku Jaritmatika diterbitkan pada tahun 2003 dan 2004 yaitu Jarimatika Penambahan dan Pengurangan dan Jarimatika Perkalian dan Pembagian.[3] Pada tahun 2006, Yayasan Jarimatika didirikan sebagai kursus berhitung untuk anak usia 3-12 tahun di 130 kota di Indonesia.[3]

Metode Jarimatika[sunting | sunting sumber]

Penggunaan Jari[sunting | sunting sumber]

Dalam Jarimatika, tangan kanan digunakan untuk melambangkan satuan, sedangkan tangan kiri digunakan untuk melambangkan puluhan.

Penggunaan jari kanan melambangkan nilai satuan
  • Angka 1 diwakili oleh jari telunjuk tangan kanan
  • Angka 2 diwakili oleh jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan
  • Angka 3 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kanan
  • Angka 4 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking tangan kanan
  • Angka 5 diwakili oleh jari jempol tangan kanan
  • Angka 6 diwakili oleh jari jempol dan jari telunjuk tangan kanan
  • Angka 7 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk dan jari jari tengah tangan kanan
  • Angka 8 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk, jari jari tengah dan jari jari manis tangan kanan
  • Angka 9 diwakili oleh kelima jari tangan kanan


Penggunaan yang sama untuk jari tangan kiri, dengan nilai puluhan.

Penggunaan jari kiri melambangkan nilai puluhan
  • Angka 10 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri
  • Angka 20 diwakili oleh jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri
  • Angka 30 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kiri
  • Angka 40 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking tangan kiri
  • Angka 50 diwakili oleh jari jempol tangan kiri
  • Angka 60 diwakili oleh jari jempol dan jari telunjuk tangan kiri
  • Angka 70 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk dan jari jari tengah tangan kiri
  • Angka 80 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk, jari jari tengah dan jari jari manis tangan kiri
  • Angka 90 diwakili oleh kelima jari tangan kiri


Operasi Matematika[sunting | sunting sumber]

Operasi pengurangan[sunting | sunting sumber]

  • Pengurangan 24 - 12 = 12
  • 24 dilambangkan tangan kiri buka jari telunjuk dan jari tengah (20), tangan kanan buka jari kelingking sampai jari telunjuk (4)
  • dikurang 12 : jari kiri: tutup jari tengah (-10), jari kanan: tutup jari kelingking dan jari manis (-2)
  • hasilnya jari kiri terbuka hanya jari telunjuk (10) dan jari kanan terbuka hanya jari telunjuk dan jari tengah (2) yang dibaca 12

Operasi penjumlahan[sunting | sunting sumber]

Penjumlahan 13 + 11 = 24

  • Tangan kiri dibuka jari telunjuk (10) dan tangan kanan dibuka jari telunjuk, jari tengah dan jari manis (3)
  • Tangan kiri di buka jari tengah (+10) dan tangan kanan dibuka jari kelingking (+1)
  • Hasilnya, tangan kiri terbuka dua jari (20) dan tangan kanan terbuka empat jari (4) yang dibaca 24

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Septi, Prestasi Bermula dari Sepuluh Jari". kompas. 2009-04-18. Diakses tanggal 2016-03-02. 
  2. ^ a b "Jarimatika, Berhitung Mudah dan Menyenangkan". liputan6.com. 2007-07-01. Diakses tanggal 2016-03-02. 
  3. ^ a b c "Menyebarkan Metode Jarimatika ke Penjuru Nusantara". Ciputra Enterpreneurship. 2010-05-06. Diakses tanggal 2016-03-02. 
  4. ^ "Jarimatika Sebenarnya Sempoa". Kompasiana. 2010-10-19. Diakses tanggal 2016-03-02.