Janji Di Atas Ingkar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Janji Di Atas Ingkar
Genre
PembuatTobali Putra Productions
PengarangTeam Tobali
Sutradara
  • Agustinus
  • Mahesh Sabloak
Pemeran
Lagu pembukaAudy, Janji di Atas Ingkar
Lagu penutupAudy, Janji di Atas Ingkar
Negara Indonesia
BahasaBahasa Indonesia
Jumlah musim1
Jumlah episode9
Produksi
Produser eksekutifUtojo Sutjiutama
ProduserFerry Fernandez
LokasiJakarta, Indonesia
Durasi2 jam (21.30 - 23.30)
Rumah produksiTobali Putra Productions
Distributor
Rilis
Jaringan penyiarANTV
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tayang perdanaSenin, 26 Agustus 2019
Tanggal rilisSenin, 26 Agustus 2019 –
Selasa, 3 September 2019
Pranala luar
[www.tobaliproductions.com Situs web]

Janji Di Atas Ingkar merupakan sebuah sinetron drama tahun 2019, yang tayang perdana pada tanggal 26 Agustus 2019 hingga 3 September 2019 di ANTV. Sinetron ini diproduksi oleh Tobali Putra Productions.[1][2][3] Ini bintang Maxime Bouttier, Denira Wiraguna dan Glenca Chysara sebagai Farhan, Lintang dan Poppy dalam peran utama. Promo pertama dari acara ini dirilis pada 19 Agustus 2019.[4]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Farhan Ramadhan (Kuli angkut kebon teh, Tampan, Bertanggung jawab, Anak yatim yang ditinggal pergi oleh ayahnya ketika berumur 5 tahun, Sangat sayang terhadap ibunya satu-satunya) dan Lintang Alya Putri (Buruh kebun teh, Cantik, Polos, Lugu), dua sejoli yang tinggal di sebuah desa perkebunan teh di daerah Sukabumi. Namun takdir berkata lain ketika Farhan hendak mengutarakan maksudnya untuk melamar Lintang kepada ibunya, Fatimah jatuh sakit.

Farhan menyadari ada yang tidak beres dengan ibunya ketika ibunya mulai linglung, selalu mengeluh pusing, kebingungan dan sering lupa. Hingga suatu hari ibunya pingsan dan ketika siuman ia bahkan tak mengenali Farhan untuk beberapa saat, dan buang air kecil di atas ranjang tanpa ibunya sadari.

Pihak rumah sakit mengatakan bahwa ibunya terkena kanker otak dan harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dirujuk ke rumah sakit di kota besar seperti Jakarta dan pastinya membutuhkan biaya yang sangat besar karena rumah sakit di desa seperti ini tak memiliki alat dan sarana yang memadai untuk mengobati ibunya. Hal ini sangat membuat Farhan terpukul dan membuat Lintang sangat sedih melihat tragedi yang menimpa kekasihnya. Bagi Farhan ibunya adalah segalanya dalam hidupnya, ia rela melakukan apa saja agar ibunya kembali seperti sediakala.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]