Jamali, Mande, Cianjur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Nama: Desa jamali

Kecamatan: Mande

Kabupaten: Cianjur

Provinsi: Jawa barat

Kepala Desa: PLt Agus ( Sebelumya: Cece rusmana habis masa Jabatan 2015)

luas = +/- 360 ha/m2

penduduk =+/- 11.000 Jiwa

kepadatan =-

Desa Jamali berada di kawasan Kabupaten Cianjur, Kecamatan Mande. Luas persawahan 321,702 ha/m2, luas perkebunan 25,607 ha/m2, luas perkuburan 5 ha/m2, luas perkantoran 3,785 ha/m2. Jumlah penduduk Desa Jamali yaitu 11.000 orang, dengan rincian 5600 oarang laki-laki dan 5431 orang perempuan. Jumlah kepala keluarga di Desa Jamali 3330 kepala keluarga.

Adapun batas daerah Desa Jamali sebagai berikut:

   Sebalah Utara: Desa Cianangsi
   Sebelah Timur: Desa Mulyasari
   Sebelah Selatan: Desa Kademangan
   Sebelah Barat: Desa Sukamanah

2.2. Aspek Tata Pemerintah

Di Desa Jamali terdapat dua lembaga utama yakni lembaga pemerinta dan lembaga kemasyarakatan. Lembaga pemerintah terdiri dari pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sedangkan lembaga kemasyarakatan diwakili oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, Dusun, Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), Karang Taruna, Majelis Ulama Indonesi (MUI) dan satgas (HANSIP/LIMAS).

Saat ini pemerintah Desa Jamali dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih oleh masyarakat, yakni Bapak Cece Rusmana, S.IP. Dalam Kepengurusan pemerintah Desa Jamali, dia dibantu oleh beberapa orang aparat desa lainnya.

2.3. Aspek Geologi dan Geografi

Desa Jamali merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 392 mdpl, dengan curah hujan 3200 Mm per tahun, dan suhu rata-rata harian adalah 32oC. Keadaan tanah di Desa Jamali cukup subur karena jenis tanah di desa ini pada umumnya merah dan hitam dengan tekstur tanah lampungan. Pemanfaatan lahan di Desa Jamali sebagian besar digunakan untuk lahan pertanian khususnya untuk perkebunan.

Akses jalan di Desa Jamali sudah cukup gampang dijangkau oleh masyarakat luar karena keadaan jalan yang sudah baik dan fasilitas angkutan umum sudah ada. Kondisi jalan dapat dilewati kendaraan roda.

Potensi Kerusakan Lingkunagan di Desa Jamali salah satunya adalah polusi udara dari limbah peternakan ayam dan kurangnya tempat pembuangan sampah (TPA). Akibat dari kurangnya TPA menyebabkan masyarakat membuang sampah ke sungai-sungai, yang menyebabkan pada tahun 2010 terjadi bencana banjir akibat meluapnya air sungai di sekitar Kampung Walahar.

2.4. Aspek Demografi

Jumlah seluruh penduduk adalah 11.000 orang, di mana jumlah laki-laki 5600 orang dan perempuan 5431 orang. Dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 3330 kepala keluarga dan mayoritas penduduk di Desa Jamali menganut agama Islam.

Masyarakat di Desa Jamali sebagian besar bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Sebagian masyarakat yang lainnya menjadi peternak dan PNS. Sedangkan untuk tingkat kesejahteraan di Desa Jamali dapat dikatakan tidak merata. Hal itu dapat dilihat dari kesenjangan kepemilikan serta kondisi dari tempat tinggal antara warga yang satu dengan warga yang lain. Selain itu terdapat kesenjangan pendapat antara petani dan tengkulak.

Kepadatan penduduk hampir merata di seluruh daerah di Desa Jamali. Dengan pola pemukiman menyebar hampir di seluruh daerah di Desa Jamali.

2.5. Aspek Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan sehingga pendidikan adalah sebuah investasi di masa yang akan datang. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan memang sudah cukup baik, akan tetapi beberapa keluarga mengalami hambatan dalam melanjutka pendidikan yang lebih tinggi dikarenakan tidak adanya biaya.

Sebagian besar penduduk telah menyelesaikan pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan untuk tingkat SMA masih sangat kurang. Dan hanya beberapa orang saja yang mampu melanjutkan sampai tingkat pendidikan sarjana.

Sarana atau prasarana pendidikan yang ada di Desa Jamali sudah cukup memadai karena terdapat 3 Play Group, 1 Taman Kanak-kanak, 9 Sekolah Dasar dan 1 Sekolah Menengah Pertama. Sedangkan untuk SMA dan perguruan tinggi, terdapat di luar Desa Jamali.

Dikalangan anak-anak dan pemuda, minat terdapat pendidikan masih sangat kurang karena sebagian bedar anak-anak dan pemuda lebih memilih bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Masalah perekonomian merupakan masalah terbesar yang dapat menghambat peningkatan kualitas dan kesadaran pendidikan di Desa Jamali, banyak anak-anak dan remaja yang putus sekolah dikarenakan masalah biaya sekolah dan pendapatan keluarga.

2.6. Aspek Ekonomi

Kegiatan ekonomi (mata pencaharian) di Desa Jamali beraneka ragam di antaranya pertanian, peterakan, perkebunan, PNS, di mana mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah bertani. Lembaga ekonomi/ permodalan yangada di Desa Cipaganti adalah PNPM Mandiri, di mana program bantuan dari pemerintah tersebut membantu desa dalam pembangunan infrasturuktur jalan dan pertanian.

Tingkat pendapatan di Desa Jamali tidak merata karena masyarakat bekerja diberbagai sektor yang memiliki perbedaan pendapatan, mulai dari petani,tengkulak dan PNS. Sedangkan untuk produk industri rumah tangga yang ada di Desa Jamali di antaranya sebagai berikut:

   Industri Makanan
   Industri Alat Rumah Tangga
   Industri Material Bahan Bangunan

Mengenai fasilitas pasar yang terdapat di Desa Jamalii, tidak terdapat pasar yang memadai di Desa Jamali. Masyarakat biasanya membeli kebutuhan sehari-hari di warung terdekat, ataupun jika ingin berbelanja ke pasar, biasanya masyarakat pergi ke pasar yang terdapat di Desa Kademangan.

2.7. Aspek Kesehatan

Di Desa Jamali tidak terdapat Rumah Sakit Umum, namun terdapat 1 Puskesmas, 1 Puskesmas Pembantu, 1 Poliklinin, 1 apotek dan 12 Posyandu. Kondisi kesehatan masyarakatnya cukup baik, masyarakat cukup mudah mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Kendala pada pelayanan kesehatan umum ini adalh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Adapun motif dari hal tersebut adalah motif ekonomi.

Posyandu berkontribusi besar dalam pengadaan pelayanan kesehatan untuk balita dan ibu hamil. Kegiatan rutin posyandu yaitu setiap sebulan sekali posyandu tersebut mengadakan pelayanan kesehatan untuk bayi, timbang bayi, pengukuran tensi dan imunisasi. Kegiatan ini dilakukan oleh kader-kader PKK yang terdiri dari ibu-ibu per-RW yang dikirimkan ke PKK Desa. Untuk kesehatan para ibu hamil dan melahirkan sudah ditangani oleh bidan Desa.

Mengenai angka kesakitan, warga yang mengalami penyakit di Desa Jamali dikategorikan jarang, karena sakit yang diderita tidak begitu parah, seperti influenza, batuk, hipertensi (darah tinggi), penyakit kulit yang menjangkit kebanyakan masyarakat pada usia remaja, penyakit persendian dan demam, sedangkan untuk penyakit yang cukup berat seperti DBD, atau Muntaber sangat langka ditemukan.

Sedangkan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat yang ada di Desa Jamali, tampaknya sudah diperhatikan hal tersebut dapat dilihat dari adanya beberapa tempat tinggal yang sudah mempunyai toilet. Selain itu jarang ditemukan tempat sampah di sepanjang jalan di Desa Cipaganti, sehingga warga yang hendak membuang sampah cenderung untuk membuang sampah tidak pada tempatnya. Desa Jamali secara umum tergolong desa yang cukup bersih, meskipun di beberapa daerah di desa terdapat beberapa sampah yang berserakan namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Fasilitas kegiatan pemerintahan seperti kantor desa dan fasilitas kesehatan seperti POLINDES telah mempunyai infrastruktur dan sarana yang baik.

2.8. Aspek Sosial-Budaya

   Kelembagaan Sosial-Budaya

Di Desa Jamali terdapat lembaga Sosial Budaya antara lain berupa, Tim Penggerak PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Majelis Ulama Indonesia Desa, Satgas (HANSIP/LINMAS).

   Kehidupan Beragama

Di Desa Jamali mayoritas penduduk beragama Islam, serta kekerabatan antar masyarakat cukup baik dan harmonis. Kegiatan keagamaan di Desa Jamali salah satunya adalah pengajian. Kegiatan pengajian ini dilakukan rutin pada malam hari setelah magrib untuk anak-anak dan hari Selasa, Rabu, Jum’at untuk kelompok orang tua.

   Sarana Keagamaan

Fasilitas untuk beribadah sudah memadai untuk masyarakat yang beragama Islam, hal itu terlihat dari adanya masjid yang cukup besar dan memadai serta tersebar di berbagai RW di Desa Jamali untuk melakukan ibadah bagi umat islam. Sedangkan untuk masyarakat yang bukan beragama Islam, tidak terdapat sarana keagamaan di Desa Jamali.

   Interaksi Sosial Masyarakat

Interaksi sosial masyarakat berlangsung cukup harmonis dan sederhana karena tidak begitu banyak pengaruh modernisasi yang masuk ke dalam desa sehingga rasa kekeluargaannya masih sangat kental, meskipun di beberapa tempat ada yang memang kurang terlihat banyak interaksi antar warganya.

   Gotong Royong

Tingkat gotong-royong di Desa Jamali cukup tinggi disebabkan oleh rasa kekeluargaan sesama warga masih terbilang tinggi. Contohnya adalah banyaknya warga yang ikut berpartisipasi dalam pembersihan lingkungan.

   Kebudayaan

Kebudayaan di Desa Jamali masih terbilang tinggi, hal ini bisa dilihat dari interaksi masyarakatnya yang memakai Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari dan kesenian daerah yang masih terpelihara seperti Pencak Silat.

2.9. Aspek Pertanian/Perkebunan

Mata pencaharian warga di Desa Jamali pada umumnya bertani dan berkebun. Jenis komoditas sebagian besar di daerah ini memang jagung, kacang panjang, padi sawah, padi ladang, ubi kayu, ubi jalar, tomat, mentimun, buncis, terong, avokad, mangga, rambutan, pepaya, durian, sawo, kokosan, pisang, nangka, melinjo dan jambu klutuk. Sedangkan untuk komoditas perkebunan terdapat kelapa, cengkih, coklat dan karet.

Pola tanam yang digunakan bervariasi tergantung dari tanaman atau komoditas yang ditanam. Kelembagaan pertanian perkebunan yang ada di Desa Jamali adalah adanya kelompok tani.

Sedangkan mengenai nilai produksi pertanian dan perkebunan di antaranya sebagai berikut:

   Komoditas pertanian. jagung menghasilkan 5 ton/ha, kacang panjang menghasilkan 4 ton/ha, padi sawah menghasilkan 5 ton/ha, padi ladang menghasilkan 2 ton/ha, ubi kayu menghasilkan 8 ton/ha, ubi jalar menghasilkan 4 ton/ha, tomat menghasilkan 2 ton/ha, mentimun menghasilkan 6 ton/ha, buncis menghasilkan 1,5 ton ton/ha, terong menghasilkan 1,5 ton/ha
   Komoditas perkebunan. Kelapa menghasilkan 5 kw/ha, kopi menghasilkan 5 kw/ha, cengkih  menghasilkan 5 kw/ha dan karet menghasilkan 10 kw/ha

2.10. Aspek Perikanan/Kelautan

Aspek perikanan cukup berkembang di Desa Jamali karena banyak terdapat kolam ikan di sekitar rumah warga. Budidaya ikan dilakukan oleh warga di sekitar halaman depan rumahnya, atau sebagai tempat pemancingan, dan dikolam kecil yang ada dipersawahan. Biasanya ikan-ikan diperlihara warga umumnya digunakan untuk konsumsi sendiri dan sebagian digunakan untuk pemancingan sebagai tambahan pendapatan.

2.11. Aspek Peternakan

Walaupun pada umumnya mata pencaharian masyarakat Desa Jamali adalah bertani dan berkebun, namun beberapa warga ada yang bermata pencaharian sebagai peternak. Jenis ternak yang dipelihar adalah sapi, kerbau,ayam kampun, bebek, kambing dan domba. Manajemen pemeliharaan ternak adalah ternak dipelihara masih secara tradisional.