Lompat ke isi

Jalur kereta api Surabaya–Bangil–Kalisat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jalur kereta api Surabaya–Bangil–Kalisat
Jembatan di sekitar Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusSurabaya Kota
Kalisat
Stasiun49
Operasi
Dibangun olehStaatsspoorwegen
Dibuka1878-1897
PemilikDirektorat Jenderal Perkeretaapian
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VIII Surabaya[a]
Daerah Operasi IX Jember[b]
KAI Commuter[c]
Depo
  • Daerah Operasi VIII Surabaya
    • Sidotopo (Surabaya Kota–Pasuruan)
  • Daerah Operasi IX Jember (Pasuruan–Kalisat)
    • Jember (lokomotif)
    • Ketapang (kereta)
  • KAI Commuter: Sidotopo (Surabaya Kota–Pasuruan)
Data teknis
Panjang lintas214,4 km (133,2 mi)
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi60–120 kilometer per jam (37–75 mph)
Peta rute
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

ke Mesigit
(Up arrow Lintas Surabaya)
0+299
Surabaya Kota
+4 M
ke Sidotopo
(Right arrow Lintas Surabaya)
3+475
Surabaya Gubeng
+5 M
6+060
Ngagel
BH?
Kali Jagir
7+881
Wonokromo
+7 M
ke Sepanjang
(Left arrow SLO–WO)
9+430
Margorejo
11+050
Jemursari
12+320
Kertomenanggal
Jalan Tol
Waru–Juanda
13+652
Waru
+5 M
15+350
Sawotratap
Jalan Raya
Bandara Juanda
17+680
Gedangan
+4 M
20+240
Banjarkemantren
Jl. Lingkar
Timur Sidoarjo
22+029
Buduran
Flyover Jenggolo / Jl. Pro-
vinsi Surabaya–Gempol
23+768
Pagerwojo
25+510
Sidoarjo
+4 M
ke Tulangan
(Left arrow SLO–WO)
31+072
Tanggulangin
+6 M
Jl. Raya
Tanggulangin
34+651
Porong
+6 M
Jalan Provinsi
(Gempol–Banyuwangi)
Gempol
ke Japanan
(Left arrow MR–JPN–PR)
Jalan Tol
Surabaya-Gempol
Jalan Tol
Gempol-Pandaan
40+903
Gununggangsir
+12 M
ke Sidowayah
(Left arrow JPN–BG)
47+038
Bangil
+9 M
ke Wonokerto
(Left arrow KTS–BG)
Daop 8 SB
Daop 9 JR
59+135
Kraton
62+976
Pasuruan
+3 M
ke Pasuruan Pecinan
(Left arrow PS–WDO–WON)
71+867
Rejoso
+6 M
77+537
Grati
+16 M
84+527
Nguling
89+924
Bayeman
+6 M
101+451
Probolinggo
+5 M
103+626
Jati
ke Dringu
(Right arrow PB-PHT)
110+326
Jorongan
113+726
Leces
+48 M
121+740
Malasan
+138 M
130+481
Ranuyoso
+248 M
135+384
Klakah
+193 M
ke Grobogan
(Left arrow KK–LM–PSR)
140+656
Buwek
146+890
Randuagung
+98 M
153+717
Kaliboto
156+000
Jatiroto
+29 M
158+380
Sumberbaru
Pondokdalem
167+050
Tanggul
+30 M
Gambirono
177+548
Bangsalsari
+49 M
183+136
Petung
ke Kaliputih
(Left arrow RBP–BUG–PUG)
186+588
Rambipuji
+52 M
190+543
Mangli
+62 M
194+096
Kaliwates
197+285
Jember
+89 M
203+170
Arjasa
+141 M
207+405
Kotok
+176 M
214+462
Kalisat
+265 M
ke Ajung
(Right arrow KLT-PNR)
ke Ledokombo
(Down arrow KLT–KTG)



 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur kereta api Surabaya–Bangil–Kalisat adalah jalur kereta api di Indonesia yang menghubungkan Stasiun Surabaya Kota dengan Stasiun Kalisat. Jalur ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya di segmen Surabaya Kota–Bangil dan Daerah Operasi IX Jember di segmen Kraton–Kalisat. Jalur ini dilintasi kereta api dari barat menuju ke timur maupun sebaliknya.

Jalur ini merupakan jalur kereta api pertama yang dimiliki oleh Staatsspoorwegen (SS). Di sepanjang jalur petak Tanggulangin–Porong, terdapat tanggul penahan banjir lumpur panas Sidoarjo di sisi timur rel. Sementara di Stasiun Waru, terdapat terminal peti kemas yang kini telah tidak digunakan karena aktivitas bongkar muat telah dipindahkan ke Stasiun Kalimas.[1][2] Segmen Surabaya Kota–Wonokromo merupakan bagian dari lintas selatan Jawa yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kota Yogyakarta serta Kota Bandung, Jawa Barat, dan lintas tengah Jawa yang menghubungkan Kota Surabaya dengan DKI Jakarta. Jalur ini dibina oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya dalam Direktorat Jenderal Perkeretaapian.[3] Selain segmen Surabaya Kota–Wonokromo yang telah digandakan jalurnya, seluruh jalur kereta api ini tunggal dan menggunakan persinyalan mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis.[4]

Pembentukan dan pembangunan jalur Surabaya–Pasuruan

[sunting | sunting sumber]
David Maarschalk

Di bawah keputusan Kerajaan Belanda tertanggal 13 Agustus 1872, A. Baron Sloet van Oldruitenborgh dan W. Ruys Wzn. mengajukan konsesi Surabaya–Solo dan Surabaya–Pasuruan, yang permohonannya kemudian diperluas menjadi sebuah sistem sejauh 1.064 km (661 mi); dengan jaminan bunga sebesar 5%. Namun pada 1873, muncul sosok bernama David Maarschalk, yang mengajukan konsesi Surabaya–Pasuruan–Malang menggunakan sistem kontrak eksploitasi, tanpa jaminan bunga.[5]:29

Dalam sebuah pengajuan RUU mengenai kereta api negara (staatsspoorweg), muncul gagasan bahwa negara berhak mengelola prasarana dan sarana perkeretaapian yang biaya proyeknya lebih mahal jika dilakukan swasta. Hal ini menimbulkan pro kontra dan adu mulut di antara anggota Tweede Kamer pada 18 Februari 1875. Odenhuis Gratama, mendukung keterlibatan negara, juga Menteri Urusan Jajahan. Namun, kelompok penentang justru dari kalangan profesional termasuk Presiden Komisaris NIS. Pada kelompok yang kontra, mereka mengkritik staatsspoorweg karena negara diminta untuk belajar dari banyaknya infrastruktur yang rusak, termasuk pendangkalan di pelabuhan, rusaknya Jalan Raya Pos Daendels, jalan-jalan utama yang tidak dirawat, jembatan yang roboh, dan masih banyak lagi. Dan negara memiliki tanggung jawab merawat prasarana kereta api yang jauh lebih berat daripada itu semua.[5]:32 Meskipun perdebatan itu sengit, bahkan sampai ke Eerste Kamer, sidang paripurna 6 April 1875, hampir nihil suara tidak setuju, sehingga undang-undang pembangunan “perkeretaapian umum negara” sepanjang 115 km, diterbitkan dalam Staatsblad No. 6 pada tanggal 6 April 1875 (Indische Staatsblad No 141). Tanggal pengesahan itu menjadi hari jadi bagi Staatsspoorwegen (SS).[5]:33

David Maarschalk, yang merupakan Kepala Jawatan SS, sebelumnya berpengalaman di NIS sebagai seorang anggota dewan direksi. Di SS, Maarschalk mulai bertugas mengarahkan pembangunan. Ia dinilai telah memperoleh reputasi yang sangat terhormat dalam sektor perkeretaapian Hindia Belanda. Ia cukup piawai dalam mencatat aset, mengajukan konsesi, mengeluarkan rekomendasi, menyelesaikan jalur Samarang–Vorstenlanden. Ia bahkan dianggap sebagai penerus J.P. de Bordes, yang saat itu menjadi pimpinan NIS. Meski SS berkedudukan di bawah Burgerlijk Openbare Werken (BOW), SS justru menjadi organisasi yang otonom sehingga dapat mengembangkan tenaganya secara maksimal tanpa adanya campur tangan hierarki.[5]:33

Bangunan generasi pertama Stasiun Surabaya Kota

Jalur kereta api SurabayaPasuruan merupakan jalur kereta api pertama SS yang selesai pada tanggal 16 Mei 1878.[6] Jalur ini melewati Bangil dan Sidoarjo, menghubungkan pabrik-pabrik gula di Sidoarjo dan Pasuruan dengan pelabuhan di Surabaya. Maarschalk melaksanakan pembangunan ini dengan "durasi yang masuk akal dan tanpa pembengkakan biaya."[5]:34

Sebelum pensiun pada 15 November 1880, Maarschalk menyurvei secara langsung rencana perpanjangan jalur menuju Probolinggo untuk menghubungkan jalur ini ke Pelabuhan Tanjung Tembaga. Usulan pembangunan tersebut kemudian disetujui pada 11 Desember 1881. Pada 3 Mei 1884, SS menyelesaikan pembangunan untuk lintas Pasuruan–Probolinggo.[5]:37

Berdasarkan Staatsblad Nomor 214 yang terbit pada 23 Juni 1893, Staatspoorwegen kembali melakukan perluasan jaringan dengan membangun jalur kereta api Probolinggo–JemberPanarukan. Segmen Probolinggo–Klakah sepanjang 34 kilometer selesai pada 1 Juli 1895. Pada 1 Juni 1897, jalur Klakah–Jember sepanjang 62 kilometer selesai dibangun. Segmen terakhir, yakni Jember–Kalisat hingga Panarukan beserta jalur-jalur cabangnya dioperasikan pada 1 Oktober 1897.[7][5]:54

Jalur ganda Surabaya–Bangil

[sunting | sunting sumber]
Percabangan di selatan Stasiun Wonokromo. Dahulu baik segmen Wonokromo–Tarik maupun Wonokromo–Porong merupakan jalur ganda, tetapi semenjak pendudukan Jepang, jalur tersebut dikembalikan menjadi jalur tunggal.

Jalur ganda Surabaya–Sidoarjo dan Surabaya–Tarik sudah dibangun pada awal dekade 1920-an, tetapi per laporan tahunan SS yang dibuat untuk tahun buku 1923, segmen yang baru selesai adalah Wonokromo–Tarik.[8] Untuk Surabaya Kota–Wonokromo, proyeknya belum selesai, karena jembatan Kali Jagir saat itu belum kunjung dibangun.[9] Pada November 1924, SS merencanakan akan memperluas emplasemen Stasiun Wonokromo, sehubungan dengan rencana pembangunan jalur ganda ke Stasiun Sidoarjo.[10]

Segmen Wonokromo–Bangil juga dibangun, bahkan pada 1925, SS telah melaporkan bahwa penggandaan jalur tersebut menelan biaya sebesar ƒ4.000.000, dan untuk melaksanakan proyek tersebut, dilakukan pelebaran jembatan Kali Porong.[11] Pada November 1926, muncul kembali wacana untuk memperpanjang jalur ganda tersebut hingga Kertosono dan Bangil, tetapi manajemen SS menyatakan menunda proyek tersebut.[12]

Jalur tersebut dihentikan pembangunannya setelah segmen Wonokromo–Porong selesai tahun 1930. Perpanjangannya ke Bangil, meski sudah direncakan, justru batal. Alasannya adalah karena SS memilih untuk melakukan efisiensi biaya pembangunan dan operasi. Jalur ganda tersebut, awalnya bertujuan untuk meningkatkan transportasi gula. Namun, SS merasa sudah mencukupkan jalur gandanya dan ingin menunggu waktu yang tepat untuk melanjutkannya. Di Stasiun Porong, saat itu para pekerja proyek SS sedang meninggikan emplasemen stasiun. Hal ini dikarenakan sehubungan dengan rencana peningkatan jembatan Kali Porong pada 1931. Pembangunan jembatan kereta api baru tidak akan menghasilkan jalur ganda baru.[13]

Jalur ganda tersebut dibongkar pada 1940-an oleh pekerja romusa dan ruas tersebut dikembalikan menjadi jalur tunggal.[14]

Profil jalur

[sunting | sunting sumber]
SegmenJenis relBantalanLaju maksimum
Surabaya Kota–Gubeng R42 Beton 50 km/jam
Surabaya Gubeng–Wonokromo R54 120 km/jam
Wonokromo–Bangil Campuran R42 dan R50 80 km/jam
Bangil–PasuruanCampuran R42 dan R5470 km/jam
Pasuruan–Probolinggo–Leces R54 120 km/jam (di tikungan dibatasi 90–100 km/jam, sedangkan di tikungan tajam dibatasi hingga 80 km/jam)
Leces–Malasan70 km/jam
Malasan–Klakah–Bangsalsari100 km/jam (di tikungan dibatasi 80–90 km/jam, sedangkan di tikungan tajam dibatasi hingga 70 km/jam)
Bangsalsari–JemberCampuran R50 dan R54
Jember–Arjasa R5470 km/jam
Jember–Kotok
Kotok–KalisatCampuran R54, R42, dan R33R54/R42 beton, R33 besi
Keterangan: R33, R42, atau R54 adalah kode berat batang rel per meter, yakni 33, 42, atau 54 kg.

Jalur terhubung

[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif

[sunting | sunting sumber]

Lintas non aktif

[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api

[sunting | sunting sumber]

Penumpang

[sunting | sunting sumber]

Antarkota

[sunting | sunting sumber]
Lintas selatan Jawa
Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif
Argo Wilis BandungSurabaya Gubeng
Turangga
Eksekutif-Ekonomi Premium
Sancaka YogyakartaSurabaya Gubeng
Mutiara Selatan Bandung–Surabaya Gubeng
Wijayakusuma CilacapSurabaya GubengKetapang
Ekonomi
Sri Tanjung LempuyanganSurabaya KotaKetapang
Pasundan KiaracondongSurabaya Gubeng
Lintas tengah Jawa
Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif
Argo Semeru GambirSurabaya Gubeng
Bima
Eksekutif-Ekonomi
Ranggajati CirebonSurabaya GubengJember
Gaya Baru Malam Selatan Pasar SenenSurabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Logawa PurwokertoSurabaya GubengKetapang
Jayakarta Pasar SenenSurabaya Gubeng
Lintas timur Jawa
Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif
Mutiara Timur Fakultatif Surabaya GubengKetapang
Eksekutif-Ekonomi
Mutiara Timur Surabaya Pasarturi–Ketapang
Ijen Ekspres Malang–Ketapang
Ekonomi
PB Probowangi Surabaya GubengKetapang
TA Tawang Alun Malang Kotalama–Ketapang
Lintas utara Jawa
Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif
Pandalungan GambirSurabaya PasarturiJember
Eksekutif-Ekonomi
Jayabaya Pasar SenenSurabaya PasarturiMalang
Blambangan Ekspres Pasar Senen–Surabaya Pasarturi–Ketapang

Lokal dan komuter

[sunting | sunting sumber]
Nama kereta api Relasi
A Commuter Line Arjonegoro BojonegoroSidoarjo
BabatSurabaya Pasarturi/Sidoarjo
B Commuter Line Blorasura Cepu–Surabaya Pasarturi
D Commuter Line Dhoho Surabaya KotaBlitar–Surabaya Kota via KertosonoMalang memutar berlawanan arah jarum jam
Surabaya Kota–Malang via Kertosono memutar berlawanan arah jarum jam
Surabaya Kota–Blitar via Kertosono memutar berlawanan arah jarum jam
Surabaya Kota–Kertosono
Blitar–Surabaya Kota via Malang
Malang–Surabaya Kota
J Commuter Line Jenggala Babat–Surabaya GubengMojokerto via Krian
Indro–Sidoarjo/Mojokerto
Indro–Krian–Mojokerto
Surabaya Pasarturi–Sidoarjo
P Commuter Line Penataran Surabaya KotaBlitar–Surabaya Kota via MalangKertosono memutar searah jarum jam
Surabaya Kota–Blitar via Malang memutar searah jarum jam
Malang–Blitar–Surabaya Kota via Kertosono memutar searah jarum jam
Blitar–Surabaya Kota via Kertosono
Surabaya Kota–Malang
Kertosono–Surabaya Kota
SP Commuter Line Supas Surabaya Kota–Pasuruan
PW Pandanwangi JemberKetapang
Lintas timur Jawa
Nama kereta api Relasi
Angkutan BBM Pertamina BentengMalang Kotalama
Lintas selatan Jawa
Angkutan BBM Pertamina BentengMadiun
Angkutan logistik Parcel ONS Selatan Surabaya KotaBandung

Daftar stasiun

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas SurabayaPasuruanProbolinggoJember
Segmen Surabaya KotaPasuruan
Diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878
oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4510Surabaya KotaSBJalan Stasiun Kota 9, Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabayakm 0+299 lintas Surabaya Kota-Sidoarjo
km 2+046 lintas Sidotopo-Surabaya Kota
+4 mBeroperasi
4520Surabaya GubengSGUJalan Gubeng Masjid, Pacar Keling, Tambaksari, Surabayakm 3+475 lintas Surabaya KotaSidoarjo
km 0+000 lintas Surabaya GubengSidotopoBenteng
+5 mBeroperasi
- Ngagel NGAJalan Upa Jiwa III, Ngagel, Wonokromo, Surabayakm 6+060-Tidak beroperasi
4530WonokromoWOJalan Stasiun Wonokromo 1, Jagir, Wonokromo, Surabayakm 7+881 lintas Surabaya Kota-Sidoarjo
km 17+361 Tarik-Wonokromo
+7 mBeroperasi
- Margorejo MGRJalan Frontage Ahmad Yani, Margorejo, Wonocolo, Surabayakm 9+430-Tidak beroperasi
- Jemursari JMS[d]Jalan Frontage Ahmad Yani, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabayakm 11+050-Tidak beroperasi
- Kertomenanggal KTLJalan Frontage Ahmad Yani, Menanggal, Gayungan, Surabayakm 12+320-Tidak beroperasi
4651WaruWRJalan Raya Waru, Kedungrejo, Waru, Sidoarjokm 13+652+5 mBeroperasi
- Sawotratap STPNasional 1 Jalan Raya Waru / Surabaya-Malang, Sawotratap, Gedangan, Sidoarjokm 15+350-Tidak beroperasi
4652GedanganGDGJalan Stasiun Gedangan, Gedangan, Gedangan, Sidoarjokm 17+680+4 mBeroperasi
- Banjarkemantren BJKBanjarkemantren, Buduran, Sidoarjokm 20+240-Tidak beroperasi
4653 Buduran BDRBuduran, Buduran, Sidoarjokm 22+029-Tidak beroperasi
- Pagerwojo PWJ[e]Pucang, Sidoarjo, Sidoarjokm 23+768-Tidak beroperasi
4654SidoarjoSDAJalan Pangeran Diponegoro, Lemahputro, Sidoarjo, Sidoarjokm 25+510+4 mBeroperasi
4655TanggulanginTGANasional 1 Jalan Raya Tanggulangin / Malang-Surabaya, Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjokm 31+072+6 mBeroperasi
4656PorongPRMindi, Porong, Sidoarjokm 34+651 lintas Surabaya KotaSidoarjoBangilKalisatPanarukan
km 0+000 lintas Porong-Japanan-Mojosari-Mojokerto
+6 mBeroperasi
4657 Gempol GPLTidak beroperasi
4658 Gununggangsir GNGGununggangsir, Beji, Pasuruankm 40+903Tidak beroperasi
5120BangilBGJalan Stasiun Bangil, Pogar, Bangil, Pasuruan, 67153km 47+038 lintas Surabaya KotaSidoarjoBangilKalisatPanarukan
km 0+000 lintas BangilBlitarKertosono
+9 mBeroperasi
Termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember
5151 Kraton KNKraton, Kraton, Pasuruankm 59+135Tidak beroperasi
5160PasuruanPSJalan Stasiun Pasuruan, Trajeng, Panggungrejo, Pasuruankm 62+976+3 mBeroperasi
Wilayah Kerja KAI Commuter
Segmen PasuruanProbolinggo
Diresmikan pada tanggal 3 Mei 1884
5162RejosoRONasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Rejoso / Pasuruan–Probolinggo, Arjosari, Rejoso, Pasuruankm 71+867+6 mBeroperasi
5163GratiGISumber Dawesari, Grati, Pasuruankm 77+537+16 mBeroperasi
5164 Nguling NLWatestani, Nguling, Pasuruankm 84+527Tidak beroperasi
5165BayemanBYMNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Tongas / Pasuruan–Probolinggo, Dungun, Tongas, Probolinggokm 89+924+6 mBeroperasi
5400ProbolinggoPBJalan Kyai Haji Mas Mansyur 26, Mayangan, Mayangan, Probolinggokm 101+451 lintas Surabaya KotaSidoarjoBangilKalisatPanarukan
km 0+000 lintas ProbolinggoPaiton
+5 mBeroperasi
Segmen ProbolinggoKlakah
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1895
5402 Jati JIJati, Mayangan, Probolinggokm 103+626 lintas Surabaya KotaSidoarjoBangilKalisatPanarukan
km 1+130 lintas ProbolinggoPaiton
+12 mTidak beroperasi
5403 Jorongan JORNasional 38 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Leces / Lumajang–Probolinggo, Jorongan, Leces, Probolinggokm 110+326Tidak beroperasi
5404LecesLECNasional 38 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Leces / Lumajang–Probolinggo, Leces, Leces, Probolinggokm 113+726+48 mBeroperasi
5405MalasanMLSMalasan Wetan, Tegalsiwalan, Probolinggokm 121+740+138 mBeroperasi
5406RanuyosoRNMeninjo, Ranuyoso, Lumajangkm 130+481+248 mBeroperasi
5407KlakahKKJalan Stasiun Klakah 11, Mlawang, Klakah, Lumajangkm 135+384 lintas Surabaya KotaSidoarjoBangilKalisatPanarukan
km 0+000 lintas Klakah-Lumajang-Pasirian
km 0+000 lintas Klakah-Lumajang-Balung-Rambipuji
+193 mBeroperasi
Segmen KlakahJember
Diresmikan pada tanggal 1 Juni 1897
5408 Buwek BWKBuwek, Randuagung, Lumajangkm 140+656Tidak beroperasi
5409RanduagungRDARanduagung, Randuagung, Lumajangkm 146+890+98 mBeroperasi
5411 Kaliboto KLOkm 153+717Tidak beroperasi
5412JatirotoJTRJatiroto, Jatiroto, Lumajangkm 156+000+29 mBeroperasi
5413 Sumberbaru SBBYosorati, Sumberbaru, Jemberkm 158+380Tidak beroperasi
Pondokdalem Pondok Dalem, Semboro, JemberTidak beroperasi
5414TanggulTGLJalan Teratai, Tanggul Kulon, Tanggul, Jemberkm 167+050+30 mBeroperasi
Gambirono Gambirono, Bangsalsari, JemberTidak beroperasi
5415BangsalsariBSSBangsalsari, Bangsalsari, Jemberkm 177+548+49 mBeroperasi
5416 Petung PETPetung, Bangsalsari, Jemberkm 183+136Tidak beroperasi
5417RambipujiRBPNasional 21 di {{Rute/Kode daerah Jalan Dharmawangsa / Raya Jember–Lumajang, Rambigundam, Rambipuji, Jemberkm 186+588 lintas Surabaya KotaSidoarjoBangilKalisatPanarukan
km 76+908 lintas KlakahLumajangBalungRambipuji
km 0+000 lintas RambipujiPuger
+52 mBeroperasi
5418MangliMINasional 21 di {{Rute/Kode daerah Jalan Brawijaya / Raya Jember–Lumajang, Mangli, Kaliwates, Jemberkm 190+543+62 mBeroperasi
5419 Kaliwates KWTkm 194+096Tidak beroperasi
5420JemberJRJalan Wijaya Kusuma 5, Jemberlor, Patrang, Jemberkm 197+285+89 mBeroperasi
Lintas JemberBanyuwangi Lama
Segmen JemberKalisat
Diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1897
5501ArjasaAJJalan Raya Jember–Bondowoso, Patemon, Pakusari, Jemberkm 203+170+141 mBeroperasi
5502KotokKTKGumuksari, Kalisat, Jemberkm 207+405+176 mBeroperasi
5503KalisatKLTJalan HOS Cokroaminoto 1, Kalisat, Kalisat, Jemberkm 214+462 lintas Surabaya KotaSidoarjoBangilKalisatPanarukan
km 0+000 lintas KalisatKabatBanyuwangi Lama
+265 mBeroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [15]
  • Pengidentifikasi stasiun: [16]
  • Tanggal pembukaan jalur: [5]:106–124

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. Surabaya KotaBangil
  2. KratonKalisat
  3. Surabaya KotaPasuruan
  4. Singkatan stasiun ini sama dengan Perhentian Jamus di lintas SemarangBrumbung
  5. Singkatan stasiun ini sama dengan Stasiun Purwareja Klampok di lintas PurwokertoWonosobo

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Permintaan Angkutan Peti Kemas dengan KA Tinggi, Relasi Waru-Jakarta jadi Sehari Sekali". Info Kereta Api. 2014-09-15. Diakses tanggal 2018-03-09.
  2. Suparno. "Pemkab Janji Prioritaskan Pembangunan Frontage Road Sidoarjo". detikcom. Diakses tanggal 2018-03-09.
  3. PUSDATIN. "PM 36 TAHUN 2022". jdih.kemenhub.go.id. Diakses tanggal 2025-01-28.
  4. Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  6. "Stasiun Kereta Api Sidoarjo". Informasi Situs Budaya Indonesia. 2017-10-27. Diakses tanggal 2018-01-31.
  7. Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  8. "De Staatsspoorwegen in 1923". Bataviaasch Nieuwsblad. 13 Oktober 1924.
  9. Petersen, H.C. (1924). "Verslag S.S. bedrijf over 1923". de Waterstaats Ingenieur. 12: 355–357.
  10. "de Spoorwegen te Soerabaja". de Telegraaf Ochtendblad Twee Blad. 8 November 1924. hlm. 7.
  11. "Dubbelspoor van Soerabaja naar Bangil". de Locomotief, Avondblad. 11 Mei 1925.
  12. "Spoornieuws". de Locomotief. 25 November 1926. hlm. 1.
  13. "Spoorlijn Soerabaja—Porrong". Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie. 7 November 1930.
  14. Tim Telaga Bakti Nusantara; Asosiasi Perkeretaapian Indonesia (1997). Sejarah Perkeretaapian Indonesia. Vol. 1. Bandung: Angkasa. hlm. 101. ISBN 979-665-169-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  16. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]

Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. 's Gravenhage: M.J. Fisser.

Peta rute: