Lompat ke isi

Jalur kereta api Purwosari–Wonogiri–Baturetno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jalur kereta api Purwosari–Wonogiri–Baturetno
Konvoi militer di jalur kereta api Purwosari-Wonogiri–Baturetno
Ikhtisar
JenisJalur lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusBeroperasi (segmen Purwosari–Wonogiri) Tidak Beroperasi (segmen Wonogiri - Baturetno)
LokalKota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah
TerminusPurwosari
Wonogiri
Stasiun26
Operasi
Dibangun olehSolosche Tramweg Maatschappij
Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij
Dibuka1892-1922
PemilikDirektorat Jenderal Perkeretaapian
PT Kereta Api Indonesia (Persero) (pemilik aset tanah dan bangunan)
OperatorKereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta
Data teknis
Panjang rel32 km (segmen Purwosari–Wonogiri)
52 km (segmen Purwosari–Baturetno)
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi20 s.d. 60 km/jam
Peta rute
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

51+590
Baturetno
51+590
Gamping
43+059
Nguntoronadi
Waduk Ga-
jahmungkur
38+578
Gudangdongdong
35+200
Somohulun
31+858
Wonogiri
+144 M
25+736
Tekaran
24+207
Kalikatir
21+280
Pasarnguter
+105 M
20+433
Nguter
18+764
Songgorunggi
16+792
Kepuh
14+253
Gayam
13+247
Sukoharjo
+98 M
7+027
Kalisamin
3+400
Kronelan
0+000
Solo Kota
+98 M
1+555
Lojiwetan
1+877
Kauman
2+515
Coyudan
2+871
Pasar Pon
Jl. Slamet
Riyadi
3+245
Ngapeman
3+658
Bendo
4+312
Ngadisurian
5+107
Pasanggrahan
ke Solo Balapan
(Left arrow SMT–SLO–YK)
5+840
Purwosari
+93 M
ke Gembongan
(Left arrow PWS–BI)
ke Gawok
(Down arrow SMT–SLO–YK)

Jalur kereta api Purwosari–Wonogiri–Baturetno merupakan salah satu jalur cabang di Pulau Jawa yang masih aktif beroperasi meskipun secara ekonomis dianggap tidak menguntungkan. Jalur ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta, menghubungkan Stasiun Purwosari di bagian barat Kota Surakarta dan Stasiun Wonogiri. Persaingan dengan angkutan jalan raya dan kualitas rel yang ada membuat jalur ini tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Segmen pertama dari jalur ini, yaitu jalur yang berada di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, merupakan bekas jalur Solosche Tramweg Maatschappij (SoTM), perusahaan trem kuda swasta yang mengoperasikan jalur dari Purwosari menuju Solo Jebres melalui Benteng Vesterburg, serta Solo Jebres–Purwosari menuju Boyolali. Asal muasal perusahaan ini sangat tidak jelas, tetapi tercatat mendapat izin pada tahun 1890 dan mulai mengoperasikan jalur pertamanya pada tahun 1892.[1][2][3]

Fakta menarik dari SoTM adalah, perusahaan ini sudah berkeinginan untuk memiliki sebuah lokomotif uap sejak tiga tahun jalur beroperasi, yaitu tahun 1895. Hal ini diperparah dengan banyaknya unit kuda SoTM yang terjangkit penyakit pada tahun 1899. Akhirnya, pada tahun 1906, SoTM resmi menandatangani kontrak kerja sama operasional dengan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS),[2] hingga pada 1 Mei 1908 SoTM mengumumkan telah selesai melakukan pergantian dari kuda menjadi lokomotif uap. Akibat dari pergantian mesin ini, SoTM melakukan pembangunan jalur KA yang pada mulanya dari Halte Benteng Vesterburg menuju Stasiun Solo Jebres dengan melewati Pasar Gede dan menyebrangi Sungai Pepe.[4]

Segmen lanjutan dari Wonogiri menuju Baturetno

[sunting | sunting sumber]

Konsesi baru akhirnya diterbitkan untuk perpanjangan jalur Solo–Wonogiri–Kakap, pada tanggal 9 Agustus 1920. Perpanjangannya diresmikan sejak tanggal 1 April 1922 ini semula tidak hanya menghubungkan Wonogiri dengan kota Solo tetapi juga mencapai Baturetno sejak 1 Oktober 1923.[5]

Berdasarkan surat SS No. 3639 tertanggal 8 Maret 1902, diwacanakan akan dibangun jalur kereta dari Stasiun Jetis menuju Stasiun Tugu (Trenggalek) menghubungkan jalur kereta api Ponorogo–Slahung dengan jalur kereta api Tulungagung–Tugu, serta dari Stasiun Badegan menuju Stasiun Baturetno menghubungkan jalur kereta api Ponorogo–Badegan dengan jalur kereta api Purwosari–Baturetno yang ditujukan untuk mendukung jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa dengan rute Yogyakarta–Wonogiri–Ponorogo–Trenggalek–Tulungagung.[6] Jalur yang terwujud hanyalah Tulungagung–Tugu dan Ponorogo–Badegan, tetapi pada akhirnya rencana itu berhenti total karena Depresi Besar. Kedua jalur ini berakhir riwayatnya karena dibongkar romusa Jepang, dan jalur yang aktif hanyalah Purwosari–Baturetno. Namun, sejak 1 Mei 1978 lintas Wonogiri–Baturetno ditutup. Soekirlan, Kepala Humas PJKA Eksploitasi Tengah menyatakan bahwasanya jalur kereta api dari Wonogiri menuju Baturetno telah dinonaktifkan sehubungan dengan dimulainya pembangunan Bendung Gajah Mungkur di Wonogiri.[7]

Semasa aktifnya, selain mengangkut penumpang juga mengangkut batu gamping untuk memenuhi kebutuhan beberapa pabrik gula seperti Pabrik Gula Tasikmadu, Gondang Baru, Colomadu dan Mojo. Pada tahun 1975, jalur ini telah berhasil memenuhi kebutuhan pabrik gula dengan mengangkut gamping sebanyak 22.539 ton dengan pendapatan sebesar Rp23.374.380,00. Lalu pada tahun 1976 sebanyak 21.470 ton gamping dengan pendapatan sebesar Rp22.265.280,00, kemudian pada tahun 1977 tercatat mengangkut 9.310 ton dengan pendapatan Rp9.655.110,00. Terakhir pada tahun 1978 (satu kuartal/tiga bulan pertama) mengangkut batu gamping sebanyak 5.717 ton dengan pendapatan Rp4.888.470,00.[7]

Perjalanan kereta api terakhirnya sendiri berangkat dari Stasiun Baturetno pada 30 April 1978 pukul 12.20 WIB dan tiba di Stasiun Wonogiri pada pukul 13.22 WIB.[7]

Jalur terhubung

[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif

[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif

[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api

[sunting | sunting sumber]

Penumpang

[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas PurwosariWonogiri
Segmen Purwosari–Solo Kota
Diresmikan pada tanggal 1892
oleh Solosche Tramweg Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta
3120PurwosariPWSJalan Slamet Riyadi 502, Purwosari, Laweyan, Surakartakm 110+750 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta
km 5+840 lintas Solo Kota-Purwosari-Boyolali
+93 mBeroperasi
3528 Pasanggrahan PGHkm 5+107Tidak beroperasi
3527 Ngadisurian NDSkm 4+312Tidak beroperasi
3526 Bendo (Surakarta) BEDkm 3+658Tidak beroperasi
3525 Ngapeman NGPJalan Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan, Surakartakm 3+245Tidak beroperasi
3524 Pasar Pon PSPJalan Slamet Riyadi, Keprabon, Banjarsari, Surakartakm 2+871Tidak beroperasi
3523 Coyudan COUJalan Slamet Riyadi, Kampung Baru, Pasar Kliwon, Surakartakm 2+515Tidak beroperasi
3522 Kauman KAUJalan Slamet Riyadi, Kauman, Pasar Kliwon, Surakartakm 1+877Tidak beroperasi
3521 Lojiwetan LWTJalan Slamet Riyadi, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakartakm 1+555Tidak beroperasi
Segmen Solo Kota–Wonogiri
Diresmikan pada tanggal 1 April 1922
oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij
3520Solo KotaSTAJalan Sungai Sambas, Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakartakm 0+000 (lintas Solo Kota–Wonogiri dan Solo Kota–Purwosari)+98 mBeroperasi
3517 Kronelan KNLPlumbon, Mojolaban, Sukoharjokm 3+400Tidak beroperasi
3516 Kalisamin KIMBugel, Polokarto, Sukoharjokm 7+027Tidak beroperasi
- Bulakrejo Tidak beroperasi
- Walang Tidak beroperasi
3515SukoharjoSKHGayam, Sukoharjo, Sukoharjokm 13+247+98 mBeroperasi
3514 Gayam (Sukoharjo) GAMGayam, Sukoharjo, Sukoharjokm 14+253Tidak beroperasi
3513 Kepuh KEHKepuh, Nguter, Sukoharjokm 16+792Tidak beroperasi
3512 Songgorunggi SGRkm 18+764Tidak beroperasi
3511 Nguter NGTkm 20+433Tidak beroperasi
3509PasarnguterPNTJalan Raya Nguter, Nguter, Nguter, Sukoharjokm 21+280+105 mBeroperasi
3508 Kalikatir KLKNambangan, Selogiri, Wonogirikm 24+207Tidak beroperasi
3507 Tekaran TERGemantar, Selogiri, Wonogirikm 25+736Tidak beroperasi
3506WonogiriWNGJalan Manyar II, Giripurwo, Wonogiri, Wonogirikm 31+858+144 mBeroperasi
Segmen Wonogiri–Baturetno
Diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1923
oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij
Ditutup pada 1 Mei 1978
3505 Somohulun SHLWaduk Gajah Mungkur, Pondoksari, Nguntoronadi, Wonogirikm 35+200Tidak beroperasi
3504 Gudangdongdong GDOWaduk Gajah Mungkur, Pondoksari, Nguntoronadi, Wonogirikm 38+578Tidak beroperasi
3503 Nguntoronadi NTNkm 43+059Tidak beroperasi
3502 Gamping GPGBoto, Baturetno, Wonogirikm 47+274Tidak beroperasi
3501 Baturetno BROBaturetno, Baturetno, Wonogirikm 51+590+149 mTidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [8]
  • Pengidentifikasi stasiun: [9]
  • Tanggal pembukaan jalur: [10]:106–124

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (Edisi Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980.
  2. 1 2 X., Nadar, F.; Rochani., Adi, Ida; Dwi., Hardjanto, Tofan; Budaya., Universitas Gadjah Mada. Fakultas Ilmu (2009). Lenses : thoughts on culture, literature and linguistics (Edisi Ed. 1., cet. 2). Bulaksumur, Yogyakarta: Faculty of Cultural Sciences, University Gadjah Mada Yogyakarta. ISBN 9789799821850. OCLC 593669122. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. Widi Wardoyo, Waskito (2018). Sejarah Kereta Api Kota Solo 1864 - 1930. Temanggung: Kendi. hlm. 71. ISBN 978-602-25130-4-9.
  4. Widi Wardoyo, Waskito (2018). Sejarah Kereta Api Kota Solo 1864 - 1930. Temanggung: Kendi. hlm. 74. ISBN 978-602-25130-4-9.
  5. Reitsma, S.A. (1916). Indische Spoorweg-Politiek. Landsdrukkerij.
  6. Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij. hlm. 286–289.
  7. 1 2 3 "Setelah dipakai 54 tahun: Lintas KA Baturetno–Wonogiri ditutup". Semarang: Pelita.
  8. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  9. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  10. Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Peta rute: