Jalur kereta api Lubuklinggau–Prabumulih

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Lubuklinggau–Prabumulih
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
LokasiSumatra Selatan dan Bengkulu
TerminusLubuklinggau
Prabumulih
Operasi
Dibuka1927-1933
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang
Karakteristik lintasLintas datar dengan kombinasi hutan dan pedesaan
DepotDipo Lubuklinggau
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi70 s.d. 100 km/jam

Jalur kereta api Lubuklinggau–Prabumulih adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Prabumulih dan Lubuklinggau; termasuk dalam Divisi Regional III Palembang. Operasional jalur kereta api ini didominasi oleh Kereta barang (batu bara, pulp, dan bahan bakar minyak). Selain itu juga terdapat dua kereta penumpang, yaitu Kereta api Sindang Marga (kelas eksekutif dan bisnis) dan Kereta api Serelo (kelas ekonomi). Di jalur kereta api ini juga yang memiliki cabang menuju Tanjungenim, awal perjalanan dari kereta api angkutan batu bara menuju Tarahan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS), divisi dari Staatsspoorwegen, kembali melangsungkan pembangunan jalur kereta apinya. Kali ini, trase jalur kereta api percabangan dari Prabumulih direncanakan akan diperpanjang menuju Tanjung Enim untuk pengangkutan batu bara. Segmen pertamanya adalah segmen Prabumulih menuju Gunung Megang yang diresmikan pada tanggal 1 Desember 1916. Kemudian diresmikan perpanjangannya ke arah Muara Enim pada tanggal 2 April 1917, dan terakhir sampai di Tanjung Enim pada tanggal 1 September 1919.[1]

Selanjutnya, pada awal dekade 1930-an jalur ini diperpanjang hingga Stasiun Lubuklinggau dan diresmikan pada pertengahan tahun 1933.[2]

Dengan menggunakan lebar sepur 1.067 mm, ZSS berhasil membangun jalur kereta api di rute Palembang–Bandar Lampung sejauh 529 kilometer. Kesuksesan yang diraih SS menginspirasi perusahaan ini pernah menyusun masterplan agar seluruh Sumatra terhubung dengan rel kereta api, namun Depresi Besar (zaman malaise) yang terjadi di akhir dekade 1920-an menyebabkan rencana ini gagal.[3]

Seiring meningkatnya kebutuhan batu bara untuk sejumlah PLTU di Jawa, maka pada tanggal 1 Oktober 1986, kereta api batu bara rangkaian panjang diresmikan di atas jalur ini, serta merupakan kereta api dengan rangkaian terpanjang di Indonesia.[4]

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

  • segmen Tanjung Enim Baru–Tanjung Enim

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas ZSS 2 Kertapati–Prabumulih–Lubuklinggau
Segmen LubuklinggauLahat
Diresmikan pada tanggal 1 Juni 1933[5] oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen
Termasuk dalam Divisi Regional III Palembang
6001 Lubuklinggau LLG Lubuklinggau Barat II, Lubuklinggau km 549+448 lintas PanjangTanjungkarangPrabumulihLubuklinggau +130 m Beroperasi Stasiun Lubuk Linggau.jpg
6002 Tabapingin TBP km 541+284 Tidak beroperasi
- Aerkati AKT km 540+619 Tidak beroperasi
6003 Lubuk Blimbing LBB km 533+590 Tidak beroperasi
6004 Kotapadang KOP Kotapadang, Kotapadang, Rejang Lebong km 528+948 +107 m Beroperasi Stasiun Kotapadang 08-2015.jpg
Segmen Muara Saling–Tebing Tinggi–Lahat
Diresmikan pada tanggal 1 November 1932
6005 Muara Saling MSL Muara Saling, Tebing Tinggi, Empat Lawang km 519+903 +91 m Beroperasi Stasiun Muarasaling 08-2015.jpg
6006 Tabakebun TKN km 512+600 Tidak beroperasi
6007 Tanjungning TNN km 509+542 Tidak beroperasi
6100 Tebing Tinggi (Empat Lawang) TI Tebing Tinggi, Empat Lawang km 500+740 +105 m Beroperasi Stasiun Tebingtinggi (EL) 08-2015.jpg
BH 1279
Terowongan Tebing Tinggi
panjang: 430 m
Dibangun pada tahun 1929-1930
6101 Sungai Empayang SUP km 493+935 Tidak beroperasi
6102 Saungnaga SNA Penantian, Kikim Barat, Lahat km 484+974 +83 m Beroperasi Stasiun Saungnaga 08-2015.jpg
6103 Sungai Laru SEL km 480+253 Tidak beroperasi
6104 Sukaraja SUA Maspura, Kikim Tengah, Lahat km 474+369 +102 m Beroperasi Stasiun Sukaraja 08-2015.jpg
6105 Muara Empayang MPY km 464+493 Tidak beroperasi
6106 Bungamas BGM Tanda Raja, Kikim Timur, Lahat km 459+986 +82 m Beroperasi Stasiun Bungamas 08-2015.jpg
6107 Bemban BEM km 451+970 Tidak beroperasi
6108 Sukarame SRM km 445+327 Tidak beroperasi
6109 Aerkero AEK km 441+028 Tidak beroperasi
BH 1039
Terowongan Gunung Gajah
panjang: 300 m
letak: km 435+787
Dibangun pada tahun 1924-1925
Segmen Lahat–Muara Enim
Diresmikan pada tanggal 21 April 1924
6200 Lahat LT Pasar Baru, Lahat, Lahat km 434+159 +112 m Beroperasi Stasiun Lahat 08-2015.jpg
- Manggul MNL km 430+501 Tidak beroperasi
6202 Padang Bunga Tanjung PBT km 426+508 Tidak beroperasi
6202 Sukacinta SCT Suka Marga, Merapi Barat, Lahat km 423+632 +78 m Beroperasi
6203 Merapi MRP km 415+372 Tidak beroperasi
6204 Gunung Kembang GKB km 411+690 Tidak beroperasi
6205 Banjarsari (Lahat) BJS Arahan, Merapi Timur, Lahat km 406+831 +47 m Beroperasi Stasiun Banjarsari (LT) 08-2015.jpg
- Pandan PDN km 401+835 Tidak beroperasi
Segmen Gunung MegangMuara Enim
Diresmikan pada tanggal 2 April 1917
6210 Muara Enim ME Jalan Raya Lintas Sumatra Muara Enim, Muara Enim km 396+093 +37 m Beroperasi Stasiun Muaraenim 08-2015.jpg
- Kepur KPU km 391+300 Tidak beroperasi
6301 Muaragula MRL Muaragula Baru, Ujanmas, Muara Enim km 387+895 +33 m Beroperasi Stasiun Muaragula 08-2015.jpg
6302 Ujanmas UJM Ujanmas Baru, Ujanmas, Muara Enim km 381+524 +36 m Beroperasi Stasiun Ujanmas 08-2015.jpg
6303 Penanggiran PGR Penanggiran, Gunung Megang, Muara Enim km 374+445 +31 m Beroperasi Stasiun Penanggiran 08-2015.jpg
Segmen PrabumulihGunung Megang
Diresmikan pada tanggal 1 Desember 1916
6304 Gunung Megang GNM Gunung Megang Dalam, Gunung Megang, Muara Enim km 367+039 +25 m Beroperasi Stasiun Gunungmegang 08-2015.jpg
6305 Perjito PEJ Tidak beroperasi
6306 Tanjung Terang TGE Tanjung Terang, Gunung Megang, Muara Enim km 360+500 +23 m Beroperasi Stasiun Tanjungterang 08-2015.jpg
6307 Belimbing Pendopo BIB Cinta Kasih, Gunung Megang, Muara Enim km 354+344 +20 m Beroperasi
- Talang Padang TLP Dalam, Gunung Megang, Muara Enim km ? +28 m Beroperasi
6308 Niru NRU Tebat Agung, Rambang Dangku, Muara Enim km 344+254 +19 m Beroperasi Stasiun Niru 08-2015.jpg
6309 Penimur PNM Patih Galung, Prabumulih Barat, Prabumulih km 333+422 +46 m Beroperasi Stasiun Penimur 08-2015.jpg
Wesel pemisah X6 Prabumulih Baru (km 321+530)
6311 Prabumulih PBM Jalan Veteran 1, Wonosari, Prabumulih Barat, Prabumulih km 322+295 lintas PanjangTanjungkarangPrabumulihKertapati +43 m Beroperasi The Station of Prabumulih.jpg

Percabangan menuju Tanjung Enim[sunting | sunting sumber]

Percabangan ini hanya dilayani oleh KA batu bara rangkaian panjang (babaranjang) dan KA batu bara Kertapati (barapati) yang dioperasikan bersama oleh PT KAI dan PT Bukit Asam Tbk. Pengoperasian kereta api ini sebenarnya sudah ada sejak pertama kalinya jalur ini diresmikan, dan dilanjutkan oleh Bukit Asam hingga saat ini. Mengingat peningkatan volume angkut batu bara di jalur Tanjung Enim–Tarahan untuk mendukung operasi PLTU Suralaya, Banten, pada tanggal 1 Oktober 1986, PJKA dan PT BA mengoperasikan kereta api batu bara rangkaian panjang (babaranjang), bersama dengan peresmian 15 unit CC202 generasi pertama.[4] Pada akibatnya, Stasiun Tanjung Enim yang lama dinonaktifkan karena lahannya sudah tidak cukup untuk menampung KA batu bara.


Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen Muara Enim–Tanjung Enim
Diresmikan pada tanggal 1 September 1919
6210 Muara Enim ME Jalan Raya Lintas Sumatra Muara Enim, Muara Enim km 396+093
km 0+000 lintas Muara Enim–Tanjung Enim
+37 m Beroperasi Stasiun Muaraenim 08-2015.jpg
6211 Karangraja KRJ km 5+270 Tidak beroperasi
6212 Tanjung Raja TRA km 7+247 Tidak beroperasi
- Tanjung Enim Baru TMB Tanjung Raja, Muara Enim, Muara Enim km 7+250 +35 m Beroperasi
6213 Lingga LGA km 11+697 Tidak beroperasi
6220 Tanjung Enim TAM Pasar Tanjung Enim, Lawang Kidul, Muara Enim km 12+850 Tidak beroperasi COLLECTIE TROPENMUSEUM Kolenwagens ter belading onder het zeefhuis van de steenkoolmijn Boekit Asem Sumatra TMnr 10007013.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [6][1][7]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  2. ^ Kop, Jan (2004). Bouwen in de Archipel: burgerlijke openbare werken in Nederlands-Indië 1800-2000. Walburg Pers. 
  3. ^ Media, Kompas Cyber. "Sejarah Jalur KA Lampung-Palembang - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-02-26. 
  4. ^ a b "Rangkaian KA terpanjang di ASEAN Mulai Operasi". Pikiran Rakyat. Oktober 1986. 
  5. ^ Buku-peringatan lima puluh tahun kota-pradja Palembang. Palembang: Rhma Publishing House. 1960. 
  6. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  7. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia