Lompat ke isi

Jalur Teh Kuda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Peta Jalur Teh Kuda

Jalur Teh Kuda atau Jalan Teh Kuda atau Chamadao (Hanzi sederhana: 茶马道; Hanzi tradisional: 茶馬道), sekarang secara umum disebut sebagai Jalur Teh Kuda Kuno atau Chamagudao (Hanzi sederhana: 茶马古道; Hanzi tradisional: 茶馬古道) adalah suatu jaringan jalur karavan yang berkelok-kelok melalui pegunungan di Sichuan, Yunnan, dan Tibet di Tiongkok Barat Daya.[1] Jalur ini juga merupakan jalur perdagangan teh. Jalur ini juga terkadang disebut sebagai "Jalur Sutra Selatan" atau "Jalur Sutra Barat Daya".[2]

Terdapat banyak elemen arkeologis dan monumental yang masih bertahan, termasuk jalur setapak, jembatan, stasiun jalan, kota pasar, istana, pos persinggahan, kuil, dan candi di sepanjang jalur.[3]

"Jalur Teh Kuda Kuno" adalah sebuah konsep historis dengan makna khusus. Jalur ini mengacu pada sebuah jalur lalu lintas utama yang dibentuk oleh perdagangan teh dan kuda antara Han dan Tibet dari Dinasti Tang dan Song hingga Republik Tiongkok.

Klasifikasi jalur

[sunting | sunting sumber]

Jalur Teh Kuda Shaanxi—Gansu

[sunting | sunting sumber]

Jalur Teh Kuda ShaanxiGansu (陕甘茶马古道) merupakan jalur utama bagi teh di Tiongkok daratan untuk bisa sampai ke barat dan menukarnya dengan kuda. Jalur ini merupakan salah satu jalur utama dari Jalur Sutra kuno.[4]

Jalur Tanggu

[sunting | sunting sumber]

Bermula pada masa Dinasti Han, Jalur Tanggu (蹚古道) dibentuk oleh para pedagang Shaanxi dan pasar teh-kuda kuno di perbatasan barat daya. Sejak pemerintahan Ming dan Qing memberlakukan kendali pemerintah atas penjualan teh, penjualan teh dibagi menjadi beberapa wilayah, dan pasar perdagangan teh dan kuda yang paling makmur berada di Kangding.[4]

Jalur Teh Kuda Yunnan—Tibet

[sunting | sunting sumber]

Jalur Teh Kuda YunnanTibet (滇藏茶马古道) dibentuk pada akhir abad keenam Masehi. Dimulai dari Yiwu dan Pu'er di Xishuangbanna, daerah penghasil teh utama Yunnan, dan memasuki Tibet melalui Prefektur Otonom Bai Dali, Kota Lijiang, dan Shangri-La, dan langsung menuju ke Lhasa. Sebagian juga diekspor kembali dari Tibet ke India dan Nepal, yang merupakan sebuah jalur perdagangan penting antara Tiongkok kuno dan Asia Selatan.[4]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Forbes, Andrew; Henley, David (2011). Traders of the Golden Triangle (A study of the traditional Yunnanese mule caravan trade) (dalam bahasa ENGLISH). Chiang Mai. Cognoscenti Books. ISBN 978-1300701460. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. Williams, Tim (2016). "Silk Roads in the Kingdom of Bhutan and the Development of a National Heritage Inventory" (PDF). Archaeology International. 19. doi:10.5334/ai.1918.
  3. Williams, Tim, Lin, Roland Chih-Hung and Gai, Jorayev. Final Technical Report on the results of the UNESCO/Korean Funds-in-Trust Project: Support for the Preparation for the World Heritage Serial Nomination of the Silk Roads in South Asia, 2013–2016.
  4. 1 2 3 "Horse Corridor in Heaven". Shambhalatimes.org. 2010-01-18. Diakses tanggal 2011-11-18.

Bacaan lanjutan

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]