Jalur kereta api Solo Balapan–Kertosono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Jalur kereta api Solo Balapan-Kertosono atau yang sering disebut dengan Soker menghubungkan Stasiun Solo Balapan dengan Stasiun Kertosono. Jalur ini merupakan bagian dari jalur selatan kereta api di Pulau Jawa. Jalur ini juga sejajar dengan Jalan Tol Solo-Ngawi dan Jalan Tol Ngawi-Kertosono yang saat ini sedang dalam proses konstruksi. Jalur ini merupakan jalur yang ramai dilintasi kereta eksekutif, bisnis, maupun ekonomi. Petak antara Solo Balapan-Kedungbanteng dikendalikan oleh Daop 6 Yogyakarta sedang petak antara Walikukun-Kertosono dikendalikan oleh Daop 7 Madiun. Saat ini dibeberapa petak antara Madiun sampai Geneng sudah awal-awal pembangunan double track. Jalur ini menjadi bagian dari Jalur kereta api Brumbung-Kertosono, beserta Jalur kereta api Brumbung-Gundih dan Jalur kereta api Gundih-Solo Balapan.

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Jalur kereta api yang terhubung oleh jalur ini adalah:

Karena jalur kereta api Madiun-Slahung tidak lagi dioperasikan, maka jalur KA Solo Balapan-Madiun tergabung dengan jalur KA Madiun-Kertosono dan membentuk jalur kereta api Solo Balapan-Kertosono.

KA yang melintas[sunting | sunting sumber]

Lintas Solo Balapan-Kedungbanteng (Daop 6 YK)[sunting | sunting sumber]

Lintas Walikukun-Kertosono (Daop 7 MN)[sunting | sunting sumber]

Percabangan menuju Lanud Iswahyudi[sunting | sunting sumber]

Percabangan nonaktif ini dibangun pada tahun 1939-1940 oleh Staatsspoorwegen (SS), bebarengan dengan dibangunnya Lanud Iswahyudi.[1] Jalur ini memiliki panjang kurang lebih 5 km. Jalur ini berdampingan dan bersilangan dengan jalur lori tebu PG Purwodadi.

Jalur Stasiun Barat hingga Lanud Iswahyudi dikhususkan untuk mengangkut avtur atau bahan bakar pesawat yang dipasok oleh Pertamina menuju Landasan Udara Iswahyudi. Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya moda transportasi darat roda karet, Pertamina lebih memilih mendistribusikan avtur dengan menggunakan truk karena dinilai lebih praktis dan efisien, sehingga jalur ini resmi ditutup tahun 2004.[2]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Percabangan menuju Depo Pertamina Madiun[sunting | sunting sumber]

Lokomotif CC203 15 (CC 203 98 03) mendorong gerbong ketel menuju depo BBM.

Percabangan ini dahulu merupakan jalur kereta yang menuju PG Rejo Agung dengan panjang lintasan kurang lebih 3 km, yang digunakan untuk mengangkut tetes tebu dari dalam pabrik gula yang ditarik oleh lokomotif uap D52. Jalur ini memiliki panjang kurang lebih 1,2 km menghubungkan Stasiun Madiun dengan Depo Pertamina (Terminal BBM) Madiun. Jalur ini tepat berada di depan PT Inka dan bersebelahan dengan Jalan Raya Madiun-Nganjuk. Jalur ini dikhususkan untuk mengangkut kereta ketel BBM menuju Terminal BBM Madiun.[3]

Untuk keperluan langsiran kereta api ketel, dahulu pernah dijalankan lokomotif D301 dan BB301. Namun saat ini, lokomotif BB301 (BB301 25) tersebut sudah dipindah ke Stasiun Blitar untuk langsiran di sana. Jalur ini merupakan jalur kereta api pinggir jalan raya yang masih aktif selain segmen Purwosari–Solo Kota.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Lanud Iswahjudi atau Bandara Iswahjudi". LintasMagetan.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 
  2. ^ "Arsip diskusi Semboyan35.com mengenai jalur ke Bandara Iswahjudi". Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 
  3. ^ "Haduh, Nasib Rel Bengkong Sebentar Lagi Tinggal Kenangan". Solopos.com. 5 Februari 2015. Diakses tanggal 23 Oktober 2017. 
  4. ^ Majalah KA Edisi September 2014