Abdul Moeloek: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
982 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
== Riwayat ==
=== Pendidikan dan karier ===
Abdul Moeloek lahir pada 10 Maret 1905 di Padang Panjang, Sumatera Barat. Ia telah merantau ke [[Batavia]] sejak usia 12 tahun. Ia pernah kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Bogor, namun kemudian pindah ke [[STOVIA]] di [[Batavia]] setahun kemudian. Ia mendapatkan gelar dokter dari perguruan tinggi tersebut pada tahun 1932. Pada masa [[Sejarah Indonesia (1942-1945)|pendudukan Jepang]], ia pindah ke [[Semarang]] untuk menghindari misi pembunuhan para [[intelektual]] [[Indonesia]] yang dilakukan pemerintahan pendudukan Jepang. Ia berkarier sebagai tenaga medis di [[RSRumah DokterSakit Karyadi]]Dr. Setelah beberapa tahun di Semarang ia memutuskan untuk mengasingkan diri di Desa Winong, [[Kota Liwa]], [Lampung BaratKariadi]].<ref name="jpnn.com"/>
 
Setelah beberapa tahun di Semarang ia memutuskan untuk mengasingkan diri di Desa Winong, [[Kota Liwa]], [[Lampung Barat]]. Di tempat persembunyiannya inilah Abdul Moeloek mengabdikan diri di bidang kesehatan pada masyarakat kecil. Sedangkan istrinya mengabdikan diri di bidang pendidikan dengan menjadi guru bagi masyarakat sekitar. Mereka berdua juga mempunyai banyak anak angkat. Pengabdian tersebut membuat mereka disegani dan dihormati oleh masyarakat setempat.<ref name="jpnn.com"/>
Ia menikah dengan Poeti Alam Naisjah, seorang perempuan kelahiran 1914 asal [[Kabupaten Solok|Solok]], Sumatera Barat. Pernikahan mereka dikaruniai lima orang anak.<ref name="Heri Wardoyo">"100 Tokoh Terkemuka Lampung, 100 Tahun Kebangkitan Nasional". ''Heri Wardoyo, dkk'', 2008.</ref>
 
Setelah Indonesia merdeka keluarga Abdul Moeloek pindah ke [[Tanjung Karang]]. Abdul Moeloek kemudian mengambil alih pengelolaan RS Tanjung Karang dari tentara Jepang dan kemudian ditunjuk sebagai kepala rumah sakit tersebut. Sepeninggal Abdul Moeloek pada 1973, [[DPRD]] Lampung menyepakati penggantian nama RS Tanjung Karang menjadi RS dr H Abdul Moeloek sebagai penghargaan terhadap dedikasi dan jasa Abdul Moeloek bagi masyarakat Lampung.<ref name="jpnn.com"/>
Keturunannya di kemudian hari juga banyak yang mengikuti langkahnya sebagai ahli kesehatan, seperti [[Faried Anfasa Moeloek]] yang pernah menjadi [[Daftar Menteri Kesehatan Indonesia|menteri kesehatan Indonesia]], [[Nukman Moeloek]], seorang pakar [[andrologi]] dan [[guru besar]] di [[Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia]] (FKUI), dan lainnya, sehingga keturunannya dijuluki juga sebagai "dinasti dokter" Indonesia.<ref name="detik.com"/><ref name="jpnn.com"/>
 
=== Kehidupan pribadi ===
Abdul Moeloek lahir pada 10 Maret 1905 di Padang Panjang, [[Sumatera Barat]]. Ia menikah dengan Poeti Alam Naisjah, seorang perempuan kelahiran 1914 asal [[Kabupaten Solok|Solok]], Sumatera Barat. Pernikahan mereka dikaruniai lima orang anak.<ref name="Heri Wardoyo">"100 Tokoh Terkemuka Lampung, 100 Tahun Kebangkitan Nasional". ''Heri Wardoyo, dkk'', 2008.</ref> Keturunannya di kemudian hari juga banyak yang mengikuti langkahnya sebagai ahli kesehatan, seperti [[Faried Anfasa Moeloek]] yang pernah menjadi [[Daftar Menteri Kesehatan Indonesia|menteri kesehatan Indonesia]], [[Nukman Moeloek]], seorang pakar [[andrologi]] dan [[guru besar]] di [[Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia]] (FKUI), dan lainnya, sehingga keturunannya dijuluki juga sebagai "dinasti dokter" Indonesia.<ref name="detik.com"/> Ia meninggal dunia pada tahun 1973 di Bandar Lampung pada usia 68 tahun.<ref name="jpnn.com"/>
 
== Rujukan ==
{{negara-bio-stub|Indonesia}}
 
{{lifetime|19091905|1973}}
[[Kategori:Dokter Indonesia]]
[[Kategori:Alumni StoviaSTOVIA]]
[[Kategori:Tokoh Minangkabau]]
[[Kategori:Tokoh Lampung]]
19.351

suntingan

Menu navigasi