Imperialisme Baru: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tidak ada perubahan ukuran ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(+ karikatur)
[[File:China imperialism cartoon.jpg|thumb|Karikatur di Perancis pada tahun 1898, menggambarkan [[Britania]], [[Jerman]], [[Rusia]], [[Perancis]] dan [[Jepang]] membagi-bagi kue dengan tulisan "Chine" (Cina). Seseorang dengan pakaian Tionghoa tampak kaget dibelakang mereka.]]
'''Imperialisme Baru''' (atau '''Neo-imperialisme''') adalah gelombang [[imperialisme]] dan [[penjajahan]] yang terjadi pada akhir [[abad ke-19]] dan [[awal [[abad ke-20]]. Bangsa-bangsa yang terlibat dalam perluasan wilayah pada masa ini adalah bangsa-bangsa [[Eropa]] (seperti [[Britania]], [[Perancis]], [[Spanyol]], [[Portugis]], [[Belanda]] dan [[Jerman]]), serta [[Amerika Serikat]] dan [[Kekaisaran Jepang]]. Dalam periode ini, bangsa-bangsa tersebut mencoba menambah wilayah jajahan mereka dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara-negara ini membangun [[imperium]] dengan menggunakan teknologi dan perkembangan terbaru, dan dengan menggunakan sumber daya yang ada di daerah jajahan mereka.
 
Imperialisme pada masa ini disebut imperialisme ''baru'', untuk membedakan dengan gelombang kolonialisme dan imperialisme yang terjadi sebelumnya, khususnya gelombang penjajahan yang terjadi di antara abad ke-15 hingga awal abad ke-19. Salah satu hal yang membedakannya adalah ideologi bahwa penjajahan ini dilakukan untuk membantu bangsa-bangsa yang tertinggal. Selain itu, motivasi ekonomi pada masa ini dipengaruhi oleh perkembangan setelah [[revolusi industri]]. Bangsa-bangsa yang telah mengalami revolusi industri mencoba meningkatkan keuntungan dengan mencari daerah-daerah dengan [[bahan mentah]], [[pekerja]] yang murah, dan sedikit [[kompetisi (ekonomi)|kompetisi]].
10.252

suntingan

Menu navigasi