Kabupaten Kudus: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
21 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
 
== Sejarah ==
Kudus awalnya desa kecil di tepi Sungai Gelis, bernama Desa Tajug. Warga hidup dari bertani, membuat batu bata, dan menangkap ikan. Setelah kedatangan [[Sunan Kudus]], desa kecil itu dikenal sebagai Al-Quds yang berarti Kudus. Sunan Kudus yang gemar berdagang menumbuhkan Kudus menjadi kota pelabuhan sungai dan perdagangan di jalur perdagangan [[Sungai Gelis]] -> [[Sungai Wulan]] -> Pelabuhan Jepara.
 
Pedagang dari Timur Tengah, [[Tiongkok]], dan pedagang antar pulau dari sejumlah daerah di Nusantara berdagang kain, barang pecah belah, dan hasil pertanian di Tajug. Warga Tajug juga terinspirasi filosofi yang dihidupi Sunan Kudus, '''Gusjigang'''. Gus berarti ''bagus'', ji berarti ''mengaji'', dan gang berarti ''berdagang''. Melalui filosofi itu, Sunan Kudus menuntun masyarakat menjadi orang berkepribadian bagus, tekun mengaji, dan mau berdagang. Dari pembauran lewat sarana perdagangan dan semangat ”gusjigang” itulah masyarakat Kudus mengenal dan mampu membaca peluang usaha. Dua di antaranya usaha batik dan jenang.
7.358

suntingan

Menu navigasi