Sagu: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Buyut Adam (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
k clean up, adding template and category using AWB
Baris 16: Baris 16:
# Pati diolah untuk dijadikan tepung atau dikemas dengan daun pisang (dinamakan "[[basong]]" di Kendari).
# Pati diolah untuk dijadikan tepung atau dikemas dengan daun pisang (dinamakan "[[basong]]" di Kendari).


Pohon sagu dapat tumbuh hingga setinggi 20 m, bahkan 30 m. Dari satu pohon dapat dihasilkan 150 sampai 300 kg pati. Suatu survai di [[Kabupaten Kendari]] menunjukkan bahwa untuk mengolah dua pohon sagu diperlukan 4 orang yang bekerja selama 6 hari.<ref>http://www.iptek.net.id/ind/?ch=jsti&id=277</ref>
Pohon sagu dapat tumbuh hingga setinggi 20 m, bahkan 30 m. Dari satu pohon dapat dihasilkan 150 sampai 300&nbsp;kg pati. Suatu survai di [[Kabupaten Kendari]] menunjukkan bahwa untuk mengolah dua pohon sagu diperlukan 4 orang yang bekerja selama 6 hari.<ref>http://www.iptek.net.id/ind/?ch=jsti&id=277</ref>
Tanaman sagu dapat berperan sebagai pengaman lingkungan karena dapat mengabsorbsi emisi gas CO2 yang diemisikan dari lahan rawa dan gambut ke udara (Bintoro, 2008). <ref> http://www.http://repository.ipb.ac.id/search?order=DESC&rpp=10&sort_by=0&page=5&query=sagu&etal=0</ref>
Tanaman sagu dapat berperan sebagai pengaman lingkungan karena dapat mengabsorbsi emisi gas CO2 yang diemisikan dari lahan rawa dan gambut ke udara (Bintoro, 2008).<ref>http://www.http://repository.ipb.ac.id/search?order=DESC&rpp=10&sort_by=0&page=5&query=sagu&etal=0</ref>


== Kandungan gizi ==
== Kandungan gizi ==
Tepung sagu kaya dengan [[karbohidrat]] ([[pati (polisakarida)|pati]]) namun sangat miskin gizi lainnya. Ini terjadi akibat kandungan tinggi pati di dalam teras batang maupun proses pemanenannya.
Tepung sagu kaya dengan [[karbohidrat]] ([[pati (polisakarida)|pati]]) namun sangat miskin gizi lainnya. Ini terjadi akibat kandungan tinggi pati di dalam teras batang maupun proses pemanenannya.


Seratus gram sagu kering setara dengan 355 [[kalori]]. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 [[gram]] karbohidrat, 0,2 gram [[protein]], 0,5 gram [[serat]], 10mg [[kalsium]], 1,2mg [[besi]], dan lemak, [[karoten]], [[tiamin]], dan [[asam askorbat]] dalam jumlah sangat kecil.
Seratus gram sagu kering setara dengan 355 [[kalori]]. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 [[gram]] karbohidrat, 0,2 gram [[protein]], 0,5 gram [[serat]], 10&nbsp;mg [[kalsium]], 1,2&nbsp;mg [[besi]], dan lemak, [[karoten]], [[tiamin]], dan [[asam askorbat]] dalam jumlah sangat kecil.


== Galeri, mengekstrak sagu ==
== Galeri, mengekstrak sagu ==
Baris 39: Baris 39:
{{reflist}}
{{reflist}}
:2. Flach, M. and F. Rumawas, eds. (1996). Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) No. 9: Plants Yielding Non-Seed Carbohydrates. Leiden: Blackhuys.
:2. Flach, M. and F. Rumawas, eds. (1996). Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) No. 9: Plants Yielding Non-Seed Carbohydrates. Leiden: Blackhuys.

{{makanan-stub}}


[[Kategori:Pertanian tropis]]
[[Kategori:Pertanian tropis]]
[[Kategori:Bahan makanan]]
[[Kategori:Bahan makanan]]
[[Kategori:Makanan pokok]]
[[Kategori:Makanan pokok]]
[[Kategori:Hasil hutan non-kayu]]


{{makanan-stub}}

{{Hasil hutan non-kayu}}

Revisi per 22 April 2014 03.24

Sagu dijual dalam bentuk lempeng persegi.

Sagu adalah tepung atau olahannya yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung sagu yang relatif sulit diperoleh sering diganti dengan tepung tapioka sehingga namanya sering kali dipertukarkan, meskipun kedua tepung ini berbeda.

Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat di Maluku dan Papua yang tinggal di pesisir. Sagu dimakan dalam bentuk papeda, semacam bubur, atau dalam bentuk-bentuk yang lain. Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Selain itu, saat ini sagu juga diolah menjadi mi dan mutiara.

Sebagai sumber karbohidrat, sagu memiliki keunikan karena diproduksi di daerah rawa-rawa (habitat alami rumbia). Kondisi ini memiliki keuntungan ekologis tersendiri, walaupun secara ekonomis kurang menguntungkan (menyulitkan distribusi).

Pemanenan sagu

Pati sagu kering

Sagu dipanen dengan tahap sebagai berikut:

  1. Pohon sagu dirubuhkan dan dipotong hingga tersisa batang saja.
  2. Batang dibelah memanjang sehingga bagian dalam terbuka.
  3. Bagian teras batang dicacah dan diambil.
  4. Teras batang yang diambil ini lalu dihaluskan dan disaring.
  5. Hasil saringan dicuci dan patinya diambil.
  6. Pati diolah untuk dijadikan tepung atau dikemas dengan daun pisang (dinamakan "basong" di Kendari).

Pohon sagu dapat tumbuh hingga setinggi 20 m, bahkan 30 m. Dari satu pohon dapat dihasilkan 150 sampai 300 kg pati. Suatu survai di Kabupaten Kendari menunjukkan bahwa untuk mengolah dua pohon sagu diperlukan 4 orang yang bekerja selama 6 hari.[1] Tanaman sagu dapat berperan sebagai pengaman lingkungan karena dapat mengabsorbsi emisi gas CO2 yang diemisikan dari lahan rawa dan gambut ke udara (Bintoro, 2008).[2]

Kandungan gizi

Tepung sagu kaya dengan karbohidrat (pati) namun sangat miskin gizi lainnya. Ini terjadi akibat kandungan tinggi pati di dalam teras batang maupun proses pemanenannya.

Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, 1,2 mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil.

Galeri, mengekstrak sagu

Rujukan

2. Flach, M. and F. Rumawas, eds. (1996). Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) No. 9: Plants Yielding Non-Seed Carbohydrates. Leiden: Blackhuys.