Bahasa Jawa Muria: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
53 bita ditambahkan ,  15 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (wikify)
'''Dialek Pantai Utara Timur''' [[Jawa Tengah]] adalah sebuah dialek [[bahasa Jawa]] yang sering disebut '''dialek Muria''' karena dituturkan di wilayah sekitar kaki [[gunung Muria]], yang meliputi wilayah Jepara, Kudus, Pati, Blora, Rembang.
 
Ciri khas dialek ini adalah digunakannya akhiran -em (dengan e pepet) menggantikan akhiran -mu dalam bahasa Jawa untuk menyatakan kata ganti posesif orang kedua tunggal. Jadi kata "bukuem" berarti "bukumu", "montorem" berarti "montormumotormu", "omahem" berarti "omahmu", dan sebagainya.
 
Ciri lainnya adalah sering digunakannya partikel "eh", dengan vokal e diucapkan panjang, dalam percakapan untuk menggantikan partikel bahasa Jawa "ta". Misalnya, untuk menyatakan: "Ini bukumu, kan?", orang Muria berkata: "Iki bukuem, eh?"(Bahasa Jawa standar: "Iki bukumu, ta?"). Contoh lain :"Jangan begitu, dong!", lebih banyak diucapkan "Aja ngono, eh!" daripada "Aja ngono, ta!"
*"neker" berarti "kelereng" (Bahasa Jawa standar: setin)
*"jengen" berarti "nama" (Bahasa Jawa standar: jeneng)
*"ceblok" berarti "jatuh" (Bahasa Jawa standar: tiba)
 
[[Kategori:Bahasa Jawa]]
Pengguna anonim

Menu navigasi