Jalan Jenderal Sudirman, Padang: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
1.241 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
+ref
(+ref)
{{Multiple image|direction=vertical|align=right|image1=Kangubsumbar.jpg|image2=Gedung Bank Indonesia Padang.jpg|width1=200|width2=200|footer=Kantor Gubernur [[Sumatera Barat]] (atas) dan Kantor [[Bank Indonesia]] di [[Padang]] (bawah), contoh bangunan yang berada di sisi Jalan Sudirman}}
 
'''Jalan Jenderal Sudirman''' adalah nama salah satu [[jalan]] utama di [[Kota Padang]] yang berada di perbatasan [[Padang Timur, Padang|Kecamatan Padang Timur]] dengan [[Padang Selatan, Padang|Kecamatan Padang Selatan]]. Di sepanjangNama jalan yangini membentangdiambil dari nama salah seorang [[selatanPerwira Tinggi|perwira tinggi]] kemiliter [[utaraIndonesia]] iniyang berjejerberjuang berbagaidengan pusatmelakukan perkantoran,[[Gerilya|perlawanan baikgerilya]] kantorselama pemerintahan maupun kantor-kantor swasta, sehingga jalan ini tak pernah sepi dari lalu-lalang kendaraan dan aktivitas manusia. Pada beberapa kali penyelenggaraaanmasa [[TourRevolusi deIndonesia|revolusi Singkarakkemerdekaan]], jalan ini termasuk dalam bagian dari jalur lintasan kejuaran balap sepeda internasional tersebut, bahkan menjadi titik akhir (''finish'') padayakni [[TourSoedirman|Jenderal de Singkarak 2012Sudirman]].
 
Nama jalan ini diambil dari nama salah seorang perwira tinggi militer Indonesia yang berjuang selama masa [[Revolusi Indonesia|revolusi kemerdekaan]] dengan melakukan perlawanan gerilya, yakni [[Soedirman|Jenderal Sudirman]]. Pada awalnya, yakni pada masa [[Penjajahan Belanda|penjajahan Belanda]], jalan ini bernama Belantoengweg atau dieja Jalan Balantuang oleh masyarakat setempat. Dalam tahun-tahun berikutnya, nama jalan ini berubah menjadi Jalan Sukarno sebelum akhirnya menjadi Jalan Sudirman sampai saat sekarang. {{sfn|Yusra|2011|pp=29}}
 
Berbagai pusat perkantoran, baik kantor pemerintahan maupun kantor-kantor swasta, berjejer di sepanjang jalan yang membentang dari [[selatan]] ke [[utara]] ini, sehingga setiap harinya jalan ini tak pernah sepi dari lalu-lalang kendaraan dan aktivitas masyarakat. Setiap Minggu pagi, sebagian ruas jalan ini ditutup bagi kendaraan bermotor untuk kegiatan ''[[Hari bebas kendaraan bermotor|car free day]]''.{{sfn|Rinaldi|2012}} Pada beberapa kali penyelenggaraaan [[Tour de Singkarak]], jalan ini juga menjadi bagian dari jalur lintasan kejuaran balap sepeda tersebut, bahkan menjadi titik ''start'' dan finis pada etape terakhir [[Tour de Singkarak 2012]].{{sfn|Febrianti|2012}}
{{Transportasi-stub}}
 
== Rujukan ==
; Catatan kaki
{{reflist}}
 
; Daftar pustaka
{{refbegin|2}}
* {{cite web
| url = http://regional.kompas.com/read/2012/12/10/01472568/.Car.Free.Day.Jadi.Tempat.Gerakan.Antikorupsi
| title = "Car Free Day" Jadi Tempat Gerakan Antikorupsi
| last = Rinaldi
| first = Ingki
| work = [[Kompas (surat kabar)|Kompas]]
| date = 10 Desember 2012
| accessdate = 10 Desember 2012
| ref = {{sfnRef|Rinaldi|2012}}
}}
* {{cite web
| url = http://www.tempo.co/read/news/2012/06/04/200408212/Jelajah-Ranah-Minang-dalam-Tour-de-Singkarak
| title = Jelajah Ranah Minang dalam Tour de Singkarak
| first = Febrianti
| work = [[Tempo.co]]
| date = 4 Juni 2012
| accessdate = 10 Desember 2012
| ref = {{sfnRef|Febrianti|2012}}
}}
* {{cite book
| last = Yusra
| first = Abrar
| authorlink = Abrar Yusra
| title = Azwar Anas: Teladan dari Ranah Minang
| year = 2011
| publisher = Gramedia Pustaka Utama
| location = Jakarta
| id = ISBN 978-979-709-585-7
| ref = {{sfnRef|Yusra|2011}}
}}
{{refend}}
[[Kategori:Kota Padang]]

Menu navigasi