Surat Batak: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
312 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
== Penggunaan ==
 
Surat Batak zaman dahulu kala digunakan untuk menulis naskah-naskah Batak yang di antaranya termasuk buku dari kulit kayu yang dilipat seperti akordeon. Dalam bahasa Batak buku tersebut dinamakan ''[[pustaha]]'' atau pustaka. ''Pustaha-pustaha'' ini yang ditulis oleh seorang "guru" atau ''datu'' ([[perdukunan|dukun]]) berisikan penanggalan dan ilmu nujum.
 
Penulisan huruf surat batakBatak secara garis besar terbagi dalam dua kategori, yaitu ''ina ni surat'' dan ''anak ni surat''.
 
=== ''Ina ni surat'' ===
 
''Ina ni surat'' merupakan huruf-huruf pembentuk dasar huruf aksara Batak. Selama ini, ina ni surat yang dikenal terdiri dari: a, ha/, ka, ba, pa, na, wa, ga, ja, da, ra, ma, ta, sa, ya, nga, la, ya, nya, ca, nda, mba, i, u. Nda dan Mba adalah konsonan rangkap yang hanya ditemukan dalam variasi Batak Karo, sedangkan Nya hanya digunakan di Mandailing akan tetapi dimasukkan juga dalam alfabat Toba walaupun tidak digunakan. Aksara Ca hanya terdapat di Karo sedangkan di Angkola-Mandailing huruf Ca ditulis dengan menggunakan huruf Sa dengan sebuah tanda diakritik yang bernama tompi di atasnya.
 
{| summary="Tabel Surat Batak"
29

suntingan

Menu navigasi