Bahasa Jawa Semarang: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
2 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
k
Bot: perubahan kosmetika !
k (Bot: perubahan kosmetika !)
'''Bahasa Jawa Semarang''' adalah sebuah dialek [[bahasa Jawa]] yang dituturkan di [[Semarang]]. Dialek ini tak banyak berbeda dengan dialek di daerah [[Jawa]] lainnya. Semarang termasuk daerah pesisir Jawa bagian utara, maka tak beda dengan daerah lainnya, [[Yogyakarta]], [[Solo]], [[Boyolali]] dan [[Salatiga]]. Walau letak daerah Semarang yang heterogan dari pesisir (Pekalongan/Weleri, Kudus/Demak/Purwodadi) dan dari daerah bagian selatan/pegunungan membuat dialek yang dipakai memiliki kata ''ngoko'', ''ngoko andhap'' dan ''madya'' di Semarang ada di zaman sekarang.
 
* Frasa: "Yo ora.." (Ya tidak) dalam dialek semarang menjadi "Yo orak too ". Kata ini sudah menjadi dialek sehari-hari para penduduk Semarang.
 
* Contoh lain: " kuwi ugo" (itu juga) dalam dialek Semarang menjadi "kuwi barang" ("barang" diucapkan sampai sengau memakai huruf h "bharhang").
 
Para pemakai dialek Semarang juga senang menyingkat frase, misalnya ''Lampu abang ijo'' ([[lampu lalu lintas]]) menjadi "Bang-Jo", ''Limang rupiah'' (5 rupiah) menjadi "mang-pi", ''[[kebun binatang]]'' menjadi "Bon-bin", seratus (100) menjadi "nyatus", dan sebagainya. Namun tak semua frasa bisa disingkat, sebab tergantung kepada kesepakatan dan minat para penduduk Semarang mengenai frasa mana yang disingkat. Jadi contohnya "Taman lele" tak bisa disingkat "Tam-lel" juga Gedung Batu tak bisa menjadi "Ge-bat", dsb.
692.563

suntingan

Menu navigasi