Uang Batu Besar: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
2.256 bita ditambahkan ,  16 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (perjelas intro)
==Nilainya==
 
Setelah melakukan transaksi bisnis sehingga ''rai'' atau aunguang batu itu berpindah tangan, si pemilik baru umumnya meninggalkan batu-batu itu di tempatnya semula. Banyak yang masih berada di tempat aslinya selama puluhan tahun dan berada di tempat yang jauh dari rumah pemiliknya yang sekarang. Tidak adayang mau mencuri sebab pertama-tama harus kuat membawanya lalu cukup berani untuk melakukannya. Yang terakhir ini lebih sulit lagi karena para tetangga mengetahui setiap pemilik uang batu itu dan mereka sangat merespek hak milik orang.
 
Untuk menaksir nilai sepotong uang itu pertama-tama pastikan ukurannya, keindahan alaminya, dan mutu pahatannya. Lalu perhatikan sejarahnya, berapa umurnya, tingkat kesulitan dalam mengambang dan memahat bahkan ada nyawa yang terancam atau korban dalam proses pembuatan dan pengangkutnya atau tidak. Akhirnya status sosial orang yang terkait dalam transaksi uang itu? Uang batu ditangan seorang pemimpin lebih bernilai daripada yang dimiliki rakyat jelata.
 
Pada tahun 1960 ketika sebuah bank asing membeli sepotong uang batu yang berdiameter 1.5 meter, sejarah potongan itu menjadi terkenal ke dunia luar. Tampaknya potongan itu telah digunakan sejak tahun 1880 an. ia kembali berfungsi sebagai pembayaran bagi para pekerja pembagunan sebuah rumah. Pada kesempatan lain, potongan itu diberikan dari satu desa ke desa tetangga untuk membayar pertunjukan tarian istimewa mereka. Dan belakangan seorang pemilik rumah tersebut menukarnya dengan persediaan atap yang terbuat dari timah. Semua transaksi ini dilakukan tanpa memindahkan potongan itu dari lokasi aslinya dan tidak ada catatan tertulis yang disimpan. Kepemilikan dan sejarah uang yang satu ini telah dikenal luas di Yap.
 
==Lebih besar tidak selalu lebih baik==
 
Sewaktu ''rai'' diperkenalkan ratusan tahun yang lalu, uang batu itu masih sangat jarang dan sangat bernilai sehingga hanya pemimpin yang bisa memilikinya. Kemudian pada abad ke-19, peralatan besi dan kapal barang memungkinkan orang memahat dan memindahkan lebih banyak uang ini termasuk yang berukuran besar. Meskipun uang yang lebih baru berukuran lebih besar dibandingkan uang yang lebih lama namun uang itu kurang bernilai karena tidak dihasilkan dengan cara tradisional yang lebih sulit.
 
Pada tahun 1929 sebuah perhitungan resmi menyingkapkan bahwa ada 13.281 uang batu, jumlah yang lebih banyak dari penduduk di kepulauan itu. Tetapi itu berubah sejak [[Perang Dunia II]]. Tentara menyita banyak uang batu dan memecahkan beberapa batu untuk membangun landasan darurat dan kubu pertahanan. Hanya setengah dari cakram cakram batu yang tersisa. Kemudian para pemburu cindera mata dan kolektor pribadi membawa banyak cakram cakram batu itu. Dewasa ini pemerintah setempat menganggap uang batu itu sebagai cagar budaya dan memberikan perlindungan resmi.
 
Penduduk Yap masih meninggalkan uang mereka dipinggir jalan untuk dilihat semua orang.
1.850

suntingan

Menu navigasi