Lompat ke isi

Tondano (kota): Perbedaan antara revisi

1.503 bita ditambahkan ,  6 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Suntingan Sulutnibarh (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Herryz)
Tag: Pengembalian Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Tidak ada ringkasan suntingan
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Dorpsgezicht te Tondano noord-Celebes. TMnr 60008303.jpg|jmpl|Desa Tondano tahun 1900-1920]]
'''Kota Tondano''' adalah [[ibu kota]] dari kabupaten [[Kabupaten Minahasa|Minahasa]], provinsi [[Sulawesi Utara]], [[Indonesia]]. Kota Tondano meliputi 4 [[kecamatan]] yang berada disekitaran [[Danau Tondano]]. Kota ini terletak di tol sejauh 35 km ke arah Selatan melewat kota [[Kota Tomohon|Tomohon]], arah Timur via kecamatan Tombulu, dan arah [[Universitas Negeri Manado]] (UNIMA), tepatnya di kampus UNIMA Tonsaru [[Tondano Selatan, Minahasa|Tondano Selatan]]. Tondano merupakan kota kelahiran Pahlawan Nasional, Doktor [[Sam Ratulangi]], yang juga merupakan gubernur [[Sulawesi]] yang pertama. Kata "tondano" dalam bahasa [[Bahasa Minahasa|Minahasa]] disebut ''toulour'' yang artinya "orang air", ''tou'' berarti orang, ''lour'' berarti hamparan air.
 
== Etimologi ==
Kata Tondano merupakan gabungan kata ''Tou'' dalam [[bahasa Tombulu]] yang memiliki arti orang dan ''Rano'' yang artinya air. BIla mengacu dari kedua kata ini, maka Tondano memiliki makna sebagai masyarakat atau penduduk yang tinggal disekitar air yang masyrakatnya saat itu memang tinggal di sekitar [[Danau Tondano]] yang juga diperkirakan mendapatkan namanya dari istilah ini.<ref>{{Cite book|last=Wenas|first=Jessy|date=2007|url=https://books.google.co.id/books?id=9rZxAAAAMAAJ&pg=PA73&lpg=PA73&dq=kepala+walak&source=bl&ots=tT6Hht5YEa&sig=ACfU3U0WSjk2Uyz1aQYL4OIX0Aw9F9tAyA&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwjsg6SW3K71AhVNTmwGHcBFCBMQ6AF6BAgOEAM#v=onepage&q=walak%20tondano&f=false|title=Sejarah dan kebudayaan Minahasa|location=Jakarta|publisher=Institut Seni Budaya Sulawesi Utara|pages=15|language=id|url-status=live}}</ref>
 
== Sejarah ==
 
=== Masa sebelum pendudukan Belanda ===
Wilayah Tondano pada abad 1800-an terbagi menjadi dua [[walak]], yaitu Tondano Toulimambot dan Tondano-Touliang yang akhirnya baru disatukan pada tanggal 20 Agustus 1809 dengan Jacob Supit yang bertugas sebagai kepala walak untuk meredam pertengkaran masyarakat Tondano saat itu.<ref>{{Cite journal|last=Marzuki|first=Irfanuddin Wahid|date=1 Juli 2019|title=Tondano Masa Kolonial: Kota Kolonial Berwajah Tradisional|url=https://jurnaltumotowa.kemdikbud.go.id/index.php/tumotowa/article/view/27|journal=Tumotowa|language=id|volume=2|issue=1|pages=13–22|doi=10.24832/tmt.v2i1.27|issn=2722-7693}}</ref>
 
== Demografi ==
 
=== Penduduk ===
Kota Tondano memiliki luas wilayah 81,00 km<sup>2</sup>, dan pada tahun [[2020]] memiliki jumlah penduduk sebanyak 67.235 jiwa, dimana [[laki-laki]] sebanyak 34.074 jiwa dan [[perempuan]] 33.161 jiwa, dengan kepadatan penduduk 830,06 jiwa/km<sup>2</sup>.<ref name="DUKCAPIL"/>
2.098

suntingan