Lompat ke isi

Virus dalam sejarah manusia: Perbedaan antara revisi

Pada tahun 1957, galur baru virus influenza muncul dan menyebabkan pandemi [[Influenzavirus A subtipe H2N2|flu Asia]]. Meskipun virus ini tidak [[Virulensi|seganas]] galur pada tahun 1918, lebih dari satu juta orang meninggal di seluruh dunia. Pandemi berikutnya terjadi karena [[flu Hong Kong]] yang muncul pada tahun 1968 oleh galur baru yang menggantikan galur virus pada tahun 1957.{{sfn|Mahy (b)|2009|p=174}} Pandemi tahun 1968 tidak separah yang lainnya dan hanya menyerang individu dengan usia lanjut. Namun, 33.800 jiwa meninggal karenanya di Amerika Serikat.{{sfn|Shors|2013|p=432}} Galur baru virus influenza sering muncul di Asia Timur. Hal ini diduga karena di sana bebek, babi, dan manusia memiliki populasi yang paling padat dan hidup berdekatan.{{sfn|Crawford|2000|p=95}}
 
Pandemi yang paling baru [[Pandemi flu 2009|terjadi pada tahun 2009]], tetapi tidak satu pun dari tiga pandemi flu terakhir yang menimbulkanmembawa dampak sebesar pandemi 1918. Hal-hal yang menyebabkan galur virus influenza yang muncul pada saat itu mengakibatkanmenimbulkan dampak yang demikian berat masih belum diketahui pasti.{{sfn|Karlen|1996|p=144}}
 
=== Arbovirus penyebab demam kuning, DBD, dan lainnya ===
[[File:Aedes aegypti bloodfeeding CDC Gathany.jpg|thumb|''[[Aedes aegypti]]'' menghisap darah manusia]]
[[Arbovirus]] adalah jeniskelompok virus yang ditularkan ke manusia dan vertebrata melalui serangga penghisappengisap darah. Virus-virus ini sangat beragam. Istilah "arbovirus" berasal dari "''arthropod-borne virus''" ("virus yang dibawa oleh artropoda"). Penggolongan virus-virus ini sebagai arbovirus tidak termasuk dalambukanlah penggolongan [[Taksonomi (biologi)|taksonomi]] resmi.<ref name="pmid16568903">{{Cite journal|last=Weaver|first=S. C.|date=2006|title=Evolutionary influences in arboviral disease|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16568903|journal=Current Topics in Microbiology and Immunology|volume=299|pages=285–314|doi=10.1007/3-540-26397-7_10|issn=0070-217X|pmc=7120121|pmid=16568903}}</ref> Ada lebih dari lima ratus spesies arbovirus. Namun, pada tahun 1930 didapati bahwa hanya tiga di antaranya yang menyebabkan penyakit pada manusia:, yakni [[Demam kuning|virus demam kuning]], [[virus dengue]], dan [[Demam Pappataci|virus demam Pappataci]].{{sfn|Levins|Wilson|1994|p=138}} Sekarang, didapati bahwa lebih dari 100 spesies arbovirus meenyebabkan penyakit pada manusia, di antaranya adalah [[ensefalitis]].{{sfn|Mahy (b)|2009|p=24}}
 
Demam kuning adalah penyakit yang paling terkenal, disebabkan oleh flavivirus.{{sfn|Chakraborty|2008|p=38}} Epidemi besar demam kuning yang terakhir di Amerika Serikat terjadi pada tahun 1905.<ref name="pmid1604377">{{Cite journal|last=Patterson|first=K. D.|date=1992-04|title=Yellow fever epidemics and mortality in the United States, 1693-1905|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1604377|journal=Social Science & Medicine (1982)|volume=34|issue=8|pages=855–865|doi=10.1016/0277-9536(92)90255-o|issn=0277-9536|pmid=1604377}}</ref> Selama pembangunan [[Terusan Panama]], ribuan pekerja meninggal karenanya.<ref name="pmid4576836">{{Cite journal|last=Ziperman|first=H. H.|date=1973-07|title=A medical history of the Panama Canal|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/4576836|journal=Surgery, Gynecology & Obstetrics|volume=137|issue=1|pages=104–114|issn=0039-6087|pmid=4576836}}</ref> Demam kuning berasal dari Afrika. Virus penyebabnya dibawa ke Amerika dengan adanya kapal kargo yang menjadi penampungan nyamuk ''Aedes aegyti'', pembawa flavivirus. Epidemi yang pertama tercatat terjadi di Afrika, khususnya Ghana, Afrika Barat pada tahun 1926.{{sfn|Dobson|2008|p=148}} Pada 1930an, penyakit tersebut kembali muncul di Brasil. [[Fred Soper]], seorang [[epidemiolog]] Amerika Serikat (1893–1977), menemukan pengaruh [[siklus silvatik]] dari infeksi dalam inang non-manusia, dan infeksi manusia adalah "jalan buntu" yang memutus siklus tersebut.<ref name="pmid7809386">{{cite journal |vauthors=Ansari MZ, Shope RE |title=Epidemiology of arboviral infections |journal=Public Health Reviews |volume=22 |issue=1–2 |pages=1–26 |year=1994 |pmid=7809386}}</ref> Meskipun vaksin demam kuning adalah salah satu vaksin paling sukses yang pernah dikembangkan,<ref name="pmid19520559">{{cite journal |vauthors=Barrett AD, Teuwen DE |title=Yellow fever vaccine – how does it work and why do rare cases of serious adverse events take place? |journal=Current Opinion in Immunology |year=2009 |volume=21 |issue=3 |pages=308–313 |pmid=19520559 |doi=10.1016/j.coi.2009.05.018}}</ref> epidemi masih terjadi. Pada 1986–91 di Afrika Barat, lebih dari 20.000&nbsp;orang terinfeksi, 4.000 orang diantaranya meninggal dunia.<ref name="pmid2054923">{{cite journal |author=Cordellier R |title=[The epidemiology of yellow fever in Western Africa] |language=fr |journal=Bulletin of the World Health Organization |volume=69 |issue=1 |pages=73–84 |year=1991 |pmid=2054923 |pmc=2393223}}</ref>
17.308

suntingan