Lompat ke isi

Abikoesno Tjokrosoejoso: Perbedaan antara revisi

88 bita ditambahkan ,  10 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
|predecessor2 = Tidak ada, jabatan baru
|successor2 = [[Martinus Putuhena]]
|birth_date = {{birth date|1897|06|15}}<ref name="Madiun"/>
|birth_place = [[Dolopo, Madiun|Dolopo]], [[Keresidenan Madiun]], [[Hindia Belanda]]
|death_date = {{death date and age|1968|11|11|1897|06|15}}
|death_place =[[Kota Surabaya]], [[Jawa Timur]], Indonesia
|honorific_prefix=[[Raden Mas|R.M.]]}}
 
[[Raden Mas|R.M.]] '''Abikoesno Tjokrosoejoso''' (juga dieja '''Abikusno Cokrosuyoso''', {{Lahirmati|[[Dolopo, Madiun|Dolopo]], [[Kabupaten Madiun|Madiun]]|15|06|1897|[[Kota Surabaya]]|11|11|1968}}<ref name="Madiun">{{Cite book|date=1990|url=https://www.google.co.id/books/edition/45_tahun_Departemen_Pekerjaan_Umum/Wao7AAAAMAAJ?hl=id&gbpv=1&dq=abikusno&pg=PA11&printsec=frontcover|title=45 Tahun Departemen Pekerjaan Umum|location=Jakarta|publisher=Departemen Pekerjaan Umum|pages=11|url-status=live}}</ref><ref>{{Cite web|date=2021-06-19|title=Abikoesno Tjokrosoejoso: Putra Madiun, Sang Penggagas Sumpah Presiden|url=https://www.lensaindonesia.com/2021/06/19/abikoesno-tjokrosoejoso-putra-madiun-sang-penggagas-sumpah-presiden.html|website=LensaIndonesia.com|language=en-US|access-date=2021-08-16}}</ref>) adalah salah satu Bapak Pendiri Kemerdekaan Indonesia dan penandatangan konstitusi. Ia merupakan anggota [[Panitia Sembilan]] yang merancang pembukaan [[UUD 1945]] (dikenal sebagai [[Piagam Jakarta]]). Setelah kemerdekaan, ia menjabat sebagai [[Menteri Perhubungan]] dalam [[Kabinet Presidensial]] pertama [[Soekarno]] dan juga menjadi penasihat Biro Pekerjaan Umum.
 
Kakak Tjokrosoejoso adalah [[Oemar Said Tjokroaminoto]], pemimpin pertama [[Sarekat Islam]]. Setelah kematian saudaranya pada 17 Desember 1934, Abikoesno mewarisi jabatan sebagai pemimpin [[Partai Sarekat Islam Indonesia]] (PSII). Bersama dengan [[Mohammad Husni Thamrin]], dan [[Amir Sjarifoeddin]], Tjokrosoejoso membentuk [[Gabungan Politik Indonesia]], sebuah front persatuan yang terdiri dari semua partai politik, kelompok, dan organisasi sosial yang menganjurkan kemerdekaan negara itu. Mereka menawarkan dukungan penuh kepada otoritas pemerintahan kolonial Belanda dalam hal pertahanan untuk melawan Jepang jika mereka diberikan hak untuk mendirikan parlemen di bawah kekuasaan [[Daftar Penguasa Belanda|Ratu Belanda]]. Belanda menolak tawaran tersebut.
66.915

suntingan