Lompat ke isi

Kakiceran: Perbedaan antara revisi

100 bita dihapus ,  10 bulan yang lalu
Dikembalikan ke revisi 18569895 oleh HsfBot (bicara) (TW)
(→‎Tradisi Kakiceran: Perbaikan pengetikan)
Tag: Dikembalikan Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(Dikembalikan ke revisi 18569895 oleh HsfBot (bicara) (TW))
Tag: Pembatalan
'''Kakiceran''' merupakan karya budaya dari [[Melayu]]Provinsi yang secara turun temurun dilakukan oleh sebagian masyarakat [[KruiLampung]]. Budaya Kakiceran ini ajangdimana berkumpulnya [[Bujang]]muda [[Gadis]]mudi dalam rangka silaturahmi merayakan idul fitri dengan melaksanakan festival tari antar ''pekon'' (desa).<ref>{{Cite web|url=http://duajurai.co/2017/07/05/kakiceran-tradisi-syawalan-khas-pesisir-barat-lampung-1/|title=Kakiceran, Tradisi Syawalan Khas Pesisir Barat Lampung (1)|date=2017-07-05|website=duajurai.co|language=id-ID|access-date=2020-04-22}}</ref> Kakiceran hanya terdapat di wilayah Pugung yang memiliki dua kecamatan yakni Pesisir Utara dan Lemong. Kakiceran mendomainistik pada adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan-perayaan.<ref>{{Cite book|title=Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2018|last=|first=|date=2018|publisher=Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan|isbn=|location=Jakarta|pages=64|url-status=live}}</ref>
 
== Sejarah ==
Menurut terminologi bahasa daerah [[Krui]]Lampung, ''kicer'' artinya suara yang berisik yang disebabkan suara tetabuhan rebana. Menurut tokoh setempat Kakiceran berdiri pada tahun 1800-an yang mulanya sebagai tempat berkumpul dan menari serta perkumpulan tokoh-tokoh untuk menyusun strategi perang.Kakiceran berkembang sebagai kegiatan silaturahmi muda mudi dalam festival tari merayakan hari besar umat muslim (Idul Fitri).
 
[[Kakiceran]] berkembang sebagai kegiatan silaturahmi muda mudi [[Bujang]] [[Gadis]] dalam festival tari merayakan hari besar umat muslim (Idul Fitri).
 
== Tradisi Kakiceran ==
Proses tradisi ini melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penutupan acara. Tahap perencanaan kakiceran dilakukan pada malam 10 [[Ramadan]] atau tepatnya H-20 sebelum hari raya [[Idulfitri|Idul Fitri]]. Pada tahap ini, ketua bujang dari masing-masing pekon akan berkumpul di lamban gedung untuk mengadakan himpun marga, dimana perkumpulan dari para ketua bujang marga yakni membahas pelaksanaan kakiceran.<ref>{{Cite news|url=https://www.lampung.co/berita/tradisi-kakiceran-dan-ngunduh-damar-diusulkan-jadi-warisan-nasional/|title=Tradisi Kakiceran dan Ngunduh Damar Diusulkan Jadi Warisan Nasional|last=Ediyansyah|first=Rodi|date=23 agustus 2019|work=Siber Lampung.co|access-date=18 januari 2020}}</ref>
 
Pada hari Idulfitri, tradisi kakiceran dilaksanakan. Kakicerran diikuti penari yang mewakili setiap ''pekon'' atau desa dari tiga marga adat, yaitu Pugung Malaya, Pugung Penengahan, dan Pugung Tampak atau Pugung Krui. Umumnya, penari pada tradisi [[Kakiceran]]kakiceran adalah anak perempuan.<ref>{{Cite web|url=https://lampungpro.co/post/5048/warisan-budaya-kakiceran-tradisi-syawalan-khas-pesisir-barat-lampung|title=Warisan Budaya, Kakiceran Tradisi Syawalan Khas Pesisir Barat Lampung|website=Lampungpro.com|language=en|access-date=2020-04-22}}</ref>
 
== Referensi ==