Perlindungan data: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
23 bita dihapus ,  5 bulan yang lalu
 
= Kesadaran Keamanan Data =
               Dari penelitian yang dilakukan, Robbi Akramana, Candiwan, dan Yudi Priyadi<ref>{{Cite journal|last=Akraman|first=Robbi|last2=Candiwan|first2=Candiwan|last3=Priyadi|first3=Yudi|date=2018-10-24|title=Pengukuran Kesadaran Keamanan Informasi Dan Privasi Pada Pengguna Smartphone Android Di Indonesia|url=http://dx.doi.org/10.21456/vol8iss2pp115-122|journal=JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS|volume=8|issue=2|pages=115|doi=10.21456/vol8iss2pp115-122|issn=2502-2377}}</ref> menyatakan bahwa tingkat kesadaran keamanan informasi dan privasi pengguna ''[[Ponsel cerdas|smartphone]]'' di Indonesia ada berada pada kriteria rata-rata. Pengetahuan di sekolah adalah elemen utama dalam mengedukasi user tentang kesadaran keamanan. Hal itu dikarenakan bidang ilmu kesadaran keamanan sangat berhubungan erat dengan faktor manusia dalam keamanan asset informasi. Pejabat di Innovation Center merupakan penanggungjawab utama dalam proses pengadaan bimbingan teknis terkait kesadaran keamanan kepada karyawan, selain itu divisi ini juga memiliki kewajiban dalam mempersiapkan penerapan elemen keamanan di dalam sistem informasi perusahaan<ref name=":1">{{Cite journal|last=Destya|first=Senie|date=2020-07-31|title=Pengukuran Tingkat Kesadaran Keamanan Informasi Berdasarkan Behavior Dan Offence Scale|url=http://dx.doi.org/10.24114/cess.v5i2.18206|journal=CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science)|volume=5|issue=2|pages=236|doi=10.24114/cess.v5i2.18206|issn=2502-714X}}</ref>. Selain itu kontrol keamanan teknis, ''control'' ''procedural'' dan administrasi di tingkat manajemen juga menjadi cara utama dalam menghindari serangan kepada pengguna<ref>{{Cite journal|last=Visser|first=Arnoud|date=2011|title=Thirtieth Annual Erasmus Birthday Lecture: Erasmus, the Church Fathers and the Ideological Implications of Philology|url=http://dx.doi.org/10.1163/027628511x597999|journal=Erasmus of Rotterdam Society Yearbook|volume=31|issue=1|pages=7–31|doi=10.1163/027628511x597999|issn=0276-2854}}</ref>. Peranan karyawan, manajer, dan personal IT dalam menggunakan sistem perusahaan adalah kunci sukses dalam mengamankan data penting perusahaan. ''[[Kejahatan dunia maya|Cybercrime]]'' yang terjadi saat ini memiliki tiga model yang sering terjadi, pertama adalah penyerangan terhadap lini jaringan. Kedua adalah serangan terhadap ''hardware'' dan ''software''. Model yang terakhir adalah penyerangan terhadap ''user''. Dari ketiga model tersebut, serangan ketiga adalah model yang paling mudah dilakukan oleh ''hacker'', hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan ''pengguna'' terhadap keamanan data. Kelalaian dan kurangnya ketelitian ''pengguna'' dalam memberikan informasi menjadi celah utama terjadinya ''[[cybercrime]]'' pada data sebuah organisasi<ref name=":1" />.
 
Menurut Mukhlis Amin <ref>{{Cite journal|last=Amin|first=Mukhlis|date=2014|title=PENGUKURAN TINGKAT KESADARAN KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN MULTIPLE CRITERIA DECISION ANALYSIS (MCDA)|journal=Jurnal Penelitian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika|volume=5|issue=1|pages=12-24}}</ref>, kesadaran terhadap keamanan data atau informasi perlu terus ditingkatkan karena keamanan informasi bukan hanya persoalan teknikal saja, namun konstribusi kelalaian manusia juga berpengaruh dalam kerentanan keamanan data. Pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan informasi guna untuk menghindari resiko kerugian seperti kebocoran informasi, penyalahgunaan data pribadi, pemalsuan identitas, dan hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian terhadap pengakses layanan publik. Langkah dasar untuk menjaga privasi dan keamanan data pribadi<ref>{{Cite web|last=Batmetan|first=John Reimon|date=2018-06-17|title=Tingkat Kesadaran Privasi Atas Masalah Keamanan Informasi (Lack Of Security Awareness)|url=http://dx.doi.org/10.31219/osf.io/cahzr|website=dx.doi.org|access-date=2021-06-13}}</ref> :
303

suntingan

Menu navigasi