Polusi suara: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
741 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
Penambahan sumber kebisingan
k (replaced: kasat mata → kasatmata (2))
(Penambahan sumber kebisingan)
 
Pencemaran suara ini sebenarnya dapat ditanggulangi apabila setiap manusia yang hidup di dunia sadar akan pentingnya kesehatan dan kelestarian lingkungan. Mungkin pencemaran suara dampaknya tidak terlihat secara kasatmata, namun dampaknya dapat di rasakan langsung oleh organ tubuh. Untuk menanggulangi pencemaran suara tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu misalnya apabila ingin membangun suatu bandara di dalam suatu negara, pemerintah harus dapat memperhitungkan dampak dari pembangunan bandara tersebut. Pembangunan bandara dapat di dilakukan di daerah yang jarang pemukiman penduduk agar tidak mengganggu penduduk yang tinggal disekitar bandara dan bagi seorang pengusaha yang ingin membangun suatu pabrik, agar dapat membangun pabrik mereka di wilayah yang memang benar – benar hanya untuk kawasan industri. Selain pencemaran suara yang ditimbulkan oleh suatu pabrik ada pencemaran lainnya yang dapat ditimbulkan, yaitu pencemaran udara dan lingkungan dari limbah pabrik tersebut. Maka dari itu agar lingkungan dan bumi kita tetap terlindung dari pencemaran, manusia harus sangat memperhatikan lingkungan dan kesehatan. Cara lain yang dapat dilakukan oleh manusia agar lingkungan tetap sehat adalah dengan menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan dan melakukan penghijauan khususnya untuk di kota – kota yang padat akan penduduk dan kegiatan industri. Selain itu, pembangunan bangunan peredam kebisingan dan meminimalisasi penggunaan kendaraan bermotor dapat membantu menanggulangi pencemaran suara agar pencemaran suara dapat berkurang dan semua makhluk hidup yang hidup di dunia dapat hidup dengan sehat.
 
== Sumber Kebisingan ==
Berdasar asal sumber suara, maka kebisingan dapat dibagi menjadi 3 macam<ref>{{Cite book|last=Wardhana|first=Wisnu Arya|date=1995|url=|title=Dampak Pencemaran Lingkungan|location=Yogyakarta|publisher=Andi|isbn=|pages=|url-status=live}}</ref> :
 
# Kebisingan impulsif, dimana sumber suara datang secara terus-menerus namun terpotong-potong. Sebagai contoh suara palu yang dipukulkan.
# Kebisingan kontinyu, yaitu sumber suara yang ada terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Contohnya adalah suara mesin yang dihidupkan secara konstan.
# Kebisingan semi kontinyu, dimana suara yang berasal datang hanya sekejap, hilang, lalu memiliki kemungkinan datang lagi. Contohnya adlaah suara kendaraan yang melintas.
 
== Pengukuran ==
[[Berkas:Schallpegelmesser RS 104.jpg|jmpl|160px|ka|alat pengukur tingkat suara ''sound level meter'']]
 
Pengukuran tingkat polusi suara dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu cara sederhana dan cara langsung. Cara sederhana dilakukan dengan sebuah ''sound level meter'' (SPL) biasa diukur tingkat [[tekanan bunyi]] dB(A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran. Pembacaan dilakukan setiap lima detik. Cara langsung dilakukan dengan sebuah ''integrating sound level meter'' yang mempunyai fasilitas pengukuran LTM5, yaitu Leq dengan waktu ukur setiap 5 detik, dilakukan pengukuran selama 10 (sepuluh) menit.
 
Secara langsung, polusi suara seperti ini dapat menyebabkan ke[[tuli]]an secara fisik dan [[tekanan psikologis]]. Lebih jauh, tekanan psikis akan menyebabkan penyakit-penyakit lainnya muncul pada manusia.
100

suntingan

Menu navigasi