Cum Jam Lustri: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Ridwanong (bicara | kontrib)
←Membuat halaman berisi ''''Cum Jam Lustri''' (1 September 1951) adalah sebuah surat apostolik Paus Pius XII kepada para uskup "dan orang-orang gagah berani" Polandia mengenai kesengsaraa...'
 
Ridwanong (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Cum Jam Lustri''' (1 September 1951) adalah sebuah surat apostolik [[Paus Pius XII]] kepada para uskup "dan orang-orang gagah berani" [[Polandia]] mengenai kesengsaraan mereka selama penindasan kaum Stalinis.<ref>AAS 1951, 775</ref> Ia memohon akan doa kepada Sang Perawan Maria karena Ia tidak akan menolak untuk membantu bangsa Polandia yang telah mempersembahkan diri mereka demi perlindungan-Nya.
'''Cum Jam Lustri''' (1 September 1951) adalah sebuah surat apostolik [[Paus Pius XII]] kepada para uskup "dan orang-orang gagah berani" [[Polandia]] mengenai kesengsaraan mereka selama penindasan kaum Stalinis.<ref>AAS 1951, 775</ref> Ia memohon akan doa kepada Sang Perawan Maria karena Ia tidak akan menolak untuk membantu bangsa Polandia yang telah mempersembahkan diri mereka demi perlindungan-Nya.
<!--
The letter expresses Papal condolences to the death of [[Cardinal (Catholicism)|Cardinal]] [[August Hlond]] of [[Warsaw]] , who formed the face of the resurrected Poland and sacrificed his life for his country, the Church and the Representative of Christ.<ref> AAS 1951, 775</ref> The Pope also mourns the death [[Adam Stefan Cardinal Sapieha]] of [[Krakow]], who provided strong, courageous leadership during the terrible years of German occupation. Strengthening his fatherland and the Church, he was never timid despite all the persecutions. He took care of his people. Sapieha was like a firmly rooted tree, growing next to a river, his very existence an encouragement not only for Poland but for all of Christianity.
<ref>AAS 1951, 775</ref>


Surat ini menyampaikan pernyataan duka cita Sri Paus terhadap wafatnya Kardinal [[Warsawa]] August Hlond, yang membentuk wajah Polandia yang bangkit dan mengorbankan hidupnya demi negaranya, Gereja dan Wakil Kristus di dunia.<ref> AAS 1951, 775</ref> Sri Paus juga berduka cita akan wafatnya [[Adam Stefan Cardinal Sapieha]], Kardinal [[Krakow]], yang menampilkan kepemimpinan yang kuat dan berani selama masa-masa pahit pendudukan Jerman. Ia merawat bangsanya. Sapieha bagaikan pohon yang berakar kuat, yang tumbuh di tepi sungai. Keberadaannya adalah sebuah dorongan yang positif tidak hanya bagi Polandia namun juga bagi semua pihak dalam Kristiani.<ref>AAS 1951, 775</ref>

Knowing how much Poland adores the Blessed Mother, the Pope expresses his sadness that so many Polish bishops were not allowed to be in Rome during the proclamation of the [[Dogma of the Assumption]], November 1,[[ 1950]]. He is so much aware, that no other country has such an ardent love for the mother of the Lord. She will not deny her help to the Polish people, who dedicated themselves to her protection. He prays for her miraculous assistance and reminds, that Polish soldiers fought near the [[Basilica della Santa Casa]] in Loreto to save her house during he war. Polish soldiers also celebrated a Holy Mass in her honour, in smouldering ruins after the battle of [[Monte Cassino]]<ref> AAS 1951, 775</ref> The struggle continues. But, [[Pope Pius XII]] is sure, the [[Virgin Mary]] will help, as the high minded Polish people continue to trust in her and confidently hope for a better future.
Karena tahu bagaimana [[Polandia]] sangat mencintai Sang Bunda Suci, Sri Paus menyatakan kesedihannya bahwa banyak uskup Polandia tidak diperkenankan untuk hadir di Roma selama pengumuman dogma [[Maria Diangkat ke Surga]] pada tanggal 1 November 1950. Ia juga sangat sadar bahwa tidak ada negara lain yang memiliki cinta yang sangat mendalam bagi Bunda Allah dibandingkan Polandia. Sang Bunda tidak akan menolak memberikan bantuannya kepada bangsa Polandia yang telah mempersembahkan diri mereka demi perlindungan-Nya. Sri Paus berdoa untuk hadirnya bantuan ajaib-Nya dan mengingatkan bahwa adalah tentara-tentara Polandia yang bertempur di dekat [[Basilika della Santa Casa]] di Loreto untuk menyelamatkan rumah-Nya selama perang. Para tentara Polandia juga merayakan Misa Suci demi kehormatan-Nya, di reruntuhan yang masih terbakar setelah pertemputan Monte Cassino<ref> AAS 1951, 775</ref>. Perjuangan terus berlanjut. Tapi [[Paus Pius XII]] yakin bahwa Sang Perawan Suci Maria akan membantu selama bangsa Polandia yang berhati mulia terus percaya kepada-Nya dan secara yakin berharap akan masa depan yang lebih baik.
-->


==Pranala==
==Pranala==

Revisi per 26 September 2008 07.16

Cum Jam Lustri (1 September 1951) adalah sebuah surat apostolik Paus Pius XII kepada para uskup "dan orang-orang gagah berani" Polandia mengenai kesengsaraan mereka selama penindasan kaum Stalinis.[1] Ia memohon akan doa kepada Sang Perawan Maria karena Ia tidak akan menolak untuk membantu bangsa Polandia yang telah mempersembahkan diri mereka demi perlindungan-Nya.

Surat ini menyampaikan pernyataan duka cita Sri Paus terhadap wafatnya Kardinal Warsawa August Hlond, yang membentuk wajah Polandia yang bangkit dan mengorbankan hidupnya demi negaranya, Gereja dan Wakil Kristus di dunia.[2] Sri Paus juga berduka cita akan wafatnya Adam Stefan Cardinal Sapieha, Kardinal Krakow, yang menampilkan kepemimpinan yang kuat dan berani selama masa-masa pahit pendudukan Jerman. Ia merawat bangsanya. Sapieha bagaikan pohon yang berakar kuat, yang tumbuh di tepi sungai. Keberadaannya adalah sebuah dorongan yang positif tidak hanya bagi Polandia namun juga bagi semua pihak dalam Kristiani.[3]

Karena tahu bagaimana Polandia sangat mencintai Sang Bunda Suci, Sri Paus menyatakan kesedihannya bahwa banyak uskup Polandia tidak diperkenankan untuk hadir di Roma selama pengumuman dogma Maria Diangkat ke Surga pada tanggal 1 November 1950. Ia juga sangat sadar bahwa tidak ada negara lain yang memiliki cinta yang sangat mendalam bagi Bunda Allah dibandingkan Polandia. Sang Bunda tidak akan menolak memberikan bantuannya kepada bangsa Polandia yang telah mempersembahkan diri mereka demi perlindungan-Nya. Sri Paus berdoa untuk hadirnya bantuan ajaib-Nya dan mengingatkan bahwa adalah tentara-tentara Polandia yang bertempur di dekat Basilika della Santa Casa di Loreto untuk menyelamatkan rumah-Nya selama perang. Para tentara Polandia juga merayakan Misa Suci demi kehormatan-Nya, di reruntuhan yang masih terbakar setelah pertemputan Monte Cassino[4]. Perjuangan terus berlanjut. Tapi Paus Pius XII yakin bahwa Sang Perawan Suci Maria akan membantu selama bangsa Polandia yang berhati mulia terus percaya kepada-Nya dan secara yakin berharap akan masa depan yang lebih baik.

Pranala

Acta Apostolicae Sedis, Roma, Vaticano, 1939,1951

Referensi

  1. ^ AAS 1951, 775
  2. ^ AAS 1951, 775
  3. ^ AAS 1951, 775
  4. ^ AAS 1951, 775