Stasiun Demak: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
28 bita dihapus ,  10 bulan yang lalu
Membalikkan revisi 17070862 oleh Fido Cahya (bicara)
(→‎Bangunan dan tata letak: Revisi per koran De Locomotief)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
(Membalikkan revisi 17070862 oleh Fido Cahya (bicara))
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Pembatalan Suntingan seluler lanjutan
Bangunan stasiun ini menggunakan [[Arsitektur Hindia Baru|arsitektur bergaya Hindia Baru (Nieuwe Indische Bouwstijl)]] dengan atap yang diekspos sedemikian rupa sehingga menambah artistik bangunan. Sebagai stasiun besar, aktivitas pengangkutan barang dan penumpang di Kota Demak dipusatkan di stasiun ini.
 
Berdasarkan cetak biru di zaman Belanda, dahulunya Stasiun Demak memiliki 7 jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah Semarang, jalur 3 sebagai sepur lurus arahmaupun Kudus, jalur 43 sebagai sepur lurus percabangan menuju Purwodadi, 1 peron sisi, dan 3 peron pulau. Dari jalur 1 terdapat sebuah sepur belok untuk bongkar muat barang dan sebuah sepur badug menuju gudang. Stasiun ini dilengkapi dengan atap ''overkapping'' yang memayungi 3 peron pulau, depot lokomotif, menara air dan sebuah gudang. Atap ''overkapping'' stasiun ini memiliki panjang 120 meter dan tinggi 7,5 meter.<ref name=":de locomotief/>
 
Saat ini atap ''overkapping'' yang memayungi jalur dan peron sudah hilang. Bangunan gudang juga sudah dimanfaatkan sebagai kios. Bangunan depot lokomotif yang berada di sebelah barat emplasemen juga sudah hilang.
4.145

suntingan

Menu navigasi