Senyawa ionik: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
4 bita ditambahkan ,  8 bulan yang lalu
k
bentuk baku
k (namun (di tengah kalimat) → tetapi)
k (bentuk baku)
 
=== Titik lebur dan titik didih ===
Gaya elektrostatik antar partikel adalah yang terkuat saat muatannya tinggi, dan jarak antar inti ion kecil. Dalam kasus tersebut, senyawa umumnya memiliki [[titik leleh]] dan [[titik didih]] yang sangat tinggi dan [[tekanan uap]] rendah.{{sfn|McQuarrie|Rock|1991|p = 503}} Tren titik lebur bisa dijelaskan dengan lebih baik bila struktur dan rasio ukuran ion diperhitungkan.<ref>{{Cite journal|title = The Influence of Relative Ionic Sizes on the Properties of Ionic Compounds|url = https://dx.doi.org/10.1021/ja01391a014|journal = Journal of the American Chemical Society|date = 1928-04-01|issn = 0002-7863|pages = 1036–1045|volume = 50|issue = 4|doi = 10.1021/ja01391a014|first = Linus|last = Pauling}}</ref> Di atas titik leburnya, padatan ionik meleleh dan menjadi {{Ill|garam cair|en|Molten salt}} (walaupun beberapa senyawa ionik seperti [[aluminium klorida]] dan [[besi(III) klorida]] menunjukkan struktur seperti molekul dalam fase cairnya).<ref>{{cite book|last1=Tosi|first1=M. P.|editor1-last=Gaune-Escard|editor1-first=Marcelle|title=Molten Salts: From Fundamentals to Applications|date=2002|publisher=Springer Netherlands|location=Dordrecht|isbn=978-94-010-0458-9|page=1|url=https://books.google.com/books?id=ft9sCQAAQBAJ&lpg=PA11&pg=PA1#v=onepage}}</ref> [[Senyawa anorganik]] dengan ion sederhana biasanya memiliki ion kecil, dan dengan demikian memiliki titik lebur yang tinggi, begitu juga padatannya pada suhu kamar. Bagaimanapun, beberapa zat dengan ion yang lebih besar, memiliki titik leleh di bawah atau mendekati suhu kamar (sering didefinisikan sampai dengan 100&nbsp;°C), dan disebut [[cairan ionik]].{{sfn|Freemantle|2009|p=1}} Ion dalam cairan ionik seringkalisering kali memiliki distribusi muatan yang tidak rata, atau [[substituen]] besar seperti rantai hidrokarbon, yang juga berperan dalam menentukan kekuatan interaksi dan kecenderungan untuk meleleh.{{sfn|Freemantle|2009|pages=3–4}}
 
Bahkan ketika struktur lokal dan ikatan padatan ionik cukup terganggu untuk melelehkannya, masih ada gaya tarik elektrostatik jarak jauh yang kuat yang menahan cairan bersama-sama dan mencegah ion mendidih untuk membentuk fasa gas.<ref name=":1">{{Cite journal|title = On the Critical Temperature, Normal Boiling Point, and Vapor Pressure of Ionic Liquids|url = https://dx.doi.org/10.1021/jp050430h|journal = The Journal of Physical Chemistry B|date = 2005-04-01|issn = 1520-6106|pages = 6040–6043|volume = 109|issue = 13|doi = 10.1021/jp050430h|first = Luis P. N.|last = Rebelo|first2 = José N.|last2 = Canongia Lopes|first3 = José M. S. S.|last3 = Esperança|first4 = Eduardo|last4 = Filipe}}</ref> Ini berarti bahwa cairan ionik suhu kamar sekalipun memiliki tekanan uap rendah, dan memerlukan suhu yang jauh lebih tinggi untuk mendidih.<ref name=":1" /> Titik didih menunjukkan kecenderungan serupa pada titik leleh dalam hal ukuran ion dan kekuatan interaksi lainnya.<ref name=":1" /> Bila diupkan, ionnya masih belum terbebaskan satu sama lain. Misalnya, dalam fase uap natrium klorida berada sebagai "molekul" diatomik.<ref>{{cite book|last1=Porterfield|first1=William W.|title=Inorganic Chemistry a Unified Approach.|date=2013|publisher=Elsevier Science|location=New York|isbn=978-0-323-13894-9|pages=63–67|edition=2nd|url=https://books.google.com/books?id=K24W4LMy5dIC&lpg=PP1&dq=inorganic%20chemistry&pg=PA63#v=onepage}}</ref>
{{see also|Warna bahan kimia}}
 
[[Warna bahan kimia|Warna senyawa ionik]] seringkalisering kali berbeda dengan warna larutan berair yang mengandung ion penyusunnya,{{Sfn|Pauling|1960|p=105}} atau dengan bentuk hidratnya dari senyawa yang sama.{{sfn|Brown|2009|page=417}}
 
Anion dalam senyawa dengan ikatan dengan karakter paling ionik cenderung tidak berwarna (dengan [[pita absorpsi]] di bagian spektrum ultraviolet).{{Sfn|Pauling|1960|p=107}} Dalam senyawa dengan karakter kurang ionik, warna mereka semakin tajam melalui kuning, oranye, merah dan hitam (karena pita serapan bergeser ke panjang gelombang yang lebih panjang ke dalam spektrum sinar tampak).{{Sfn|Pauling|1960|p=107}}
Dalam kimia, senyawa ionik sering digunakan sebagai prekursor untuk sintesis zat padat suhu tinggi.<ref>{{cite book|last1=Xu|first1=Ruren|first2=Wenqin|last2=Pang|first3=Qisheng|last3=Huo|title=Modern inorganic synthetic chemistry|date=2011|publisher=Elsevier|location=Amsterdam|isbn=978-0-444-53599-3|page=22}}</ref>
 
Banyak logam yang secara geologis paling melimpah, mengandung senyawa ion dalam [[bijih]]nya.{{sfn|Zumdahl|Zumdahl|2015|pages=822}} Untuk mendapatkan [[Unsur kimia|unsurnya]], bijih ini diproses dengan [[Peleburan (metalurgi)|peleburan]] atau [[elektrolisis]], yang melibatkan [[reaksi redoks]] (seringkalisering kali dengan reduktor seperti karbon) sehingga ion logam mendapatkan elektron menjadi atom netral.{{sfn|Zumdahl|Zumdahl|2015|pages=823}}<ref>{{cite book|last1=Gupta|first1=Chiranjib Kumar|title=Chemical metallurgy principles and practice|date=2003|publisher=Wiley-VCH|location=Weinheim|isbn=978-3-527-60525-5|pages=359–365}}</ref>
 
== Tata nama ==
Jika ada beberapa kation dan/atau anion yang berbeda, awalan multiplikasi (''di-'', ''tri-'', ''tetra-'',&nbsp;...) sering diperlukan untuk menunjukkan komposisi relatif,{{sfn|IUPAC|2005|pages=75–76}} dan kation kemudian anion dicantumkan dalam urutan sesuai abjad.{{sfn|IUPAC|2005|p=75}} Sebagai contoh, {{chem|KMgCl|3}} diberi nama [[kalium magnesium triklorida]] untuk membedakannya dari {{chem|K|2|Mg|Cl|4}}, [[dikalium magnesium tetraklorida]]<ref>{{cite journal|last1=Gibbons|first1=Cyril S.|last2=Reinsborough|first2=Vincent C.|last3=Whitla|first3=W. Alexander|title=Crystal Structures of K<sub>2</sub>MgCl<sub>4</sub> and Cs<sub>2</sub>MgCl<sub>4</sub>|journal=Canadian Journal of Chemistry|date=January 1975|volume=53|issue=1|pages=114–118|doi=10.1139/v75-015}}</ref> (perhatikan bahwa baik dalam rumus empiris dan nama tertulis, kation muncul dalam urutan abjad, tetapi urutannya bervariasi antara keduanya karena [[Lambang (kimia)|lambang]] untuk [[kalium]] adalah K).{{sfn|IUPAC|2005|p=76}} Bila salah satu ion sudah memiliki awalan multiplikatif dalam namanya, digunakan awalan multiplikatif alternatif (''bis-'', ''tris-'', ''tetrakis-'',&nbsp;...).{{sfn|IUPAC|2005|pages=76–77}} Sebagai contoh, {{chem|Ba(BrF|4|)|2}} diberi nama [[barium bis(tetrafluoridobromat)]].{{sfn|IUPAC|2005|p=77}}
 
Senyawa yang mengandung satu atau lebih unsur yang dapat berada dalam berbagai muatan/[[tingkat oksidasi]] akan memiliki stoikiometri yang bergantung pada keadaan oksidasi yang ada, untuk memastikan netralitas secara keseluruhan. Hal ini dapat ditunjukkan dalam nama dengan menentukan tingkat oksidasi dari unsur-unsur yang ada, atau muatan ionnya.{{sfn|IUPAC|2005|p=77}} Karena risiko ambiguitas dalam mengalokasikan tingkat oksidasi, IUPAC lebih memilih indikasi langsung jumlah muatan ionik.{{sfn|IUPAC|2005|p=77}} Ini ditulis sebagai bilangan bulat dalam [[angka arab]] diikuti oleh tanda (...&nbsp;, 2−, 1−, 1+, 2+,&nbsp;...) dalam tanda kurung secara langsung setelah nama kation (tanpa spasi yang memisahkannya).{{sfn|IUPAC|2005|p=77}} Sebagai contoh, {{chem|FeSO|4}} diberi nama [[besi(II) sulfat|besi(2+) sulfat]] (dengan muatan 2+ pada ion [[fero|{{chem|Fe|2+}}]] yang menyeimbangkan muatan 2− pada ion sulfat), sedangkan {{chem|Fe|2|(SO|4|)|3}} dinamakan [[Besi(III) sulfat|besi(3+) sulfat]] (karena dua ion besi di setiap [[unit formula]] masing-masing memiliki muatan 3+, untuk menyeimbangkan muatan 2− pada masing-masing tiga ion sulfat).{{sfn|IUPAC|2005|p=77}} [[Tata nama Stock]], masih umum digunakan, menulis [[bilangan oksidasi]] dalam [[angka Romawi]] (...&nbsp;, −II, −I, 0, I, II,&nbsp;...). Jadi contoh yang diberikan di atas masing-masing dinamakan [[besi(II) sulfat]] dan [[besi(III) sulfat]].{{sfn|IUPAC|2005|pp=77–78}} Untuk ion sederhana muatan ion dan bilangan oksidasi identik, tetapi untuk ion poliatomik seringkalisering kali berbeda. Misalnya, ion [[uranil|uranil(2+)]], {{chem|UO|2|2+}}, memiliki uranium dengan tingkat oksidasi +6, jadi akan disebut ion dioksouranium(VI) dalam tata nama Stok.<ref>{{cite journal|last1=Fernelius|first1=W. Conard|title=Numbers in chemical names|journal=Journal of Chemical Education|date=November 1982|volume=59|issue=11|page=964|doi=10.1021/ed059p964|bibcode=1982JChEd..59..964F}}</ref> Sebuah sistem penamaan yang lebih tua untuk kation logam, juga masih banyak digunakan, menambahkan akhiran ''-o'' dan ''-i'' ke akar [[bahasa Latin]] dari nama tersebut, untuk memberi nama khusus untuk tingkat oksidasi rendah dan tinggi.{{sfn|Brown|2009|page=38}} Misalnya, skema ini menggunakan "fero" dan "feri", masing-masing untuk besi(II) dan besi(III),{{sfn|Brown|2009|page=38}} sehingga contoh yang diberikan di atas secara klasik dinamakan [[besi(II) sulfat|fero sulfat]] dan [[besi(III) sulfat|feri sulfat]].
 
== Lihat juga ==

Menu navigasi