Lompat ke isi

Yawadwipa: Perbedaan antara revisi

7 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
(←Membuat halaman berisi '{{cleanup}} {{refimprove}} thumb|Peta Yawadwipa ([[Jawa) dekat Suwarnadwipa (Sumatra), sekitar tahun 1812.]] ''...')
 
k (Bot: Perubahan kosmetika)
{{cleanup}}
{{refimprove}}
[[Berkas:(1812) MAP OF THE ISLAND OF JAVA.jpg|thumbjmpl|Peta Yawadwipa ([[Jawa]]) dekat [[Suwarnadwipa]] ([[Sumatra]]), sekitar tahun 1812.]]
'''Yawadwipa''' ({{IAST3|yāvaka dvīpa}}; {{lang-jv|ꦪꦮꦢ꧀ꦮꦶꦥ|yawadwipa|pulau jelai}}) adalah [[pulau|dwipa]] ("pulau") dari dunia darat, seperti yang dibayangkan dalam kosmologi [[Hindu]], dan [[Buddhisme]], yang merupakan ranah tempat manusia biasa hidup.
 
Kata yāvadvīpa secara harfiah merujuk pada "pulau jelai". yāva berarti [[jelai]] (Hordeum vulgare), di mana jelai adalah anggota suku padi-padian ([[Poaceae]]). Di dalamnya termasuk tumbuhan seperti padi, gandum, jagung, jelai, jewawut, serta sorgum (cantel). Dvīpa memiliki arti "pulau".
 
== Etimologi ==
[[Berkas:Ramayana Java.jpg|thumbjmpl|rightka|[[Laksmana]], [[Rama]] dan [[Shinta]] dalam [[Sendratari Ramayana]] di [[Prambanan]].]]
Asal mula nama "Jawa" dapat dilacak dari kronik {{ber|bahasa Sanskerta}} yang menyebut adanya pulau bernama ''yavadvip(a)'' (''dvipa'' berarti "pulau", dan ''yava'' berarti "jelai" atau juga "biji-bijian")<ref name="Raffles, Thomas E. 1965. Page 3"/><ref>[http://veda.wikidot.com/malay-words-sanskrit-origin Malay Words of Sanskrit Origin]</ref>. Apakah biji-bijian ini merupakan [[jewawut]] (''Setaria italica'') atau [[padi]], keduanya telah banyak ditemukan di pulau ini pada masa sebelum masuknya pengaruh India<ref>Raffles, Thomas E.: " The History of Java". Oxford University Press, 1965. Page 2</ref>. Boleh jadi, pulau ini memiliki banyak nama sebelumnya, termasuk kemungkinan berasal dari kata ''jaú'' yang berarti "jauh"<ref name="Raffles, Thomas E. 1965. Page 3">Raffles, Thomas E.: "The History of Java". Oxford University Press, 1965 . Page 3</ref>. ''Yavadvipa'' disebut dalam [[epik]] asal [[India]], [[Ramayana]]. [[Sugriwa]], panglima ''wanara'' (manusia kera) dari pasukan [[Rama|Sri Rama]], mengirimkan utusannya ke Yavadvip ("Pulau Jawa") untuk mencari [[Shinta|Dewi Shinta]]<ref>[http://books.google.co.id/books?id=9ic4BjWFmNIC&pg=PA465&lpg=PA465&dq=Yawadvipa+is+mentioned+in+India's+earliest+epic,+the+Ramayana&source=bl&ots=WxBOr6BCNJ&sig=jc4B_jT3nZ4WQS3Ldu_I1Pl-WmA&hl=id&ei=QR0wTbLrL86HrAfOp4GOCQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=3&ved=0CCcQ6AEwAg#v=onepage&q=Yawadvipa%20is%20mentioned%20in%20India's%20earliest%20epic%2C%20the%20Ramayana&f=false History of Ancient India Kapur, Kamlesh]</ref>. Kemudian berdasarkan kesusastraan India terutama pustaka Tamil, disebut nama Sanskerta ''yāvaka dvīpa'' (''dvīpa'' = pulau).
 
== Historiografi ==
{{sect-stub}}
Dalam epos [[Ramayana]] yang ditulis oleh [[Walmiki]] disebutkan nama Yavadvipa, atau Pulau Yawa (jelai). Yavadvipa atau Bhumijava (tanah Jawa) yang bersejarah. Menurut Dr. [[B. Ch. Chhabra]] dalam jurnal [[M.B.R.A.S.]], Jilid XV, bahagian 3, m.s. 79, kebiasaan bangsa [[India]] kuno untuk menyebut nama tempat sesuai dengan hasil bumi, umpamanya [[jewawut]] dalam [[bahasa Sanskrit]] ''yawa'' menyebabkan Pulau Jewawut disebut ''yawadwipa'' (pulau Jawa), [[orang Kamboja]] (Khmer) menyebut mereka sebagai Chvea, [[orang Cina]] menyebut sebagai Shepo, Chopo atau Chao-wa, [[orang Arab]] menyebut sebagai Jawi atau Jawah, dan [[orang Melayu]] menyebutnya sebagai Bhumijawa. [[Orang Jawa]] asli paling sering menyebut tanah dan negara mereka hanya sebagai Jawa (Jawi). Para ahli setuju, epos yang ditulis oleh Walmiki itu terjadi sekurangnya pada abad ke 5 hingga abad ke-4 sebelum masehi.
 
Toponin yang sama dengan Yavadvipa yakni Iabadiou kembali ditemukan dalam atlas buatan Claudius Ptolomeus Geographike Gypehegesis yang ditulis sekitar abad 150 masehi. Ptolomeus menyusun atlasnya dengan mengutip pendahulunya seperti Marinus dari Tyre.